HALSEL, Malutline — Bentrokan antarwarga Desa Silang dan Desa Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jumat (20/3/2026) sore, berujung tragis. Selain menyebabkan sejumlah korban luka, insiden tersebut kini dilaporkan telah memakan korban jiwa.
Satu orang warga Desa Liaro dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam aksi saling serang tersebut. Hingga kini, identitas korban belum disampaikan secara resmi.
Kronologi dan Korban Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan warga dari kedua desa. Situasi dengan cepat memanas hingga berujung aksi saling serang menggunakan benda tajam.
Akibat kejadian itu 1 orang meninggal dunia (warga Desa Liaro) 4 orang mengalami luka sayatan di bagian kepala, telinga, dan tangan Para korban luka saat ini tengah menjalani perawatan di Polindes Liaro.
Ketegangan Meluas ke Wayaua
Dampak bentrokan tidak hanya dirasakan di Desa Silang dan Liaro. Ketegangan dilaporkan meluas hingga ke Desa Wayaua, karena sebagian korban memiliki hubungan keluarga dengan warga setempat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan, terutama jika tidak segera dilakukan langkah-langkah penanganan yang cepat dan tepat.
Sejumlah warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah demi menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Aparat dan Pemerintah Diminta Bertindak
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait penyebab utama bentrokan maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.
Masyarakat mendesak aparat keamanan untuk Segera mengendalikan situasi di lapangan Mengusut penyebab bentrokan
Mencegah aksi balasan antarwarga
Imbauan dan Harapan Tokoh masyarakat setempat mengimbau seluruh warga untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
Penyelesaian secara damai dinilai menjadi langkah terbaik untuk mencegah konflik berkepanjangan Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antarwarga dapat berdampak serius, bahkan hingga merenggut nyawa.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan situasi keamanan di wilayah Bacan Timur Selatan dapat segera kembali kondusif. (Red)










Komentar