TERNATE, Malutline – Universitas Khairun (Unkhair) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Empat tim mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil menembus babak final lomba Business Plan Pengembangan Pondok Pesantren Mandiri pada ajang Malut Halal Fair 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Ternate.
Kompetisi yang berlangsung di Dhuafa Center Ternate tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan kreatif dalam mengembangkan model bisnis berbasis ekonomi syariah yang dapat mendorong kemandirian pondok pesantren.
Dalam kompetisi ini, para peserta ditantang untuk merancang konsep bisnis inovatif yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat sistem ekonomi pesantren agar lebih mandiri dan berkelanjutan.
Ide-ide yang dipresentasikan mahasiswa diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi pesantren yang selama ini masih bergantung pada iuran santri dan bantuan pihak luar.
Pembimbing tim FEB Unkhair, Yetty, SE., M.Si, mengatakan bahwa kompetisi tersebut menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif dalam penguatan ekonomi pesantren berbasis syariah.
Menurutnya, banyak pesantren di Indonesia, termasuk di Maluku Utara, yang belum memiliki sumber pendapatan mandiri sehingga masih bergantung pada biaya pendidikan dari orang tua santri. Oleh karena itu, ide-ide bisnis yang dihasilkan mahasiswa diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren.
“Kami berharap mahasiswa bisa lebih baik lagi dalam mengembangkan ekonomi syariah, khususnya bagaimana mendorong kemandirian pesantren melalui konsep bisnis yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, partisipasi mahasiswa dalam ajang ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus meningkatkan kemampuan analisis bisnis berbasis syariah.
“Mahasiswa sudah memberikan usaha terbaik dalam mengikuti kegiatan ini. Semoga hasilnya juga maksimal dan bisa meraih juara. Selanjutnya kita serahkan kepada dewan juri,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair, Sulfi AbdulHaji, SE., M.Si, menilai kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia tersebut memberikan motivasi besar bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam merancang hingga mengimplementasikan ide bisnis secara nyata.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap peluang ekonomi serta mampu merancang model bisnis yang aplikatif.
“Kegiatan ini memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi, merancang, hingga mengimplementasikan bisnis secara nyata. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang terus mendukung penguatan potensi kewirausahaan mahasiswa,” ungkapnya.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga harus menjadi ruang lahirnya gagasan bisnis yang berkelanjutan dan mampu diterapkan dalam dunia usaha.
“Ini menjadi semangat bagi mahasiswa bahwa kampus adalah tempat menyumbangkan konsep, sekaligus mampu mengimplementasikan konsep tersebut dalam realitas dunia kewirausahaan,” katanya.
Adapun empat tim mahasiswa FEB Unkhair yang berhasil menembus babak final dalam lomba Business Plan Pengembangan Ponpes Mandiri pada Malut Halal Fair 2026, yakni Tim Kyodai Alliance, diketuai Nurul Inayah S. Hasan dengan anggota Javier Aimar H. Muhammad.
Tim Kie Raha Berdikari, dipimpin Maria Wihelmina Floratin Konterius bersama anggota Pretty Sukma Pertiwy dan Sahlan Ahmad.
Tim Greenpreneur, diketuai Nurul Sabrina Dewi S. Sandry dengan anggota Rahmat H. Soleman dan Vadina Saputri.
Tim Cendekia01, dipimpin Trikurniawan Safrin dengan anggota Sulasti Sirkamba dan Afryan Lamoru.
Keberhasilan empat tim mahasiswa FEB Unkhair melaju ke babak final menjadi bukti bahwa mahasiswa di Maluku Utara memiliki kemampuan dalam merancang konsep bisnis berbasis ekonomi syariah yang inovatif dan berpotensi diterapkan di lingkungan pesantren.
Selain itu, gagasan-gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren serta mendukung pengembangan ekonomi umat di wilayah Maluku Utara. (Lora)









Komentar