HALSEL, Malutline – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah kepulauan. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di wilayah Kayoa resmi memasuki tahap awal pekerjaan atau MC0.
Proyek strategis yang bersumber dari anggaran APBN dengan dukungan sharing APBD ini memiliki pagu alokasi sebesar Rp50 miliar. Pekerjaan tersebut mencakup dua item utama, yakni pemasangan jaringan perpipaan dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan mampu menjangkau tiga kecamatan, yaitu Kayoa Induk, Kayoa Selatan, dan Kayoa Utara.

“Progres saat ini sudah masuk tahap MC0 untuk pemasangan jaringan perpipaan. Ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat,” ungkap Soleman saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/03/2026).
Adapun wilayah cakupan pelayanan proyek ini meliputi sejumlah desa yang selama ini mengalami kesulitan air bersih, di antaranya Desa Sagawele, Desa Posi, Desa Guapin, Desa Karamat, Desa Gayap, Ngokomalko, Desa Laromabati, hingga Desa Modayama.
Wilayah-wilayah tersebut diketahui selama ini sangat bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Dengan hadirnya proyek SPAM ini, diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan krisis air bersih yang telah berlangsung lama.

“Semoga dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat dan daerah ini, kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan serta kesehatan masyarakat,” harap Soleman.
Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah kepulauan Kabupaten Halmahera Selatan yang selama ini menghadapi tantangan geografis cukup berat.(Red)









Komentar