oleh

Kelangkaan Semen di Halsel Dikeluhkan Warga, Penjualan Dinilai Tidak Masuk Akal

LABUHA, Malutline — Kelangkaan semen di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali dikeluhkan warga. Selain sulit didapat, pola penjualan di sejumlah toko bangunan dinilai memberatkan dan tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Warga mengaku, semen memang tersedia di beberapa toko di Kota Labuha, namun pembeli diwajibkan membeli dalam jumlah besar, minimal 15 sak. Ironisnya, pembeli juga harus mengambil sendiri semen tersebut di gudang toko menggunakan kendaraan pribadi, tanpa adanya layanan pengantaran.

“Kalau beli sedikit, seperti dua atau empat sak, tidak dilayani. Harus beli banyak, itu pun angkut sendiri. Ini sangat menyulitkan warga,” keluh salah satu warga Labuha, Minggu (4/01/2026).

Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama warga yang hanya membutuhkan semen dalam jumlah kecil untuk keperluan mendesak seperti perbaikan rumah atau pembangunan skala kecil. Warga juga menilai aturan penjualan tersebut tidak masuk akal, terlebih di tengah situasi kelangkaan bahan bangunan.

Keluhan warga semakin kuat karena disebut-sebut hanya satu toko tertentu yang menjual semen di wilayah tersebut, sehingga tidak ada pilihan lain bagi masyarakat. Situasi ini memunculkan dugaan adanya praktik monopoli yang merugikan konsumen.

“Seolah-olah karena hanya dia yang jual, jadi bikin aturan sendiri. Masyarakat terpaksa ikut meski sangat dirugikan,” ungkap warga lainnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Dinas Perdagangan dan pihak pengawas, segera turun tangan untuk menertibkan distribusi dan pola penjualan semen di Halmahera Selatan. Mereka meminta agar penjualan semen dilakukan secara wajar, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa syarat yang memberatkan.

Kelangkaan semen ini dinilai tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas pembangunan di daerah, khususnya pembangunan rumah warga dan proyek kecil mandiri.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed