HALTIM, Malutline – Pengelolaan Dana Desa yawal kecamatan wasilei selatan kabupaten Halmahera Timur Edi pada tahun anggaran 2024 kembali menjadi sorotan masyarakat setempat Pasalnya, sejumlah program dan kegiatan yang tercantum dalam laporan penggunaan anggaran diduga tidak terealisasi di lapangan, sehingga memunculkan dugaan adanya kegiatan fiktif dalam pengelolaan dana desa yang di lakukan kades yawal kecamatan wasilei timur tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, total pagu Dana Desa tahun 2024 mencapai Rp918.956.000 dan seluruhnya telah disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp380.782.400 atau sekitar 41,44 persen, sementara tahap kedua mencapai Rp538.173.600 atau 58,56 persen.

Namun, sejumlah kegiatan yang tercantum dalam rincian penggunaan anggaran tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Beberapa kegiatan di antaranya adalah pemeliharaan jalan desa, bantuan perikanan, peningkatan produksi peternakan, pembangunan sarana posyandu, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Dalam laporan tersebut tercatat anggaran cukup besar dialokasikan untuk pemeliharaan jalan desa sebesar Rp.213.018.591, bantuan perikanan sebesar Rp.108.000.000, serta peningkatan produksi peternakan mencapai Rp105.000.000. Selain itu, terdapat pula anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan desa sebesar Rp.60.670.000, serta berbagai kegiatan lain seperti pelatihan pengelolaan BUM Desa, penyelenggaraan posyandu, hingga program pendidikan nonformal.

Sayangnya, menurut sejumlah warga, sebagian kegiatan tersebut tidak terlihat realisasinya di lapangan. Bahkan ada program yang diduga hanya tercantum dalam laporan anggaran tanpa ada kegiatan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Banyak kegiatan yang tercantum dalam anggaran, tapi di lapangan masyarakat tidak melihat ada pembangunan atau kegiatan tersebut. Ini yang membuat warga mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan dana desa,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan masyarakat terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana desa yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah tersebut. Warga pun berharap adanya audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran desa agar tidak menimbulkan kerugian negara.

Sejumlah pihak juga mendesak Inspektorat Kabupaten Halmahera Timur agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa dan aparat pemerintah desa yang bertanggung jawab atas pengelolaan dana tersebut.

“Inspektorat harus segera melakukan audit dan pemeriksaan. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau kegiatan fiktif, maka harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Dana desa sendiri merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta melibatkan partisipasi masyarakat melalui mekanisme musyawarah desa.

Jika dugaan kegiatan fiktif ini benar terjadi, maka hal tersebut dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan keuangan negara yang dapat merugikan masyarakat desa yang seharusnya mendapatkan manfaat dari program pembangunan tersebut.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan investigasi agar persoalan ini menjadi terang benderang. Selain itu, langkah tegas dari aparat pengawasan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa.

Dengan adanya pemeriksaan dari Inspektorat, diharapkan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, serta jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka aparat penegak hukum diminta untuk menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. (Red)

MANADO, Malutline— Suasana kebahagiaan menyelimuti perayaan ulang tahun ke-17 seorang remaja bernama Catherine putri dari pasangan Charles Ong dan Erlyn Panget Di momen spesial ini, ucapan penuh doa dan harapan terbaik mengalir untuknya, menandai bertambahnya usia sekaligus langkah baru dalam perjalanan hidupnya.

Charles Ong saat di konfirmasi wartawan Sabtu (21/03/2026) mengatakan Perayaan ulang tahun ke-17 putrinya bukan sekadar bertambahnya angka usia, tetapi juga menjadi simbol kedewasaan dan awal dari babak kehidupan yang lebih luas. Catherine dikenal sebagai pribadi yang membawa energi positif, penuh kebaikan, serta mampu memberikan kehangatan bagi orang-orang di sekitarnya.

Ucapan selamat ulang tahun yang disampaikan pun sarat makna, Harapan agar hari istimewa ini membawa kebahagiaan tanpa batas, kejutan indah, serta momen-momen yang membahagiakan hati menjadi doa utama yang mengiringi langkahnya.

“Semoga hari istimewa ini membawa kebahagiaan yang tak terhingga, kesehatan, kesuksesan, serta pencapaian-pencapaian luar biasa di masa depan,” menjadi pesan yang menggambarkan harapan besar untuk Catherine.

Memasuki usia 17 tahun, Catherine diharapkan terus tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan tidak pernah berhenti mengejar impian. Setiap langkah ke depan diyakini akan membuka peluang baru, menghadirkan pengalaman berharga, serta menciptakan kenangan indah yang tak terlupakan.

Perjalanan hidup yang masih panjang menjadi kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan menggapai cita-cita. Dengan semangat, keyakinan, dan dukungan dari orang-orang terdekat, Catherine diyakini mampu meraih masa depan yang gemilang.

Di hari ulang tahunnya, Catherine juga diharapkan dapat menikmati setiap momen dengan penuh rasa syukur, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, serta merasakan hangatnya kebersamaan.

Perayaan ini menjadi pengingat bahwa setiap tahun adalah anugerah, setiap langkah adalah proses, dan setiap impian layak untuk diperjuangkan.

Selamat ulang tahun ke-17, Catherine. Semoga tahun ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh berkah, kebahagiaan, dan kesuksesan. (Red)

TERNATE, Malutline– Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat lebih khusus masyarakat Maluku Utara.

Dalam suasana penuh kehangatan tersebut, dr. Yazzit Mahri, M.Kes, Sp.KJ bersama keluarga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah tahun 2026 kepada seluruh masyarakat, khusunya masyarakat Maluku Utara Ucapan tersebut disampaikan melalui sebuah visual bernuansa Islami yang menampilkan suasana religius dengan latar ornamen masjid, bulan sabit, serta cahaya lampu lentera yang memperkuat kesan damai dan suci.

Dengan balutan busana serba putih yang melambangkan kesucian, dr. Yazzit Mahri bersama pasangan tampak tersenyum hangat sambil mengatupkan kedua tangan sebagai simbol permohonan maaf lahir dan batin.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” menjadi pesan utama yang disampaikan, mengandung makna mendalam tentang harapan diterimanya amal ibadah selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah tahun 2026.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan juga menjadi titik awal untuk kembali kepada fitrah, membersihkan hati dari segala kesalahan, serta memperbaiki hubungan antar sesama. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai ini menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan persatuan.

Sebagai seorang profesional di bidang kesehatan jiwa, dr. Yazzit Mahri juga dikenal memiliki kepedulian terhadap pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Idul Fitri dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memulihkan hubungan emosional, mengurangi beban batin, serta memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Ucapan yang disampaikan ini pun diharapkan tidak hanya menjadi formalitas semata, tetapi benar-benar mampu menyentuh hati masyarakat untuk saling memaafkan, melupakan perbedaan, dan membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, semangat Idul Fitri menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati hadir dari hati yang bersih, hubungan yang harmonis, serta rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan.

Melalui momen suci ini, dr. Yazzit Mahri, M.Kes, Sp.KJ dan keluarga juga mengajak seluruh masyarakat khusunya masyarakat Maluku Utara untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat nilai keimanan, serta bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik ke depan.

Idul Fitri bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama. (Bur)

HALSEL, Malutline – Dalam suasana penuh kehangatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Hj. Salma Samad, menggelar kegiatan Open House sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026, mulai pukul 12.00 WIT (makan siang), bertempat di Rumah Dinas Ketua DPRD Halmahera Selatan, Papaloang.

Melalui undangan terbuka ini, Hj. Salma Samad mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan kebersamaan dalam suasana lebaran yang penuh makna.

Momentum Kebersamaan dan Kedekatan dengan Masyarakat Open house yang digelar ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan emosional antara pemimpin daerah dan masyarakat.

Idul Fitri sendiri dikenal sebagai momen kembali ke fitrah—membersihkan hati, saling memaafkan, serta mempererat hubungan sosial tanpa sekat.

Dalam konteks ini, kehadiran masyarakat dalam open house menjadi simbol kebersamaan yang mencerminkan nilai gotong royong dan persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Halmahera Selatan.

Nuansa Religius dan Hangat Undangan yang beredar menampilkan nuansa Islami yang kental, dengan ornamen bulan sabit, lampu lentera, serta latar masjid yang mencerminkan suasana religius. Hal ini memperkuat pesan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam semangat Idul Fitri yang penuh kedamaian dan keberkahan.

Dalam visual tersebut, Hj. Salma Samad tampak bersama keluarga dengan ekspresi hangat dan penuh keramahan, mencerminkan keterbukaan dalam menyambut masyarakat.

Ruang Dialog dan Aspirasi Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan open house juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk berdialog langsung dengan pemimpin daerah. Hal ini membuka ruang komunikasi yang lebih santai namun bermakna, di luar forum formal pemerintahan.

Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, harapan, maupun masukan secara langsung, sehingga hubungan antara pemerintah dan rakyat menjadi lebih dekat dan harmonis.

Harapan Idul Fitri Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Idul Fitri tidak hanya berhenti pada perayaan semata, tetapi juga mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Open house yang digelar oleh Hj. Salma Samad menjadi simbol bahwa kepemimpinan tidak hanya hadir dalam kebijakan, tetapi juga dalam kedekatan, kepedulian, dan kebersamaan dengan rakyat.

Dengan semangat saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan, Idul Fitri 1447 H diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Halmahera Selatan. (Red)

HALSEL, Malutline — Bentrokan antarwarga Desa Silang dan Desa Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jumat (20/3/2026) sore, berujung tragis. Selain menyebabkan sejumlah korban luka, insiden tersebut kini dilaporkan telah memakan korban jiwa.

Satu orang warga Desa Liaro dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam aksi saling serang tersebut. Hingga kini, identitas korban belum disampaikan secara resmi.

Kronologi dan Korban Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan warga dari kedua desa. Situasi dengan cepat memanas hingga berujung aksi saling serang menggunakan benda tajam.

Akibat kejadian itu 1 orang meninggal dunia (warga Desa Liaro) 4 orang mengalami luka sayatan di bagian kepala, telinga, dan tangan Para korban luka saat ini tengah menjalani perawatan di Polindes Liaro.

Ketegangan Meluas ke Wayaua
Dampak bentrokan tidak hanya dirasakan di Desa Silang dan Liaro. Ketegangan dilaporkan meluas hingga ke Desa Wayaua, karena sebagian korban memiliki hubungan keluarga dengan warga setempat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan, terutama jika tidak segera dilakukan langkah-langkah penanganan yang cepat dan tepat.
Sejumlah warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah demi menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

Aparat dan Pemerintah Diminta Bertindak
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait penyebab utama bentrokan maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.

Masyarakat mendesak aparat keamanan untuk Segera mengendalikan situasi di lapangan Mengusut penyebab bentrokan
Mencegah aksi balasan antarwarga
Imbauan dan Harapan Tokoh masyarakat setempat mengimbau seluruh warga untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.

Penyelesaian secara damai dinilai menjadi langkah terbaik untuk mencegah konflik berkepanjangan Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antarwarga dapat berdampak serius, bahkan hingga merenggut nyawa.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan situasi keamanan di wilayah Bacan Timur Selatan dapat segera kembali kondusif. (Red)