HALSEL, Malut Line – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persiapan sebelum memasuki jenjang pernikahan terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya di wilayah Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya antusiasme masyarakat dalam mengikuti edukasi pra nikah dan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun keluarga sehat, berkualitas, dan siap melahirkan generasi unggul di masa depan.
Melalui program ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil) yang merupakan inovasi dari BKKBN, pemerintah terus mendorong calon pengantin untuk memahami pentingnya kesiapan sebelum menikah, baik dari sisi kesehatan fisik, kesehatan reproduksi, kesiapan mental, maupun pemahaman mengenai perencanaan keluarga. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini, bahkan sejak sebelum terjadinya kehamilan.
Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Pemerintah Desa Bajo bersama unsur lintas sektor melaksanakan kegiatan penyerahan sertifikat ELSIMIL kepada dua pasangan calon pengantin, Minggu (21/06/2026). Dua pasangan tersebut masing-masing berasal dari Desa Gurapin dan Desa Bajo, Kecamatan Kayoa. Penyerahan sertifikat ini menjadi tanda bahwa pasangan calon pengantin telah mengikuti seluruh tahapan edukasi serta pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat kesiapan menuju kehidupan rumah tangga yang sehat dan terencana.
Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama dari berbagai pihak dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah. Dalam kegiatan tersebut hadir berbagai unsur pemerintah dan lembaga terkait, di antaranya Penyuluh KB Kecamatan Kayoa Zuaida A. Rahim, Camat Kayoa Taha Muhamad, Kapolsek Kayoa Ipda Sukardi, perwakilan Kantor Urusan Agama Samsinar, S.I.P, Ketua PKK Kecamatan Kayoa Ny. Sutria T. Muhamad, perwakilan Danramil Kayoa Sertu Bahar Sangaji, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kayoa.
Dalam keterangannya, Penyuluh KB Kecamatan Kayoa Zuaida A. Rahim menjelaskan bahwa program ELSIMIL bukan sekadar administrasi bagi calon pengantin, melainkan bentuk edukasi penting agar pasangan memahami tanggung jawab besar dalam membangun keluarga yang sehat serta melahirkan generasi yang berkualitas.
Menurutnya, banyak persoalan kesehatan keluarga yang sebenarnya dapat dicegah apabila pasangan telah mendapatkan pemahaman sejak sebelum menikah, mulai dari pentingnya pemeriksaan kesehatan, kecukupan gizi bagi calon ibu, kesiapan mental dalam rumah tangga, hingga pemahaman tentang pola asuh anak yang baik setelah kelahiran.
“Program ini menjadi langkah awal dalam memastikan setiap pasangan yang akan menikah benar-benar siap. Pencegahan stunting harus dilakukan sejak sebelum kehamilan, karena kesehatan anak di masa depan sangat ditentukan oleh kesiapan orang tua sejak awal. Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa membangun keluarga berkualitas membutuhkan persiapan yang matang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa persoalan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat serta dukungan lintas sektor yang berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Program ELSIMIL sendiri menjadi salah satu strategi nasional pemerintah untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Melalui aplikasi dan sistem pendampingan yang terintegrasi, calon pengantin dapat memperoleh edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pemeriksaan anemia, status gizi, kesiapan kehamilan, serta berbagai aspek lain yang berhubungan langsung dengan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Tokoh masyarakat Desa Bajo turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran program seperti ELSIMIL sangat membantu masyarakat desa dalam memahami bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, melainkan menjadi awal lahirnya generasi baru yang harus dipersiapkan dengan baik. Kesadaran ini dinilai sangat penting, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan agar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak awal.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, Desa Bajo diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Kayoa dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah berharap kegiatan edukasi serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar bahwa upaya membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat dimulai dari keluarga yang dipersiapkan secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Langkah kecil yang dilakukan hari ini diyakini menjadi investasi besar bagi masa depan daerah. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur semata, tetapi juga dari lahirnya generasi yang sehat, bebas stunting, memiliki kualitas hidup baik, dan mampu menjadi penerus pembangunan di Kabupaten Halmahera Selatan maupun Maluku Utara pada masa mendatang. (Red)












Komentar