LABUHA, Malutline– Kasus dugaan penipuan online yang menyeret nama terduga pelaku, Claudya Kandijoh Moningka, kini semakin memanas dan menyita perhatian publik. Sejumlah korban mulai membuka suara, mengungkap kerugian yang tidak sedikit—bahkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Para korban mengaku awalnya tergiur dengan penawaran barang seperti bad cover dan mukena dengan harga miring. Transaksi dilakukan secara bertahap, bahkan ada yang memesan dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Namun, barang yang dijanjikan tak pernah sampai ke tangan pembeli.
Lebih mengejutkan lagi, dugaan ini tidak berdiri sendiri. Korban menyebut bahwa terduga pelaku diduga beraksi bersama anggota keluarganya, membangun kepercayaan dengan komunikasi yang sopan dan meyakinkan.
Untuk memperkuat dugaan, korban juga membagikan percakapan langsung dengan terduga pelaku yang kini beredar luas di media sosial:
Korban:
“Ka, barang pesanan kami sudah dikirim atau belum? So lama sekali.”
Terduga Pelaku:
“Iya kak, ini lagi diproses. Sabar sedikit ya, barang banyak jadi agak delay.”
Korban,
“Kami sudah transfer semua, tolong jangan sampe kami dirugikan.”
Terduga Pelaku:
“Aman kak, saya jaga kepercayaan. Barang pasti sampai.”
Namun, setelah beberapa hari hingga berminggu-minggu, janji tersebut tak kunjung ditepati.
Korban: “Ka, ini sudah lama sekali, kenapa tidak ada kejelasan?” (Tidak ada balasan) Korban: “Ka? Tolong jawab. Ini uang usaha kami.”
(Pesan tidak lagi terkirim / nomor tidak aktif)
Sejak saat itu, komunikasi terputus total. Nomor kontak tidak bisa dihubungi, akun media sosial menghilang, dan keberadaan terduga pelaku, Claudya Kandijoh Moningka, bersama pihak keluarga yang diduga terlibat, hingga kini tidak diketahui, Kondisi ini memicu kemarahan publik. Warganet mendesak aparat penegak hukum di Halmahera Selatan untuk segera bertindak cepat, mengusut tuntas kasus ini, dan memburu pihak-pihak yang diduga telah melarikan diri.
“Kalau benar sudah kabur, ini harus segera ditindak. Jangan sampai korban terus bertambah,” tulis salah satu netizen.
Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada bisnis online. Kepercayaan yang dibangun justru berubah menjadi luka dan kerugian besar.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari terduga pelaku, sementara para korban berharap keadilan segera ditegakkan.
Apakah aparat akan bergerak cepat memburu terduga pelaku yang diduga kabur bersama keluarganya? Ataukah kasus ini akan kembali hilang tanpa jejak?
Masyarakat Halsel kini menunggu jawaban—karena kerugian sudah nyata, dan keadilan tidak boleh sekadar janji. (Red)










Komentar