oleh

Tiga Unit Laptop Hilang di Madrasah Ibtidaiyah Darul Muhsinin Kota Ternate Tengah, Guru Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

TERNATE, Malutline – Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan peristiwa hilangnya tiga unit laptop di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Muhsinin, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Provinsi Maluku Utara, Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dan baru mencuat ke publik setelah sejumlah guru mempertanyakan
kejanggalan dalam kronologi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laptop yang hilang terdiri dari dua unit laptop baru dan satu unit laptop lama. Laptop lama tersebut diketahui berisi data-data penting madrasah, termasuk dokumen administrasi serta arsip pembelajaran MI Darul Muhsinin.

Salah satu guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak madrasah sebenarnya memiliki kamera pengawas (CCTV) yang memantau langsung lokasi kejadian. Kepada wartawan, Senin (26/1/2026), ia menuturkan bahwa akses CCTV hanya dimiliki oleh kepala madrasah dan bendahara, yang memantaunya melalui ponsel pribadi masing-masing.

“Kami sudah mempertanyakan rekaman CCTV kepada kepala madrasah dan bendahara. Namun, jawaban dari kepala madrasah menyebutkan bahwa CCTV sudah dicek, tetapi tidak terlihat siapa orang atau pelaku pencurian,” ujar guru tersebut.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya di kalangan guru. Pasalnya, menurut mereka, kehilangan laptop terjadi pada hari Sabtu (24/1/2026), namun baru diketahui secara resmi pada hari Senin (26/1/2026).

“Yang membuat kami bingung, kenapa laptop bisa hilang hari Sabtu, tetapi baru diketahui hari Senin. Padahal lokasi kejadian dipantau langsung oleh CCTV,” tambahnya.

Keanehan lain yang disoroti para guru adalah akses CCTV yang hanya terhubung ke dua unit handphone, sementara jumlah tenaga pendidik di MI Darul Muhsinin terbilang cukup banyak, yakni 6 guru PNS dan 7 guru honorer.

Atas dasar tersebut, sejumlah guru meminta agar penyidik Polda Maluku Utara maupun Polres Kota Ternate turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh, termasuk memeriksa sistem CCTV serta pihak-pihak yang memiliki akses penuh terhadapnya.

Selain itu, para guru juga berharap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Ternate ikut turun tangan, mengingat laptop yang hilang merupakan aset pendidikan, dan salah satunya menyimpan data penting yang berpotensi berdampak pada administrasi negara.

Adapun pihak-pihak yang disebut memiliki akses terhadap CCTV yakni Kepala Madrasah ibtidaiyah Darul Muhsinin Syariati dan Bendahara Madrasah ibtidaiyah Darul Muhsinin Nasiba.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepala madrasah maupun aparat penegak hukum terkait tindak lanjut atas peristiwa tersebut. Para guru berharap kasus ini dapat diusut secara transparan dan profesional demi menjaga integritas lembaga pendidikan serta kepercayaan publik. (Jais)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed