Halsel, Malutline.com — Sejumlah warga pengguna jasa pengiriman barang di wilayah Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan keluhan terhadap pelayanan salah satu perusahaan ekspedisi ternama, J&T Labuha.
Keluhan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Halmahera Selatan, agar pemerintah daerah memberikan teguran dan pengawasan tegas terhadap pihak ekspedisi tersebut.
Menurut warga, pelayanan J&T Labuha dinilai semakin menurun dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait keterlambatan pengiriman, paket tercecer, hingga kehilangan barang yang kerap terjadi berulang-ulang.
“Kami sebagai pengguna jasa pengiriman barang, khususnya di wilayah Obi, sudah sangat dirugikan. Paket sering hilang, tercecer, dan tidak ada tanggung jawab yang jelas dari pihak J&T Labuha,” tulis perwakilan warga dalam surat tertanggal Minggu, 9 November 2025.
Warga menyebut, masalah ini bukan kali pertama terjadi. Namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pihak ekspedisi untuk memperbaiki pelayanan atau memberikan kompensasi kepada pengguna yang dirugikan.
Minta Bupati Halsel Bertindak Tegas, Dalam surat tersebut, warga mendesak Bupati Halmahera Selatan agar memberikan teguran keras terhadap pihak manajemen J&T Labuha, bahkan mempertimbangkan pencabutan izin operasional apabila tidak ada perbaikan nyata.
“Bila perlu izin operasi J&T di Halmahera Selatan dicabut, karena sudah sangat merugikan pengguna jasa,” tegas pernyataan warga tersebut.
Mereka juga berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja layanan ekspedisi yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan.
Butuh Pengawasan dan Tanggung Jawab, Menurut warga, layanan pengiriman merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Obi yang mengandalkan distribusi barang dari Labuha.
“Kami hanya berharap pelayanan bisa lebih baik, barang sampai tepat waktu, dan jika ada masalah, pihak ekspedisi bertanggung jawab penuh,” harap salah satu pengguna jasa di Obi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak J&T Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut. (Bur)











Komentar