oleh

Makna Qurban di Balik Perjalanan Sapi Qurban ke Malifut, Kasat Lantas Halteng Ajak Masyarakat Tingkatkan Keikhlasan dan Kepedulian

HALTENG, Malutline – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, semangat berbagi dan nilai pengorbanan mulai terasa di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Utara. Momentum hari besar umat Islam tersebut tidak hanya dimaknai sebagai tradisi penyembelihan hewan qurban semata, namun juga menjadi pengingat tentang arti keikhlasan, kepedulian, serta pengorbanan dalam kehidupan.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah, Masqun Abdul Kish, SH, usai memastikan hewan qurban berupa sapi milik Ketua Pe Sapi Qurban tiba dengan selamat di Kecamatan Malifut.

Menurutnya, ibadah qurban memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar penyembelihan hewan. Qurban mengajarkan manusia untuk mampu mengendalikan hawa nafsu, menekan ego, serta mengurangi kecintaan berlebihan terhadap dunia dan harta benda.

“Qurban bukan saja tentang menyembelih hewan, tetapi qurban memiliki arti menyembelih ego, cinta dunia, dan rasa sayang berlebihan terhadap harta,” ungkap Masqun Abdul Kish.

Ia mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali terikat pada ambisi duniawi, jabatan, kedudukan, hingga materi. Karena itu, melalui momentum Iduladha, umat Islam diajak kembali merenungi bahwa seluruh yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

“Dari qurban kita belajar untuk ikhlas, belajar melepaskan sesuatu yang dirasa sudah menjadi bagian dari hidup kita, seperti harta, tahta, jabatan dan ego. Karena pada hakikatnya semua hanya titipan,” ujarnya.

Masqun menambahkan, nilai-nilai qurban juga menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan antar sesama manusia. Melalui pembagian daging qurban, masyarakat diajak untuk saling berbagi kebahagiaan, terutama kepada warga yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi tersebut sangat penting untuk terus dijaga di tengah kehidupan sosial masyarakat saat ini. Ia berharap momentum Iduladha tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar mampu memperkuat solidaritas sosial dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Masqun juga menyampaikan rasa syukur karena hewan qurban berupa sapi yang akan disalurkan di wilayah Malifut telah tiba dalam keadaan sehat dan selamat.

“Alhamdulillah, sapi qurban sudah tiba dengan sehat dan selamat di Malifut. Semoga membawa keberkahan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerima,” katanya.

Kedatangan hewan qurban tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai bantuan hewan qurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Momentum Iduladha tahun ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, dan warga di berbagai wilayah Maluku Utara.

Masqun Abdul Kish turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum introspeksi diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama.

“Semoga semangat qurban tahun ini membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya.

Hari Raya Iduladha sendiri dikenal sebagai salah satu momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga mengandung pesan moral tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kemanusiaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. (Jul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed