oleh

Di Bawah Kepemimpinan Sherly Tjoanda, Kinerja Fiskal Maluku Utara Masuk 5 Besar Nasional Tahun 2025

SOFIFI, Malutline— Provinsi Maluku Utara kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Sepanjang tahun anggaran 2025, Maluku Utara berhasil masuk 5 besar nasional realisasi pendapatan daerah, sebuah prestasi yang menegaskan solidnya kinerja fiskal daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda.

Berdasarkan data kinerja fiskal daerah per 30 November 2025, Maluku Utara menempati peringkat kelima nasional dengan capaian realisasi pendapatan sebesar 98,88 persen. Capaian ini menempatkan Maluku Utara sejajar dengan provinsi-provinsi besar lainnya seperti Bali, Kalimantan Selatan, dan DI Yogyakarta.

Prestasi tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah serta komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional dan global, Maluku Utara justru mampu menjaga stabilitas fiskal dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Masuknya Maluku Utara dalam jajaran 5 besar nasional juga menjadi indikator keberhasilan strategi pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi, khususnya dalam optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, serta peningkatan kinerja perangkat daerah.

Di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda, pemerintah daerah dinilai konsisten mendorong reformasi birokrasi, perbaikan sistem perencanaan anggaran, serta pengawasan realisasi pendapatan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan semangat tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa Maluku Utara tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga mampu mengelolanya secara bertanggung jawab demi mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hasil tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara diharapkan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja fiskalnya pada tahun-tahun mendatang, sehingga pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat terus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed