LABUHA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa (Kades) Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Muhamad Abdul Fatah.

Dimana, Muhamad Abdul Fatah diduga kuat mengelapkan Gaji para Kaur selama 8 Bulan dan anggara Bantuan Langsung Tunai (BLT) ratusan juta rupiah.

Hal ini disampaikan Ketua Devisi Investigasi LSM FDAK Halsel, Abdul Salam Hi Ali kepada malutline.com, Kamis (10/10/2024) melalui saluran teleponnya.

Abdul mengatakan, berdasarkan data investigasi atas aduan pendahuluan laporan masyarakat kepada LSM FDAK Halsel, menyebutkan bahwa Kades Kusubibi Muhamad Abdul Fatah diduga kuat tidak membayar gaji para kaur Desa selama 8 bulan.

Dikatakannya, pada proses pencairan Dana Desa (DD) tahap I Tahun Anggaran 2024, Kades diketahui tidak membayar gaji para kaur Desa termasuk para kader Posyandu, gaji para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Perlu diketahui gaji para Kaur dan Perangkat Desa yang belum dibayarkan Kades Muhamad Abdul Fatah tersebut sejak Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus dan sekarang masuk pada bulan September dan oktober juga belum dibayar.

“Jadi terhitung total semua 8 bulan gaji para kaur dan perangkat Desa lain belum dibayarkan hingga sekarang,” tuturnya.

Selain mendesak Kejari Halsel, Abdul juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Inspektorat Halsel untuk memanggil Kades Kusubibi, Muhamad Abdul Fatah untuk dapat menyelesaikan pembayaran gaji para Kaur Desa dan BLT.

“Karena para penerima sangat membutuhkan bantuan BLT tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Kades Kusubibi belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini dipublish. (Red)

Halsel – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tinggal terhitung hari. Hal ini berdasarkan dengan jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Diketahui bahwa jadwal Pilkada akan dilaksanakan pada 27 November atau 59 Hari lagi.

Diketahui juga bahwa dalam Pilkada sendiri, setiap kandidat dilarang keras untuk menggunakan Fasilitas yang bersumber dari anggaran Daerah maupun Negara. Selain itu juga, apabila ada kandidat yang ikut berpartisipasi dalam Pilkada sebagai mantan Kepala Daerah, harus mengeluarkan surat pengunduran diri sebagai Kepala Daerah. Sehingga, tidak lagi mengatasnamakan Kepala Daerah, dalam hal ini Bupati yang setiap agenda-agenda Kampanye. Baik itu Baliho, Vediotro ni, maupun yang lain yang berkaitan dengan itu.

Kantor Hukum SAFRI NYONG, S.H. & ASSOCIATES, yang bertindak sebagai Ketua Tim Hukum Jasri-Muhlis yang juga sebagai salah satu Peserta dalam calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Halsel secara resmi memberitahukan kepada Bawaslu agar melihat secara jeli Atribut-atribut yang masih terpampang secara jelas kandidat Petahana yang masih tersebar.

“Kami minta kepada Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan sebagai lembaga pengawasan harus profesional dalam tugas dan tanggungjawabnya. Hal semacam ini tentunya merugikan Kandidat yang lain,” jelasnya.

Dimana, Bassam Kasuba selaku Petahana yang juga ikut serta Kontestan di Pilkada Halsel masih terpampang jelas sebagai Kepala Daerah. Sedangkan saat ini sudah diisi Pj. Bupati.

“Untuk itu, dengan resminya, dimasukkan laporan tersebut. Kami meminta dalam hal ini Bawaslu Halsel. Agar kiranya bertindak tegas dan segara mencopot seluruh Atribut Baliho yang masih terpampang atribut Bassam Kasuba yang tertulis sebagai Bupati. Dan juga Vediotron yang ada di Zero Poin,” pintanya. (Sam)

HALSEL, Malutline – Calon Wakil Bupati nomor urut 4, Muhlis Djafaar, kembali menemui warga Kompleks Taba Soleh, Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Sabtu (9/10). Kehadiran Calon Wabup didampingi Tim Koalisi Juara (TKJ).

Muhlis Djafaar, dalam kesempatan itu menyerap sejumlah aspirasi dari warga setempat. Warga meminta perhatian serius pemerintah daerah terkait jalan tani dan pertanian. Sebab warga Taba Soleh rata-rata beraktivitas sebagai petani.

Merespon permintaan warga, Muhlis Djafaar, mengaku petani memiliki peran penting dalam kebutuhan hidup yang patut diapresiasi. ” Patut diapresiasi. Insya Allah jika amanah rakyat Halmahera Selatan ini ditujukan kepada kami, ke depan terkait kebutuhan petani Halmahera Selatan akan kita perhatikan terutama jalan tani. Ini dimaksudkan untuk memacu semangat kerja sehingga kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan oleh para petani,” katanya.

Selain itu, mantan anggota DPRD 4 periode itu memaparkan sejumlah program prioritas Jasri – Muhlis. Di bidang kesehatan dan pendidikan, mantan ketua DPRD Halsel ini menyebut jika ke depan terdapat warga yang sakit petugas wajib melayani terlebih dahulu.

“Warga yang sakit jika ke rumah sakit (RS) atau Puskesmas maka dilayani segera dan administrasi belakangan. Harusnya pelayanan pasien itu diutamakan dulu,” Ucapnya. (Sam)

Halsel – Warga Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan, dukung penuh pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 4, Jasri Usman-Muhlis Djafaar.

Pasalnya, program yang disampaikan Jasri-Muhlis menyentuh langsung ke masyakarat, salah satunya program mendorong usaha bagi kaum perempuan yang setara.

Pada Minggu (6/10) kemarin, Paslon bertagline JUARA ini kampanye di Desa Wayaua, warga sangat antusias menyambut kedatangan mereka. bahkan, dengan suara tegas warga berteriak “Halsel harus JUARA yang lain lewat dulu”.

“Torang (kami) siap menangkan kandidat nomor urut 4 Jasri-Muhlis,” teriak salah satu warga Wayaua saat kampanye tersebut.

Melihat warga yang sangat bersemangat pada kampanye tersebut, calon bupati Jasri Usman mengucapkan rasa syukur atas kehadiran warga.

“hari ini (Minggu) mestinya saya pe mama-mama, orang tua dan saudara berada di kebun, tapi hari ini begitu banyak warga hadiri kampanye Jasri-Muhlis, menandakan ada keinginan  perubahan,” ungkapnya

Jasri kembali menegaskan, bersama Muhlis Djafaar akan berdiri untuk semua golongan dalam kebijakan.

“Orang tua saya berpesan kalau hak orang lain jangan diambil, tapi hak kita bisa kita berikan kepada orang lain. Untuk itu, paslon Jasri Muhlis akan adil dalam membuat kebijakan tanpa memandang perbedaan,”ucap Jasri.

Jasri mengungkapkan, di Maluku Utara, Halsel memiliki jumlah penduduk terbanyak jika dibandingkan dengan Kabupaten kota. Namun, masih banyak masalah yang belum terselesaikan, terutama masyarakat Halsel masih kesulitan mendapat akses Pendidikan dan kesehatan yang layak serta sektor Pembangunan infrastruktur.

“Kalau kami diberikan amanah memimpin Halmahera Selatan 5 tahun kedepan, kami akan jalankan program dengan baik untuk kepentingan Halsel yang unggul semua di bidang,” katanya.

Sementara, calon wakil bupati Muhlis Djafaar menyampaikan, paslon Jasri-Muhlis selain memiliki program bantuan hukum gratis dan pembangunan infrastruktur, adapun program insentif imam, badan sarah, pendeta dan majelis gereja.

“Peran para imam dan pendeta selama ini kita abaikan, padahal mereka melayani umatnya tanpa batas waktu, untuk itu Jasri-Muhlis mengusung program memberikan intensif,” ujarnya.

Jasri-Muhlis mengharapkan dukungan dari warga pada 27 November nanti, Desa Wayaua menjadi titik kemenangan. (Sam)

LABUHA – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Wakilnya periode Tahun 2024-2025.

Pemilihan Ketua OSIM tersebut diselenggarakan secara sederhana di Lapangan upacara pada Halaman MTs Negeri 2 di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Sabtu (5/10).

Setiap Paslon mensosialisasikan visi dan misinya disampaikan dihadapan teman-temannya melalui kampanye Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM.

Sebelum pelaksanaan pemilihan, setiap Pasangan Calon (Paslon) harus mensosialisasikan visi dan misinya disampaikan dihadapan teman-temannya melalui kampanye Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua dilakukan secara langsung dengan menerapkan prinsip demokrasi terbuka yaitu menggunakan hak yang dimiliki untuk memilih kandidat yang layak menjadi ketua OSIM.

Adapun kandidat Paslon, Wakil Ketua dan Wakil Ketua OSIM terdiri dari atas 5 Paslon diantaranya, Paslon nomor 1 Alika Azalia dan Nur adinda 2. Masria dan Afdal sadar 3. Insya Arfa dan Sulvani Putri 4.chao B T dan Cucu Aliya 5. Asila N Mahmud dan Sitya A Akila.

Wakil Ketua dan Wakil Ketua OSIM terdiri dari atas 5 Paslon.

Seluruh siswa MTs Negeri 2 Halsel berjumlah 311 dan yang menyalurkan hak pilihnya berjumlah pilih 245, proses pemungutan suara dilakukan dengan cara mencoblos gambar kandidat yang dipilih bertempat di bilik pemungutan suara. Sehingga prinsip rahasia betul-betul terjaga. Seluruh pemilih diharapkan menggunakan hak pilihnya secara benar, sehingga tidak ada kecurangan.

Dari hasil pemungutan suara diperoleh sebagai berikut Paslon nomor urut 1 Alika azalia dan nur adinda memperoleh 2 suara pasangan nomor urut 2. Masria dan Afdal Safar memperoleh 8 suara pasangan nomor urut 3. Inaya Arfa dan Sivani putri memperoleh 21 suara pasangan nomor urut 4. Chao b.t dan aliya memperoleh 96 suara dan pasangan nomor urut 5 Ashila N machmud dan Sitya A Qilah memperoleh 118 suara. Sehingga dari Lima pasangan Calon Ketua dan Calon wakil ketua OSIM MTs Negeri 2 Halsel di menangkan Paslon nomor urut 5 Ashila N Machmud dan Sitya A Gilah dengan perolehan suara tertinggi.

Pemilihan Ketua OSIM tersebut diselenggarakan secara sederhana di Lapangan upacara pada Halaman MTs Negeri Halsel.

Hal ini disampaikan Pembina OSIM MTs 2 Halsel Walid M Gani. SP.d dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan pemilihan Osim ini yang paling penting para siswa harus menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik yang di terapkan di lingkungan yang positif di madrasah maupun di luar lingkungan madrasah dan Alhamdulillah pelaksanaan pemilihan Ketua OSIM berjalan dengan lancar, sportif dan tanggung jawab sesuai dengan harapan.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan bisa membekali siswa MTs Negeri 2 Halsel kecakapan pelaksanaan Pemilihan Umum yang benar.

Pembina OSIM MTs 2 Halsel Walid M Gani. SP.d.

Selain itu juga, dapat membentuk karakter siswa berkaitan dengan prinsip kejujuran, sportif, toleransi dan kerjasama.

“Saya berharap agar Ketua dan anggota OSIM dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak madrasah, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Komunikasi yang baik antara OSIM dan Staf pengajar sangat penting untuk mencapai tujuan bersama,” harap Kepala MTs Negeri 2 Halsel, Zainudin Rahman S.pdi. (Red)