HALSEL, Malutline – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan ke-23 tahun 2026 berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang digelar pemerintah daerah dan masyarakat. Namun di balik kemeriahan tersebut, tidak sedikit warga yang mengenang sosok almarhum Hi. Usman Sidik, mantan Bupati Halmahera Selatan yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Negeri Saruma.
Bagi sebagian masyarakat, HUT Halsel bukan hanya momentum untuk merayakan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi waktu untuk mengenang para tokoh yang pernah mengabdikan diri membangun kabupaten ini. Salah satu nama yang masih melekat kuat dalam ingatan masyarakat adalah Hi. Usman Sidik.
Berbagai pembangunan yang lahir pada masa kepemimpinannya hingga kini masih menjadi ikon daerah. Kawasan Zero Point Halsel dan UMKM Milenial merupakan dua di antara sejumlah program yang kerap disebut masyarakat sebagai bagian dari jejak pembangunan yang ditinggalkan almarhum.

Namun bukan hanya soal pembangunan yang dikenang. Di tengah peringatan HUT Halsel tahun ini, masyarakat juga menyoroti sisi lain kehidupan almarhum, yakni kisah cintanya bersama sang istri, Hj. Eka Dahliani Usman, yang hingga kini masih menjadi simbol kesetiaan dan keteguhan hati.
Kepergian Hi. Usman Sidik untuk selamanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama bagi Hj. Eka Dahliani Usman dan kedua putra mereka. Meski telah dipisahkan oleh kematian, cinta dan kenangan yang terjalin selama bertahun-tahun seolah tetap hidup dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan keluarga tersebut.
Banyak warga menilai bahwa di balik sosok pemimpin daerah yang dikenal dekat dengan masyarakat, Hi. Usman Sidik juga merupakan figur keluarga yang penuh kasih sayang. Hubungannya dengan Hj. Eka Dahliani Usman kerap dipandang sebagai gambaran keharmonisan rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta, kesetiaan, dan saling mendukung.
Dalam berbagai kesempatan, Hj. Eka Dahliani Usman tetap terlihat menjaga dan mengenang perjuangan sang suami. Bagi keluarga, kenangan tentang almarhum bukan hanya tersimpan dalam foto-foto maupun cerita masa lalu, tetapi juga dalam nilai-nilai kehidupan yang diwariskan kepada anak-anak mereka.

Di tengah semarak HUT Halsel ke-23, sejumlah warga bahkan menyampaikan harapan agar jasa dan pengabdian para tokoh pembangunan daerah, termasuk almarhum Hi. Usman Sidik, tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah perjalanan Kabupaten Halmahera Selatan.
Menurut mereka, kemajuan sebuah daerah tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pemimpin yang pernah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk masyarakat. Karena itu, mengenang jasa para tokoh bukan sekadar nostalgia, melainkan bentuk penghargaan terhadap sejarah yang telah membentuk Halmahera Selatan hingga menjadi seperti saat ini.
Bagi Hj. Eka Dahliani Usman, peringatan HUT Halsel tahun 2026 tentu memiliki makna tersendiri. Di tengah sukacita masyarakat merayakan hari jadi daerah, terselip kerinduan mendalam kepada sosok yang pernah menjadi pendamping hidup sekaligus pemimpin daerah yang dicintai banyak orang.
Waktu mungkin telah memisahkan mereka dalam dua alam yang berbeda. Namun cinta, doa, dan kenangan yang ditinggalkan almarhum Hi. Usman Sidik tetap hidup dalam hati keluarga dan masyarakat Halmahera Selatan.
Karena sesungguhnya, seorang pemimpin yang baik tidak hanya dikenang melalui bangunan yang berdiri megah, tetapi juga melalui jejak pengabdian, keteladanan, dan cinta yang ditinggalkannya bagi keluarga, masyarakat, dan daerah yang pernah ia pimpin. (Darti)










Komentar