oleh

Dirut PDAM Halsel: Wayanima Butuh Pembangunan Kembali, Saat Ini Pemkab Maksimalkan Sumber Logas

HALSEL, Malutline — Direktur Utama PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, merespons keluhan masyarakat terkait keterbatasan air bersih di wilayah Kayoa. Ia menjelaskan bahwa pengaktifan kembali sumber air Wayanima membutuhkan pembangunan kembali sejumlah fasilitas pendukung, termasuk akses listrik.

Menurut Soleman, Wayanima tidak dapat langsung diaktifkan begitu saja karena infrastruktur pendukungnya perlu dibangun kembali.

“Kalau mau aktifkan Wayanima, butuh pembangunan kembali, termasuk akses listrik,” ujar Soleman Bobote.

Sementara itu, dalam jangka pendek, PDAM Halsel akan berupaya memaksimalkan sumber air Logas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dalam satu-dua hari mau kita bawa untuk maksimalkan Logas. Sekarang masih tunggu alatnya datang dulu,” jelasnya.

Soleman juga mengungkapkan bahwa usulan pengembangan Wayanima saat ini terus diperjuangkan. Ia menyebut pihaknya sedang berada di Jakarta untuk melakukan lobi agar rencana tersebut dapat memperoleh dukungan dan diakomodasi dalam program pembangunan.

“Usulan aktifkan Wayanima sementara jalan. Sekarang ada di Jakarta lobi-lobi. Semoga mereka akomodir di 2027,” katanya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan dokumen Justifikasi Teknis PDAM Halsel yang mengusulkan pembangunan Embung Wayanima berkapasitas 30 liter per detik, lengkap dengan pompa air baku, pipa transmisi, instalasi listrik PLN dan genset, serta jalan akses operasional.

Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa sumber Wayanima berada sekitar 1.400 meter dari sumber eksisting Logas dan pernah digunakan PDAM sebelum 2012, namun kemudian dinonaktifkan karena keterbatasan fasilitas serta kendala bahan bakar dan operasional.

Dengan kebutuhan air Pulau Kayoa yang disebut telah mencapai lebih dari 30 liter per detik, sementara kapasitas sumber eksisting dapat menurun hingga sekitar 20 liter per detik saat kemarau panjang, pengembangan sumber air tambahan dinilai menjadi kebutuhan penting.

PDAM Halsel kini menargetkan solusi jangka pendek melalui optimalisasi Logas, sembari mendorong pembangunan kembali Wayanima sebagai solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih masyarakat Kayoa. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed