TERNATE, Malutline– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda kembali menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebanyak 100 ekor sapi kurban disiapkan secara gratis untuk dibagikan kepada masyarakat di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Program tersebut langsung mendapat perhatian dan apresiasi luas dari masyarakat. Pasalnya, bantuan hewan kurban itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial keagamaan semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.

Langkah Gubernur Sherly Tjoanda dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah rakyat, terutama menjelang momen Idul Adha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

“Ini bukan hanya soal pembagian sapi kurban, tetapi bagaimana pemerintah hadir membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Ternate.

Program pembagian 100 sapi kurban tersebut akan disalurkan secara merata ke berbagai daerah di Maluku Utara, mulai dari Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Pulau Morotai, Kepulauan Sula hingga Pulau Taliabu.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menilai momentum Idul Adha harus menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian antar sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kebijakan tersebut juga dianggap sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat serta membantu stabilitas harga pangan di Maluku Utara.

Berdasarkan data terbaru, inflasi Maluku Utara pada Mei 2026 berhasil ditekan hingga berada di angka 2,03 persen. Angka tersebut dinilai cukup positif di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terjadi di sejumlah daerah.

Keberhasilan menjaga stabilitas inflasi itu disebut tidak lepas dari langkah-langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga distribusi pangan, memperkuat pasokan bahan kebutuhan masyarakat serta menghadirkan berbagai program bantuan sosial.

Kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda pun mulai mendapat perhatian publik karena dianggap lebih fokus pada kerja nyata dibanding sekadar pencitraan politik.

Di saat ruang media sosial dipenuhi perdebatan dan konflik kepentingan, masyarakat justru berharap lahirnya pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan ekonomi maupun sosial.

“Rakyat hari ini tidak butuh banyak janji. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan nyata dan keberpihakan pemerintah,” ungkap seorang warga.

Program 100 ekor sapi kurban gratis tersebut menjadi salah satu simbol komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menjaga nilai kebersamaan, memperkuat kepedulian sosial serta memastikan masyarakat tetap merasakan perhatian pemerintah, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Dengan semangat Idul Adha 2026, masyarakat Maluku Utara berharap program-program pro rakyat seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok daerah. (Red)

HALTENG, Malutline– Dugaan penyimpangan proyek pembangunan Turap Beton Perkantoran KM 3 Desa Fidy Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, kini semakin memanas. Proyek bernilai Rp4.999.993.000 yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024–2025 itu bakal resmi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dilakukan audit menyeluruh.

Langkah tegas tersebut disampaikan Lembaga Kesejahteraan SILOLOA (LKS-SILOLOA) Kota Ternate melalui laporan resmi bernomor LP-023/LKS-SILOLOA/Tte-MU/V/2026 tertanggal 23 Mei 2026. Dalam laporan itu, lembaga tersebut menilai proyek turap beton yang melekat pada Dinas PUPR Halmahera Tengah diduga sarat penyimpangan dan perlu diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.

Ketua LKS SILOLOA, Risno Mukaram, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap dugaan praktik korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat Halmahera Tengah.

“Proyek miliaran rupiah ini wajib dibuka secara terang benderang. Kami mendesak Kejati Maluku Utara segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut,” tegas Risno.

Dalam laporan itu, LKS SILOLOA juga meminta aparat penegak hukum memanggil dan memeriksa Kepala Dinas PUPR Halmahera Tengah, Rislawati Karim, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana bernama Lely, serta pihak-pihak lain yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Tidak hanya Kejati Malut dan KPK, lembaga tersebut juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) agar segera turun melakukan audit total terhadap penggunaan anggaran proyek turap beton tersebut.

Menurut mereka, audit penting dilakukan guna memastikan apakah pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan hukum atau justru terdapat indikasi penyalahgunaan anggaran negara.

“BPK harus turun audit. Jangan sampai proyek yang menggunakan uang rakyat justru dikerjakan asal-asalan dan merugikan negara,” ujar salah satu pengurus lembaga.

LKS SILOLOA menilai seluruh proyek infrastruktur pemerintah wajib dilaksanakan secara profesional, transparan dan sesuai standar mutu pekerjaan. Mereka juga mengutuk keras segala bentuk praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dalam proyek pembangunan di Maluku Utara.

Selain itu, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh proyek pembangunan agar kualitas pekerjaan benar-benar terjamin dan tidak menjadi ajang memperkaya diri oknum tertentu.

Jika laporan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius, LKS SILOLOA mengaku siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor Kejati Maluku Utara maupun instansi terkait lainnya.

Bahkan mereka memastikan kasus tersebut akan dibawa hingga ke tingkat nasional dengan melaporkannya langsung ke KPK RI dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

“Ini bentuk komitmen kami mengawal uang rakyat. Jika tidak ada keseriusan penanganan, kami akan turun aksi dan membawa persoalan ini ke Jakarta,” tegas mereka dalam pernyataan sikap.

Kasus dugaan korupsi proyek turap beton di Halmahera Tengah kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bekerja profesional dan transparan dalam membongkar dugaan penyimpangan proyek bernilai hampir Rp5 miliar tersebut tanpa pandang bulu. (Bur)

HALTENG, Malutline – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, semangat berbagi dan nilai pengorbanan mulai terasa di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Utara. Momentum hari besar umat Islam tersebut tidak hanya dimaknai sebagai tradisi penyembelihan hewan qurban semata, namun juga menjadi pengingat tentang arti keikhlasan, kepedulian, serta pengorbanan dalam kehidupan.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah, Masqun Abdul Kish, SH, usai memastikan hewan qurban berupa sapi milik Ketua Pe Sapi Qurban tiba dengan selamat di Kecamatan Malifut.

Menurutnya, ibadah qurban memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar penyembelihan hewan. Qurban mengajarkan manusia untuk mampu mengendalikan hawa nafsu, menekan ego, serta mengurangi kecintaan berlebihan terhadap dunia dan harta benda.

“Qurban bukan saja tentang menyembelih hewan, tetapi qurban memiliki arti menyembelih ego, cinta dunia, dan rasa sayang berlebihan terhadap harta,” ungkap Masqun Abdul Kish.

Ia mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali terikat pada ambisi duniawi, jabatan, kedudukan, hingga materi. Karena itu, melalui momentum Iduladha, umat Islam diajak kembali merenungi bahwa seluruh yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

“Dari qurban kita belajar untuk ikhlas, belajar melepaskan sesuatu yang dirasa sudah menjadi bagian dari hidup kita, seperti harta, tahta, jabatan dan ego. Karena pada hakikatnya semua hanya titipan,” ujarnya.

Masqun menambahkan, nilai-nilai qurban juga menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan antar sesama manusia. Melalui pembagian daging qurban, masyarakat diajak untuk saling berbagi kebahagiaan, terutama kepada warga yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi tersebut sangat penting untuk terus dijaga di tengah kehidupan sosial masyarakat saat ini. Ia berharap momentum Iduladha tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar mampu memperkuat solidaritas sosial dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Masqun juga menyampaikan rasa syukur karena hewan qurban berupa sapi yang akan disalurkan di wilayah Malifut telah tiba dalam keadaan sehat dan selamat.

“Alhamdulillah, sapi qurban sudah tiba dengan sehat dan selamat di Malifut. Semoga membawa keberkahan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerima,” katanya.

Kedatangan hewan qurban tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai bantuan hewan qurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Momentum Iduladha tahun ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, dan warga di berbagai wilayah Maluku Utara.

Masqun Abdul Kish turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum introspeksi diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama.

“Semoga semangat qurban tahun ini membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya.

Hari Raya Iduladha sendiri dikenal sebagai salah satu momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga mengandung pesan moral tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kemanusiaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. (Jul)

JAKARTA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan sukses meraih penghargaan bergengsi dalam ajang nasional bertema “Celebrating Greatness Inspiring Innovation Creating Legacy”.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, dalam seremoni penghargaan yang berlangsung megah dan penuh khidmat di Jakarta. Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, pimpinan perusahaan daerah, pejabat pemerintahan, serta perwakilan instansi dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Halmahera Selatan, sebab penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan PDAM Halsel dalam melakukan pembenahan, peningkatan pelayanan, serta penguatan tata kelola perusahaan daerah yang lebih profesional dan inovatif.

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Direktur PDAM Halsel Soleman Bobote menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga hasil dari kerja kolektif dan dukungan penuh pemerintah daerah dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik.

Menurut Soleman, penghargaan itu secara khusus dipersembahkan kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin yang selama ini konsisten memberikan dukungan, arahan, pembinaan, serta motivasi kepada jajaran PDAM Halsel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini kami persembahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan yang selalu mendukung dan membina kami sebagai pimpinan daerah sehingga PDAM Halsel dapat meraih prestasi ini,” ungkap Soleman Bobote.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan. Berbagai upaya pembenahan terus dilakukan, mulai dari peningkatan sistem pelayanan, penguatan manajemen internal, hingga komitmen menjaga kualitas distribusi air bersih bagi masyarakat.

Soleman juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh karyawan dan karyawati PDAM Halmahera Selatan yang selama ini tetap bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan loyalitas para pegawai menjadi salah satu kekuatan utama hingga PDAM Halsel mampu menunjukkan perkembangan signifikan dan memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

“Prestasi ini bukan hanya milik pimpinan, tetapi milik seluruh keluarga besar PDAM Halsel. Ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh karyawan dan karyawati yang selama ini terus berjuang meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Soleman turut menyampaikan terima kasih kepada DPRD Halmahera Selatan yang selama ini memberikan dukungan terhadap program pengembangan PDAM, termasuk masyarakat Halmahera Selatan yang terus memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Ia berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi baru bagi seluruh jajaran PDAM Halsel untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di seluruh wilayah Halmahera Selatan.

“Terima kasih juga kepada DPRD Halsel dan seluruh masyarakat Halmahera Selatan atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih baik lagi,” tambahnya.

Penghargaan nasional yang diterima PDAM Halsel tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan daerah, legislatif, dan masyarakat mampu melahirkan kemajuan yang positif dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus mendorong peningkatan pelayanan publik di berbagai sektor strategis, termasuk penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik dinilai mulai menunjukkan hasil nyata. Berbagai program pembenahan yang dilakukan secara bertahap berhasil meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah.

Keberhasilan PDAM Halsel meraih penghargaan tingkat nasional ini juga menjadi pesan positif bahwa daerah di Maluku Utara mampu bersaing di tingkat nasional apabila dikelola dengan komitmen, kerja keras, inovasi, dan kolaborasi yang baik.

Masyarakat Halmahera Selatan pun berharap penghargaan tersebut tidak menjadi akhir dari sebuah pencapaian, melainkan awal dari lahirnya inovasi dan terobosan baru demi mewujudkan pelayanan air bersih yang lebih baik, modern, profesional, dan merata hingga ke seluruh pelosok daerah.

Dengan diraihnya penghargaan bergengsi tersebut, nama Kabupaten Halmahera Selatan kembali harum di tingkat nasional. Prestasi itu sekaligus menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta kemajuan daerah secara berkelanjutan. (Red)

HALSEL, Malutline, 23 Mei 2026 – Lebih dari 30 masyarakat Desa Kawasi mengikuti kegiatan Jelajah Warisan Budaya yang diselenggarakan Harita Nickel di Kawasan Industri Obi pada Sabtu pagi ini (23/5). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat situs-situs sejarah, budaya, dan lingkungan yang berada di sekitar kawasan operasional perusahaan di Pulau Obi.

Kegiatan dipandu oleh dua tokoh pemuda Desa Kawasi, Jofi Cako dan Teo Jurumudi, berkolaborasi dengan tim dari perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi sejumlah titik penting seperti Danau Karo dan Benteng De Brill, yang selama ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Obi, khususnya Desa Kawasi.

Jofi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan untuk sama-sama menjaga sejarah serta warisan budaya yang ada di Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bahwa warisan budaya di Kawasi dan Pulau Obi adalah milik bersama. Karena itu, masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan perlu berjalan bersama untuk menjaga sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jofi.

Lokasi pertama yang dikunjungi peserta adalah Danau Karo, danau alami yang sejak lama dikenal masyarakat sebagai sumber kehidupan dan air bersih bagi desa-desa di lingkar Pulau Obi. Danau tersebut juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Desa Kawasi.

Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan Danau Karo sebagai salah satu sumber air untuk operasional industri, termasuk upaya pemantauan kualitas air secara berkala serta program penghijauan dan revegetasi yang dilakukan perusahaan untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan danau.

Beberapa peserta juga tampak berbagi cerita mengenai hubungan masyarakat dengan kawasan Danau Karo, termasuk kebun-kebun sagu milik warga yang berada di sekitar area danau. Dialog berlangsung terbuka antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, dan perusahaan mengenai sejarah kawasan serta perubahan yang terjadi di Pulau Obi dari masa ke masa.

Setelah dari Danau Karo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Benteng De Brill, peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1674 di Pulau Obi.

Benteng yang dahulu digunakan untuk menjaga monopoli perdagangan rempah-rempah ini sempat lama tertutup vegetasi sebelum kembali ditemukan dan dibersihkan pada awal operasional Harita Nickel di Obi. Saat ini, situs tersebut telah tercatat sebagai cagar budaya di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara bersama Harita Nickel.

Tetua adat masyarakat Desa Kawasi, Otniel Datang, mengatakan bahwa masyarakat setempat juga mengenal Danau Karo dengan beberapa sebutan lokal, seperti Talaga Diki-Diki maupun Talaga Ma Hilo dalam bahasa Tobelo, yang dalam bahasa Indonesia berarti Danau Damar. Menurutnya, nama tersebut muncul karena pada masa lalu warga sering mengambil getah damar di sekitar kawasan danau untuk kebutuhan penerangan.

“Sudah cukup lama saya tidak berkunjung ke sini. Suasananya masih terasa seperti dulu, dengan pulau kecil di tengah danau yang tetap menjadi bagian dari ingatan masyarakat Kawasi. Kondisinya masih terawat dan perlu terus dijaga bersama, karena selain bermanfaat untuk perusahaan dan masyarakat, danau ini juga punya nilai sejarah,” ujar Otniel.

Ia berharap generasi muda Kawasi bersama seluruh pihak dapat terus menjaga Danau Karo agar tetap lestari, karena danau tersebut juga menyimpan sejarah dan identitas budaya masyarakat.
Tokoh pemuda Desa Kawasi sekaligus Pembina Himpunan Solidaritas Pelajar Mahasiswa Kawasi (HSPMK), Teo Jurumudi, mengatakan kegiatan semacam ini penting agar masyarakat dapat melihat langsung situs-situs bersejarah yang berada di Pulau Obi.

“Danau Karo yang biasa disebut masyarakat sebagai danau besar, maupun Benteng De Brill atau Benteng Loji, merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Kawasi. Setelah melihat langsung, kondisi danau masih terjaga dengan air yang jernih dan dikelilingi pepohonan hijau. Ini menunjukkan kawasan tersebut masih dijaga dengan baik,” ujar Teo.

Teo menambahkan, keluarganya dahulu merupakan satu dari sekitar sepuluh kepala keluarga yang pernah tinggal di pulau kecil di tengah Danau Karo. Karena itu, kawasan tersebut memiliki kedekatan emosional bagi sebagian masyarakat Kawasi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal sejarah dan lingkungan di Pulau Obi.

Tanggapan dari Pemerintah Desa Kawasi
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menyampaikan apresiasi kepada Harita Nickel yang telah membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kawasan operasional perusahaan, termasuk lokasi-lokasi budaya bersejarah yang berada di sekitar area industri.

“Kita saksikan langsung bahwa alam di Desa Kawasi, khususnya di sekitar Danau Karo, tidak rusak seperti yang sering diisukan di luar. Kondisi danaunya masih terjaga, airnya jernih, dan kawasan di sekitarnya juga masih hijau. Selain itu, danau ini juga memberi manfaat bagi daerah melalui pajak air permukaan yang dibayarkan perusahaan,” ujarnya.

Upaya Berkelanjutan Perusahaan
Head of Technical Support Harita Nickel, Dian Kristiyanto, menjelaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjalankan operasional pertambangan dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial kemasyarakatan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Menurut Dian, perusahaan memahami bahwa area-area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill bukan hanya memiliki fungsi lingkungan, tetapi juga menyimpan sejarah, budaya, serta kedekatan emosional bagi masyarakat Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami menyadari bahwa menjaga area-area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, perusahaan menetapkan batas dan perimeter khusus untuk melindungi area-area tersebut dari aktivitas operasional pertambangan maupun smelter agar kelestariannya tetap terjaga untuk generasi mendatang,” kata Dian.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap area bernilai budaya dan lingkungan menjadi bagian dari komitmen dan prioritas perusahaan dalam menjalankan operasional di Kawasan Industri Obi, termasuk melalui penerapan Chance Find Procedure. Melalui prosedur tersebut, aktivitas kerja akan dihentikan sementara, apabila ditemukan indikasi benda atau situs bernilai sejarah maupun budaya, untuk selanjutnya dilakukan pengamanan area dan koordinasi dengan pihak terkait sesuai prosedur perusahaan.

Usai mendengarkan penjelasan dari Dian, Jofi menambahkan bahwa bagi masyarakat Desa Kawasi, menjaga situs sejarah bukan hanya tentang melindungi lokasi fisik, tetapi juga menjaga ingatan dan cerita yang diwariskan kepada generasi berikutnya. “Semoga hubungan baik dan kepedulian terhadap warisan budaya di Pulau Obi bisa terus dijaga bersama,” tutup Jofi. (Red)