SULA, Malutline- Seorang warga Desa Karamat Titdoy, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Alwan Umasangadji (40), akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah melewati masa kritis akibat serangan buaya ganas di pesisir pantai pada 1 April 2026 lalu.
Peristiwa mengerikan itu terjadi saat Alwan sedang mencari cangkang karang laut di kawasan pesisir desa. Tanpa diduga, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menerkam tubuhnya. Serangan mendadak tersebut membuat Alwan mengalami luka berat dan harus segera dilarikan ke RSUD Sanana untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun karena kondisi korban membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihak rumah sakit kemudian merujuk Alwan ke RSUD dr. H. Chasan Boesoirie di Kota Ternate.
Setibanya di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu, tim medis langsung melakukan penanganan intensif dan stabilisasi kondisi pasien. Melihat luka yang cukup serius, pihak rumah sakit bergerak cepat memfasilitasi proses rujukan lanjutan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta.
Hanya dalam waktu tiga hari setelah tiba di Ternate, Alwan akhirnya diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani perawatan lanjutan.
Selama kurang lebih satu bulan dirawat di RSCM, Alwan menjalani berbagai pemeriksaan medis dan tindakan operasi hingga kondisinya berangsur pulih. Setelah melalui masa perawatan yang cukup panjang, Alwan akhirnya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan kembali ke kampung halamannya.
Di balik perjuangannya melawan luka akibat serangan buaya, Alwan mengaku sempat diliputi rasa cemas karena memikirkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Namun kekhawatiran itu perlahan hilang setelah seluruh biaya pengobatan, transportasi, hingga akomodasi selama menjalani perawatan ditanggung melalui program Universal Health Coverage (UHC) Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Beta sangat bersyukur karena pelayanan kesehatan yang saya terima sangat cepat. Semua proses rujukan dibantu dengan baik sampai saya bisa sembuh,” ungkap Alwan penuh haru.
Kini, Alwan telah kembali menjalani aktivitas sehari-hari bersama keluarga di Desa Karamat Titdoy. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta seluruh tenaga medis RSUD dr. H. Chasan Boesoirie yang telah membantu proses pengobatannya hingga tuntas.
Kisah Alwan menjadi bukti nyata pentingnya layanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan mudah diakses masyarakat, terutama bagi warga di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan. Program UHC Pemerintah Provinsi Maluku Utara pun dinilai memberi harapan besar bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus dibebani persoalan biaya. (Asbur)









Komentar