oleh

2 Pasien Dari 6 orang Keracunan di Mandioli Utara Kembali Dirujuk ke RSUD Labuha

LABUHA, Malutline – Meski sempat dinyatakan membaik, dua pasien dugaan keracunan makanan asal Desa Waya, Kecamatan Mandioli Utara, kembali dirujuk ke RSUD Labuha pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIT. Rujukan ulang tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien benar-benar stabil serta memastikan diagnosis medis penyebab sakit yang menimpa satu keluarga tersebut.

Kedua pasien yang kembali dirujuk masing-masing Waaca Labani (20) dan Avian Labani (13). Sebelumnya, keduanya sempat dinyatakan sembuh dan menjalani perawatan di Puskesmas Indong Namun, berdasarkan pertimbangan medis, Kepala Puskesmas Indong Amir Musa memutuskan untuk kembali merujuk keduanya ke rumah sakit rujukan.

Menurut Amir, rujukan ulang dilakukan sebagai langkah antisipasi agar dokter spesialis dapat memantau secara menyeluruh perkembangan seluruh pasien, sekaligus memastikan apakah keluhan yang dialami murni disebabkan keracunan makanan atau terdapat faktor lain yang mempengaruhi kondisi kesehatan pasien.

“Kami mengambil langkah rujukan ulang agar dokter di rumah sakit dapat memastikan diagnosis dan memantau kondisi pasien secara komprehensif,” ujar Amir.

Kasus dugaan keracunan makanan ini sebelumnya menimpa satu keluarga setelah mengonsumsi makanan berupa sayuran yang diduga berasal dari rumah duka. Dalam peristiwa tersebut, kepala keluarga Labani La Poke (56) meninggal dunia setelah mengalami kondisi kritis.

Selain dua pasien yang kembali dirujuk, korban lainnya yakni Wajania Lasima (57), Armani Labani (22), dan Risnawati Labani (29) juga sempat menjalani perawatan medis di puskesmas indong kecamatan Mandioli Utara akibat gejala serupa berupa sakit perut hebat dan muntah-muntah terus menerus sehingga para pasien di rujuk ke RSUD Labuha untuk mendapat perawatan lebih intensif dengan fasilitas yang lebih memadai.

Pihak Puskesmas Indong menjelaskan bahwa makanan tersebut kemungkinan tidak langsung dikonsumsi dan baru dimakan keesokan harinya, serta kejadian tidak segera dilaporkan kepada bidan desa, sehingga penanganan medis terlambat dilakukan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak medis di RSUD Labuha masih melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien. Sementara itu, masyarakat berharap adanya penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed