HALSEL,Malutline.com Proyek pembangunan Puskesmas Laluin di Kabupaten Halmahera Selatan kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, anggaran biaya mobilisasi alat berat dan material lokal yang cukup besar senilai 700 juta rupiah diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, anggaran mobilisasi alat berat serta pengadaan material lokal dalam proyek tersebut hanya dipakai untuk biaya sewa angkut alat berat dan sebagian pembelian pasir hitam. Bahkan, sebagian material berupa batu karang terumbu laut disebut dibeli dengan harga yang sangat rendah, jauh di bawah standar harga yang tercantum dalam E-Katalog pemerintah.
Sejumlah pihak menilai praktik ini berpotensi merugikan keuangan negara. “Anggaran mobilisasi itu seharusnya mencakup seluruh biaya pemindahan alat berat dan material sesuai spesifikasi teknis proyek. Kalau hanya dipakai sebagian dan harga material tidak sesuai E-Katalog, maka patut diduga ada penyimpangan,” ujar salah satu sumber di lapangan yang enggan disebut namanya, Rabu (23/10/2025).
Proyek pembangunan Puskesmas Laluin sendiri diketahui merupakan bagian dari program peningkatan layanan kesehatan di wilayah Halmahera Selatan. Namun dugaan penyimpangan anggaran ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan dan transparansi pelaksanaan proyek.
Pihak Dinas Kesehatan maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, aktivis pemerhati kebijakan publik di Halmahera Selatan meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan Inspektorat Daerah, untuk segera melakukan audit dan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan tersebut.
“Kalau benar anggaran mobilisasi tidak digunakan sesuai kontrak, maka ini harus diusut. Jangan sampai uang negara dihabiskan tanpa hasil yang sepadan,” tegasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan proyek pembangunan di daerah yang seharusnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)




