Malut Line

BANDUNG, Malutline— Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Sebanyak 15 camat dan 125 kepala desa resmi mengikuti Retreat Kepemimpinan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Rombongan tiba di Kota Bandung dan disambut hangat oleh Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Halsel, Drs. Bustami Soleman, M.Si, didampingi Kepala Dinas DPMD, M. Zaky Abd. Wahab, Kabag Pemerintahan, Mahmud Samiun, serta Direktur Pusat Studi Pengembangan Kompetensi, Sulaiman, S.IP.

Usai penyambutan, para peserta menerima pengarahan awal sebelum berangkat menuju Kampus IPDN Jatinangor. Setibanya di lokasi, mereka diterima langsung oleh Dekan IPDN, Dr. Sri Hartati, M.Si, beserta jajaran civitas akademika.

Kegiatan Retreat atau Latihan Kepemimpinan Kepala Desa ini akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan pada 14–18 Oktober 2025, dengan fokus pada penguatan karakter kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, dan inovasi pembangunan berbasis potensi lokal.

Kepala DPMD Halsel, M. Zaky Abd. Wahab, menjelaskan bahwa upacara pembukaan resmi kegiatan akan digelar Senin, 13 Oktober 2025, di Lapangan Kampus IPDN. Acara tersebut akan dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang dijadwalkan memberikan arahan kebijakan dan motivasi bagi seluruh peserta retreat.

“Program ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa agar mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin dinamis,” ujar Zaky.

Menurutnya, pelatihan di lingkungan akademis IPDN bukan sekadar pembekalan teori, tetapi juga pembentukan karakter dan disiplin aparatur desa.

“Kami ingin kepala desa Halsel tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelayanan publik. Itu kunci menuju pemerintahan desa yang maju, mandiri, dan profesional,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam menyiapkan aparatur desa yang berdaya saing tinggi, visioner, dan siap membawa perubahan positif di tingkat desa.(Jul/Red)

LABUHA, Malutline. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa yang dialokasikan untuk pembentukan dan operasional Koperasi Merah Putih di tingkat desa.

Kepala DPMD Halsel, M. Zaki Abdul Wahab, menjelaskan bahwa penggunaan Dana Desa untuk mendukung pembentukan koperasi telah diatur secara ketat dalam Permendesa PDT Nomor 10 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025.

Menurut Zaki, maksimal 3 persen dari total Dana Desa dapat digunakan untuk biaya operasional pembentukan koperasi, seperti biaya koordinasi, rapat pembentukan, dan pengurusan akta pendirian. Namun, Dana Desa tidak boleh dikelola secara langsung oleh koperasi.

“Dana Desa hanya boleh digunakan untuk mendukung proses awal pembentukan koperasi, bukan untuk dikelola sebagai modal usaha. Kami tekankan agar setiap kepala desa dan pengurus koperasi memahami aturan ini,” ujar M. Zaki Abdul Wahab, Jumat (10/10/2025).

Ia juga menegaskan, setelah program Koperasi Merah Putih mulai berjalan, pihaknya akan lebih ketat melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran serta menjamin agar dana yang disalurkan tepat sasaran dan tepat guna.

“Ketika koperasi sudah mulai beroperasi, pengawasan akan ditingkatkan. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah Dana Desa yang digunakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi berbasis komunitas lokal. (Red)

LABUHA, Malutline — Aksi tidak terpuji terjadi di lingkungan aparat penegak hukum. Seorang oknum sekuriti DPRD Halmahera Selatan (Halsel) bernama Takdir Abdulah diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga, Abd. Azis Lasaibu alias Randu, di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halsel, Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 13.00 WIT.

Insiden ini terjadi saat korban mendampingi mertuanya, Taslim Kader, dalam proses mediasi perjanjian kerja jual beli papan dan balok antara dirinya dengan pelaku di ruang SPKT. Dalam pertemuan yang dimediasi oleh petugas piket SPKT, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat terkait persoalan tersebut.

Namun suasana mediasi berubah tegang ketika korban menyampaikan tanggapan terkait perbedaan pendapat mengenai jenis kayu yang disebut pelaku tidak sesuai pesanan.

“Saya hanya bertanya, kalau kayu yang kami siapkan dianggap bengkok, kenapa tidak beli saja di pangkalan lain? Kan banyak tempat di Labuha,” ujar Abd. Azis saat dikonfirmasi Malutline.

Pernyataan itu diduga membuat pelaku tersulut emosi. Tanpa diduga, Takdir Abdulah langsung melayangkan pukulan ke wajah korban di depan petugas SPKT yang bertugas sebagai mediator. Akibat pemukulan itu, korban mengalami memar di bagian pipi dan mata sebelah kiri.

Tindakan pelaku dianggap tidak beretika dan arogan, apalagi dilakukan di hadapan aparat penegak hukum dan di dalam lingkungan kantor polisi.

Ironisnya, usai kejadian, korban mengaku mendapat intimidasi dari salah satu anggota Polres Halsel, berinisial Adi, yang disebut-sebut merupakan teman dekat pelaku. Oknum tersebut diduga membela pelaku dan menggertak korban dengan nada keras, hingga suara bentakan terdengar hingga ke luar ruang SPKT.

“Saya merasa tertekan dan tidak nyaman. Harusnya polisi melindungi, bukan malah ikut menekan warga yang menjadi korban,” tegas Abd. Azis.

Atas kejadian ini, korban telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke pihak berwenang dan meminta agar kasus ini diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap Kapolres Halmahera Selatan dapat menindak tegas setiap bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum di lingkungan kepolisian, agar kepercayaan publik terhadap institusi Polri tetap terjaga. (Red)

LABUHA, Malutline — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Nur S.yifah Al Haddad, siswi asal Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang internasional Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Nur Syifah, yang saat ini menempuh pendidikan di SMA IT Nurul Hasan Ternate, menjadi salah satu pelajar terpilih dari Indonesia Timur untuk mengikuti program bergengsi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga pendidikan dan kepemudaan resmi yang terdaftar di Kemenkumham RI.

Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor 001/I/LOA-JIES/X/2025 tertanggal 10 Oktober 2025, Nur Syifah ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Melalui kegiatan ini, Nur Syifah akan berpartisipasi dalam sejumlah program internasional seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour di The University of Tokyo, program volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, hingga aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba, Jepang.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa lolos menjadi delegasi Indonesia. Ini kesempatan besar untuk belajar tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Halmahera Selatan,” ujar Nur Syifah penuh semangat saat dihubungi Malutline, Jumat (11/10/2025).

Namun, di balik prestasi tersebut, Nur Syifah menghadapi kendala pendanaan. Untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Jepang, ia membutuhkan biaya sebesar Rp 18.500.000,-. Dana tersebut mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi, asuransi, serta kontribusi kegiatan internasional selama di Jepang.

Karena itu, siswi kelahiran Ngokomalako, 20 Mei 2010 ini sangat berharap adanya dukungan moril dan finansial dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, terutama Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, agar ia dapat membawa nama baik Halsel di kancah dunia.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak dari pelosok desa seperti saya juga bisa berprestasi di tingkat internasional. Semoga Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bisa membantu saya mewujudkan mimpi ini,” harap Nur Syifah.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Nur Syifah sebagai perwakilan Maluku Utara. (Red)

TERNATE, Malutline — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Maluku Utara. Salah satu siswi berprestasi dari SMA Negeri 3 Kota Ternate, Maya Dira Suriandi, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Program internasional ini akan berlangsung di Tokyo, Chiba, Saitama, Ibaraki, dan Yamanashi (Mt. Fuji) dan diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga kepemudaan yang telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Dalam Letter of Acceptance (LoA) bernomor 001/I/LOA-JIES/X/2025, Maya dinyatakan lolos sebagai delegasi pada kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus peserta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Melalui kesempatan tersebut, Maya akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan sosial, seperti volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, leadership sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, kunjungan kampus ke The University of Tokyo, serta aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Chiba, Jepang.

Selain itu, para peserta juga akan terlibat dalam SDGs Conference, entrepreneurship session, dan Mount Fuji tour yang dikemas sebagai bagian dari edukasi lintas budaya.

“Ini kesempatan langka untuk belajar langsung tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Maluku Utara,” ujar Maya penuh semangat.

Untuk mewujudkan keberangkatannya, Maya kini tengah berupaya mencari dukungan dan bantuan pendanaan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Total biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebesar Rp 12.900.000,-, mencakup akomodasi, transportasi lokal di Jepang, konsumsi, asuransi, serta kontribusi kegiatan internasional.

Maya berharap, dengan dukungan moril dan materil dari pemerintah serta masyarakat Maluku Utara, dirinya dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di kancah internasional.

“Saya ingin membuktikan bahwa pelajar dari Maluku Utara juga mampu bersaing dan berprestasi di level dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., mengatakan bahwa program JIES 2025 dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kreativitas generasi muda dalam konteks global.

“Kami bangga ada delegasi dari Ternate. Ini bukti bahwa anak-anak dari Indonesia Timur punya potensi luar biasa untuk berkontribusi di forum internasional,” ujarnya.

Program Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 menjadi wadah bagi pelajar dari berbagai negara untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berdialog tentang keberlanjutan dunia melalui semangat Sustainable Development Goals (SDGs). (Red)