WEDA –Malutline– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Tengah terus menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Kasat Lantas Polres Halteng, Iptu Masqun Abdul kis. SH,MS.i , hadir wajah baru polisi lalu lintas yang lebih humanis, edukatif, dan ramah kepada masyarakat.
Masyarakat Halteng pun merasakan langsung perbedaan gaya kepemimpinan seorang perempuan yang membawa jiwa keibuan dalam menjalankan tugas. Menegur dengan senyum, menasihati dengan lembut, namun tetap tegas dalam aturan—itulah yang kini menjadi ciri khas pelayanan Satlantas Polres Halteng.
Dari Penilangan ke Teguran Edukatif, Salah satu langkah besar yang diambil adalah penghentian praktik penilangan langsung di lapangan. Sebagai gantinya, anggota Satlantas diarahkan untuk lebih mengedepankan teguran simpatik, edukasi berlalu lintas, serta pembinaan langsung kepada pengendara.
> “Kami ingin hadir bukan untuk menakuti, tetapi untuk mendidik. Karena tujuan utama lalu lintas adalah keselamatan bersama, bukan sekadar penindakan,” ungkap Kasat Lantas Halteng.
Helm Gratis dan Program Sosial, Satlantas Polres Halteng juga meluncurkan program pembagian helm gratis kepada pengendara yang belum memenuhi standar keselamatan. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, karena tidak hanya menegur, tetapi juga memberi solusi nyata untuk keselamatan di jalan.
Selain itu, Kasat Lantas juga aktif menggandeng komunitas, sekolah, dan tokoh masyarakat dalam menggelar sosialisasi budaya tertib lalu lintas sejak usia dini.
Sosok Pemimpin Perempuan, Sosok Ibu di Jalan Raya, Banyak masyarakat Halteng menilai bahwa kehadiran Kasat Lantas perempuan menghadirkan warna baru dalam pelayanan polisi lalu lintas. Jiwa keibuan menjadikan setiap teguran terasa sebagai nasihat seorang ibu kepada anaknya, sehingga lebih mudah diterima dan menumbuhkan kesadaran tanpa rasa tertekan.
Menuju Budaya Berlalu Lintas yang Lebih Baik, Dengan pendekatan humanis dan program nyata, Satlantas Polres Halteng berharap bisa menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Lebih dari sekadar aturan, keselamatan jalan raya kini dikemas sebagai gerakan bersama yang penuh rasa kekeluargaan. (Red)





Komentar