Malut Line

HALSEL, Malutline – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Ketua Komisi II DPRD Halmahera Selatan, Rustam Djalil, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penuh makna kepada seluruh masyarakat.

Melalui sebuah baliho ucapan yang tersebar di sejumlah titik strategis, Rustam Djalil mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” demikian pesan yang disampaikan.

Dalam ucapannya, Rustam menekankan pentingnya kembali ke fitrah di hari yang suci ini. Ia berharap seluruh masyarakat diberikan kesehatan, keberkahan, serta kebahagiaan dalam menjalani kehidupan ke depan.

“Semoga di hari yang suci ini, kita semua kembali fitrah, diberikan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Halmahera Selatan untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan sinergi dalam membangun daerah agar lebih maju dan sejahtera.

“Momentum Idul Fitri ini harus menjadi titik awal untuk mempererat silaturahmi serta terus bersinergi membangun Halmahera Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.

Ucapan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai pesan itu bukan sekadar formalitas, tetapi juga bentuk kepedulian seorang wakil rakyat terhadap kondisi sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Di tengah suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan, pesan-pesan seperti ini menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga refleksi diri, memperbaiki hubungan antar sesama, serta memperkuat komitmen untuk kemajuan bersama.

Dengan semangat Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat Halmahera Selatan diharapkan dapat terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan bahu-membahu dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik.

Hari kemenangan pun menjadi lebih bermakna ketika diisi dengan kebersamaan, kepedulian, dan harapan untuk kehidupan yang lebih harmonis di Bumi Saruma. (Bur)

HALSEL, Malutline – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Harita Nickel untuk menyampaikan ucapan penuh makna kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah operasionalnya di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Melalui sebuah desain visual yang menampilkan keindahan kawasan industri yang berpadu dengan lanskap pesisir, perusahaan ini mengajak semua pihak untuk menjadikan Idulfitri sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan.

Dalam ucapan resminya, Harita Nickel menyampaikan “Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, Mohon maaf lahir dan batin.” Pesan sederhana namun sarat makna ini menjadi refleksi penting setelah menjalani bulan suci Ramadan, di mana umat Muslim ditempa untuk meningkatkan kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kawasan Industri Obi yang menjadi latar dalam ucapan tersebut menggambarkan sinergi antara pembangunan industri dan kehidupan masyarakat lokal. Terlihat jelas aktivitas pelabuhan, pemukiman warga, serta bentang alam yang indah, menjadi simbol bagaimana industri dan masyarakat dapat tumbuh berdampingan.

Harita Nickel sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan, khususnya melalui sektor pertambangan dan hilirisasi nikel.

Perayaan Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan secara spiritual, tetapi juga sebagai momen evaluasi diri dan memperbaiki hubungan sosial. Harita Nickel menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan, yang terus berupaya menjunjung tinggi keharmonisan dengan masyarakat sekitar.

Selain itu, kehadiran industri di Pulau Obi turut membawa dampak signifikan, baik dari sisi lapangan pekerjaan maupun peningkatan infrastruktur. Jalan, fasilitas umum, hingga geliat ekonomi lokal menjadi bukti nyata perubahan yang dirasakan masyarakat. Meski demikian, perusahaan juga diharapkan terus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, agar keberlanjutan tetap terjaga di masa depan.

Idulfitri tahun ini pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana nilai kemanusiaan dan kebersamaan dijaga. Dengan semangat saling memaafkan, Harita Nickel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun hubungan yang harmonis, saling mendukung, dan bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Halmahera Selatan.

Di tengah suasana penuh kebahagiaan, gema takbir yang berkumandang menjadi simbol kemenangan dan harapan baru. Harita Nickel berharap, Idulfitri kali ini membawa berkah, kedamaian, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. (Bur)

LABUHA, Malutline– Pembangunan Puskesmas Laluin di Kabupaten Halmahera Selatan kini menjadi sorotan publik. Proyek fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi sarana pelayanan bagi masyarakat itu diduga dikerjakan menggunakan material lokal yang dinilai tidak memenuhi standar konstruksi bangunan kesehatan.

Sorotan tersebut datang dari LSM Front Anti Korupsi Indonesia (FAKI) Provinsi Maluku Utara. Ketua FAKI Maluku Utara, Dani Haris Purnawan, menyatakan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam pekerjaan pembangunan puskesmas tersebut, terutama terkait kualitas material bangunan yang digunakan.

Menurut Dani Haris Purnawan, proyek pembangunan Puskesmas Laluin seharusnya mengikuti standar konstruksi fasilitas kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, mengingat bangunan tersebut nantinya akan digunakan untuk pelayanan medis bagi masyarakat.

“Bangunan puskesmas itu bukan bangunan biasa. Ada standar teknis yang harus dipenuhi, baik dari segi material maupun konstruksi. Namun yang kami temukan di lapangan justru diduga menggunakan material lokal yang tidak memenuhi standar,” ungkap Dani.

Ia juga menyoroti lambannya proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara yang hingga saat ini disebut belum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pekerjaan proyek tersebut.

Menurutnya, sikap BPK yang belum melakukan audit membuat publik bertanya-tanya. Bahkan ia menilai kondisi ini seolah-olah membuat persoalan proyek tersebut terkesan “masuk angin” atau tidak segera ditindaklanjuti secara serius.

Selain itu, FAKI juga menyoroti dugaan adanya koordinasi antara pihak pelaksana proyek dengan sejumlah pihak penegak hukum. Pihak pelaksana proyek yang diketahui bernama Hi Asbar disebut telah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara terkait pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.

Namun demikian, Dani Haris Purnawan mengaku pihaknya justru mempertanyakan peran pengawasan dari aparat penegak hukum di daerah. Pasalnya, menurut informasi yang mereka peroleh, pihak Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan yang disebut sebagai pengawas proyek tersebut dinilai tidak pernah turun langsung ke lokasi pekerjaan.

“Kami sangat menyayangkan jika benar pengawasan tidak dilakukan secara maksimal. Padahal proyek ini menyangkut fasilitas kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, FAKI Maluku Utara menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila bangunan Puskesmas Laluin tetap diresmikan tanpa adanya audit dan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan.

Dani Haris Purnawan menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap membawa persoalan ini ke tingkat pusat. Jika peresmian tetap dilakukan sementara dugaan penggunaan material tak standar belum ditindaklanjuti, maka pihaknya akan melaporkan kasus tersebut langsung ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Jika bangunan ini tetap diresmikan tanpa adanya pemeriksaan menyeluruh, maka kami akan melaporkan secara resmi ke Kementerian Kesehatan di Jakarta. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pihak terkait, baik pemerintah daerah, BPK maupun aparat penegak hukum, segera turun tangan melakukan pemeriksaan secara terbuka dan transparan terhadap proyek pembangunan Puskesmas Laluin.

FAKI menilai bahwa pembangunan fasilitas kesehatan harus benar-benar memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah, karena bangunan tersebut akan digunakan dalam jangka panjang untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait di Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan material bangunan yang tidak memenuhi standar tersebut.

Kasus ini pun berpotensi menjadi perhatian publik jika benar adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunan fasilitas kesehatan yang menggunakan anggaran negara. Banyak pihak berharap agar proses audit dan pengawasan dapat segera dilakukan guna memastikan kualitas bangunan serta mencegah kerugian negara. (Red)

LABUHA, Malutline– Kasus dugaan penipuan online yang menyeret nama terduga pelaku, Claudya Kandijoh Moningka, kini semakin memanas dan menyita perhatian publik. Sejumlah korban mulai membuka suara, mengungkap kerugian yang tidak sedikit—bahkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Para korban mengaku awalnya tergiur dengan penawaran barang seperti bad cover dan mukena dengan harga miring. Transaksi dilakukan secara bertahap, bahkan ada yang memesan dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Namun, barang yang dijanjikan tak pernah sampai ke tangan pembeli.

Lebih mengejutkan lagi, dugaan ini tidak berdiri sendiri. Korban menyebut bahwa terduga pelaku diduga beraksi bersama anggota keluarganya, membangun kepercayaan dengan komunikasi yang sopan dan meyakinkan.

Untuk memperkuat dugaan, korban juga membagikan percakapan langsung dengan terduga pelaku yang kini beredar luas di media sosial:
Korban:

“Ka, barang pesanan kami sudah dikirim atau belum? So lama sekali.”
Terduga Pelaku:
“Iya kak, ini lagi diproses. Sabar sedikit ya, barang banyak jadi agak delay.”
Korban,

“Kami sudah transfer semua, tolong jangan sampe kami dirugikan.”

Terduga Pelaku:
“Aman kak, saya jaga kepercayaan. Barang pasti sampai.”
Namun, setelah beberapa hari hingga berminggu-minggu, janji tersebut tak kunjung ditepati.

Korban: “Ka, ini sudah lama sekali, kenapa tidak ada kejelasan?” (Tidak ada balasan) Korban: “Ka? Tolong jawab. Ini uang usaha kami.”
(Pesan tidak lagi terkirim / nomor tidak aktif)

Sejak saat itu, komunikasi terputus total. Nomor kontak tidak bisa dihubungi, akun media sosial menghilang, dan keberadaan terduga pelaku, Claudya Kandijoh Moningka, bersama pihak keluarga yang diduga terlibat, hingga kini tidak diketahui, Kondisi ini memicu kemarahan publik. Warganet mendesak aparat penegak hukum di Halmahera Selatan untuk segera bertindak cepat, mengusut tuntas kasus ini, dan memburu pihak-pihak yang diduga telah melarikan diri.

“Kalau benar sudah kabur, ini harus segera ditindak. Jangan sampai korban terus bertambah,” tulis salah satu netizen.
Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada bisnis online. Kepercayaan yang dibangun justru berubah menjadi luka dan kerugian besar.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari terduga pelaku, sementara para korban berharap keadilan segera ditegakkan.

Apakah aparat akan bergerak cepat memburu terduga pelaku yang diduga kabur bersama keluarganya? Ataukah kasus ini akan kembali hilang tanpa jejak?
Masyarakat Halsel kini menunggu jawaban—karena kerugian sudah nyata, dan keadilan tidak boleh sekadar janji. (Red)

TERNATE,Malut- Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Hidayat FC kecamatan Bacan kabupaten Halmahera Selatan Salah satu pemain terbaik yang selama ini menjadi andalan tim, M. Bayu Ardiansah, resmi dinyatakan lulus seleksi TNI Angkatan Darat pada 17 Maret 2026.

Keberhasilan ini menjadi cerita inspiratif bagi banyak orang, khususnya generasi muda di desa yang tersebar di 249 desa 30 kecaman yang selama ini mengenal Bayu sebagai pemain sepak bola berbakat dengan nomor punggung 7.

Di lapangan hijau, nama Bayu sudah tidak asing lagi bagi para pecinta sepak bola lokal. Ia dikenal sebagai pemain yang memiliki semangat juang tinggi, cepat, dan tajam di lini depan. Dalam setiap pertandingan bersama Hidayat FC, Bayu selalu tampil penuh energi dan sering menjadi tombak serangan yang merepotkan lawan-lawannya.

Namun kini, perjalanan hidup Bayu memasuki babak baru. Setelah dinyatakan lulus seleksi, ia akan melanjutkan pendidikan militer di Kota Ambon pada 24 Maret 2026, setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Langkah ini menjadi awal pengabdian Bayu kepada bangsa dan negara sebagai abdi negara di TNI Angkatan Darat.

Bagi keluarga besar Hidayat FC, keberhasilan Bayu tentu membawa rasa bangga sekaligus haru. Sosok yang selama ini selalu tampil di lapangan dengan nomor punggung 7 itu kemungkinan besar tidak lagi bermain di Liga Piala Bupati Cup pada musim mendatang karena harus fokus menjalani pendidikan militer.

Meski begitu, rekan-rekan setim, manajer, dan para pendukung Hidayat FC mengaku sangat bangga atas pencapaian tersebut. Mereka menilai Bayu bukan hanya hebat di lapangan sepak bola, tetapi juga mampu membuktikan bahwa anak desa pun bisa meraih cita-cita besar dan mengabdi kepada negara.

“Bayu bukan hanya pemain hebat bagi Hidayat FC, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di desa ini,” ujar salah satu rekan setimnya.

Keluarga besar desa dan tim Hidayat FC pun mengirimkan doa terbaik untuk Bayu agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama menjalani pendidikan di Ambon. Harapan besar pun disematkan agar ia kelak menjadi prajurit TNI yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas negara.

Kepergian Bayu dari lapangan sepak bola mungkin akan meninggalkan kerinduan bagi tim dan para pendukung, tetapi kisah perjuangannya akan selalu dikenang sebagai cerita inspiratif.

Dari lapangan sepak bola desa hingga menjadi prajurit TNI, langkah M. Bayu Ardiansah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan tekad kuat mampu mengantarkan seseorang meraih masa depan yang lebih besar. (Jais)