GORONTALO – Puluhan penumpang bus Raja Trans rute Manado–Palu dilaporkan terlantar lebih dari 15 jam di Terminal Tipe A Isimu, Gorontalo, tanpa kejelasan keberangkatan maupun fasilitas yang memadai dari pihak manajemen.
Sejak sekitar pukul 22.00 WITA malam, para penumpang hanya diminta untuk menunggu tanpa kepastian waktu keberangkatan. Hingga siang hari berikutnya, belum ada solusi konkret yang diberikan oleh pihak perusahaan.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan penumpang. Mereka mengaku tidak mendapatkan fasilitas dasar seperti tempat istirahat atau penginapan, meskipun keterlambatan sudah berlangsung cukup lama.
“Kami hanya disuruh menunggu dan menunggu, tanpa kejelasan. Tidak ada tanggung jawab dari pihak Raja Trans,” ungkap salah satu penumpang dengan nada kecewa.
Situasi semakin memprihatinkan karena di antara penumpang terdapat anak kecil berusia sekitar 3 tahun yang harus menahan lapar sejak malam hingga siang hari. Selain itu, beberapa penumpang diketahui sedang mengejar waktu untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ke daerah lain.
Para penumpang juga menyoroti harga tiket yang telah mengalami kenaikan, namun tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan. Mereka menilai pihak manajemen kurang memperhatikan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Raja Trans terkait penyebab keterlambatan maupun langkah penanganan terhadap penumpang yang terdampak.
Para penumpang berharap adanya itikad baik dari pihak perusahaan untuk segera memberikan solusi, termasuk kejelasan jadwal keberangkatan serta fasilitas yang layak selama masa penantian. (Red)








Komentar