SOFIFI, Malutline– Mencermati dinamika sosial masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini, Safri Kamaria Chapy menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah di Maluku Utara guna memperkuat kerukunan umat beragama serta mencegah potensi konflik sosial.
Dalam pernyataan tertulis yang ditujukan kepada Gubernur Maluku Utara serta seluruh bupati dan wali kota se-Maluku Utara, Safri menilai bahwa penguatan nilai-nilai toleransi dan keharmonisan antarumat beragama harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kerukunan umat beragama perlu ditempatkan sebagai program prioritas daerah, mengingat pentingnya stabilitas sosial dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.
Safri mengusulkan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, di antaranya menjadikan program pembangunan kerukunan umat beragama sebagai agenda utama dalam kebijakan daerah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
Menurutnya, langkah preventif sangat dibutuhkan agar potensi gesekan di tengah masyarakat dapat diantisipasi sejak awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Tak hanya itu, Safri juga mendorong pemerintah untuk menyediakan sarana publikasi berupa billboard atau papan reklame di ibu kota provinsi maupun seluruh kabupaten/kota. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kampanye pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan kerukunan umat beragama.
“Papan reklame di lokasi strategis seperti jalan protokol dapat menjadi media edukasi publik yang efektif dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian,” tambahnya.
Ia berharap, rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan di daerah demi menjaga Maluku Utara tetap aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakatnya. (Red)












Komentar