HALSEL, Malutline– Masyarakat Desa Tabalema, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, akan menggelar kegiatan Doa Selamat Desa pada tahun 2026 sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat kebersamaan antarwarga.

Kegiatan ini merupakan tradisi yang telah lama dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Selain menjadi momentum spiritual, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat keimanan serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta panitia pelaksana menyampaikan bahwa Doa Selamat Desa bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga, baik yang berada di desa maupun yang berada di luar daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh masyarakat Desa Tabalema dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan, serta memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu perwakilan panitia.

Acara puncak Doa Selamat Desa Tabalema dijadwalkan akan dilaksanakan pada 7 September 2026. Berbagai rangkaian kegiatan akan digelar untuk menyemarakkan acara tersebut, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Panitia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Tabalema yang saat ini berdomisili di luar desa agar dapat meluangkan waktu untuk hadir dan turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengundang dengan penuh harapan kepada seluruh warga Tabalema di mana pun berada, agar bisa pulang dan bersama-sama menghadiri Doa Selamat Desa ini. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan perubahan yang lebih baik bagi desa kita ke depan,” tambah panitia.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat berharap Desa Tabalema ke depan dapat mengalami perubahan yang lebih baik, baik dari segi pembangunan, sosial, maupun kehidupan keagamaan.

Doa Selamat Desa diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kebersamaan dan membangun masa depan Desa Tabalema yang lebih maju, harmonis, dan penuh keberkahan. (Lan)

HALSEL, Malutline – Kepanikan sempat menyelimuti saat sekelompok mahasiswa dilaporkan tersesat di kawasan hutan sekitar Air Terjun Ahakolano, Minggu malam (26/04/2026). Beruntung, respons cepat tim gabungan membuahkan hasil, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 22.16 WIT, tim Pramuka Peduli menerima laporan adanya mahasiswa Universitas Nurul Hasanah (UNSAN) jurusan Agrobisnis bernama Geofani bersama tiga rekannya yang tersesat di lokasi wisata alam tersebut.

Tak menunggu lama, pada pukul 23.00 WIT, tim Pramuka Peduli langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk meminta bantuan evakuasi. Hanya berselang 15 menit, persiapan tim pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur SAR Basarnas, Pramuka Peduli, serta keluarga korban.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas dan relawan Pramuka Peduli—di antaranya Kalsum S. Wandi, Haeriah A. Gani, Syamsudin S. Malan, dan Arfan Rusli—segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 00.00 WIT, tim MAPALA UNSAN turut bergabung dalam operasi pencarian, memperkuat upaya penyisiran di medan hutan yang cukup menantang. Pencarian intensif kemudian dilanjutkan dari Pos 2 menuju titik yang diduga menjadi lokasi para korban.

Akhirnya, pada pukul 02.18 WIT, tim berhasil menemukan seluruh korban yang terdiri dari enam mahasiswa UNSAN dan satu warga Desa Bahu. Dalam kondisi yang melegakan, ketujuh orang tersebut ditemukan selamat.

Proses evakuasi pun segera dilakukan. Para korban dibawa menuju Pos 2 dan tiba sekitar pukul 03.44 WIT, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pos 1 pada pukul 04.00 WIT. Tepat pukul 05.28 WIT, seluruh korban tiba dengan selamat di Pos 1 dan langsung dijemput oleh keluarga masing-masing.

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti solidnya kerja sama antara Basarnas, Pramuka Peduli, MAPALA UNSAN, dan masyarakat setempat dalam situasi darurat.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bergerak cepat dan tanpa lelah hingga semua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar salah satu relawan di lokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengunjung wisata alam agar selalu mempersiapkan diri dengan matang, termasuk memperhatikan kondisi cuaca, jalur, serta tidak berpisah dari rombongan saat berada di kawasan hutan. (Red)

TERNATE, Malutline— Semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 terasa begitu hidup hari ini, 26 April 2026, di Kota Ternate. Ribuan pelajar memadati kawasan depan Kantor Wali Kota Ternate dalam kegiatan jalan sehat yang dirangkaikan dengan senam massal “Anak Indonesia Hebat”.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh peserta dari tingkat SMA, SMK, hingga SLB se-Kota Ternate. Sejak pagi, para pelajar tampak antusias mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat, mencerminkan energi positif generasi muda dalam menyambut momentum pendidikan nasional.

Program senam “Anak Indonesia Hebat” ini merupakan gagasan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa yang sehat, disiplin, dan berdaya saing.

“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan atribut dan spanduk yang menampilkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, termasuk Gubernur Sherly Jhoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, serta Sekretaris Daerah Provinsi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bidang SMA Dikbud Maluku Utara Ramli Kamaludin, Asisten Gubernur Kadri Laece, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Ternate.

Dalam kesempatan itu, Abubakar Abdullah juga memberikan apresiasi khusus kepada instruktur senam dari SMA Negeri 1 Ternate yang dinilai tampil sangat maksimal dan inspiratif dalam memandu jalannya senam massal.

“Penampilan instruktur dari SMA 1 sangat luar biasa. Kami akan membuat video dan menyebarkannya ke seluruh SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara agar bisa menjadi contoh,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional yang akan digelar pada 2 Mei 2026. Pemerintah berharap momentum ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun kualitas pendidikan di Maluku Utara.

Dengan semangat “Anak Indonesia Hebat”, kegiatan yang dilaksanakan hari ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan berintegritas.(Bur)

TERNATE, Malutline— Krisis air bersih kembali menjadi sorotan tajam. Warga mengeluhkan buruknya pelayanan air dari PDAM Kota Ternate yang dinilai semakin tidak menentu. Dalam beberapa pekan terakhir, aliran air disebut-sebut hanya mengalir sekitar lima menit dalam satu malam, itupun dengan debit yang sangat kecil.

Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu secara serius. Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar, justru menjadi barang langka. Warga terpaksa menampung air seadanya atau mencari sumber alternatif dengan biaya tambahan.

“Air cuma mengalir sebentar, paling lima menit. Itu pun tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kami sangat kesulitan,” ungkap salah satu warga Salero dengan nada kesal.

Keluhan ini bukan hal baru. Warga mengaku krisis air bersih telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang jelas dari pihak terkait. Bahkan, sebagian warga menyebut kondisi saat ini lebih parah dibanding sebelumnya.

Akibatnya, kebutuhan dasar seperti air minum, memasak, mencuci piring, hingga mencuci pakaian menjadi terbengkalai. Tidak sedikit warga yang harus membeli air galon atau menyewa jasa pengangkut air, yang tentunya menambah beban ekonomi rumah tangga.

Situasi ini memicu gelombang desakan dari masyarakat kepada pimpinan baru PDAM. Warga secara tegas meminta direktur baru dan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan krisis tersebut.

“Jangan hanya janji. Kami butuh tindakan nyata. Ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga juga meminta adanya transparansi dari pihak PDAM terkait penyebab utama terganggunya distribusi air, apakah karena kerusakan jaringan, keterbatasan sumber air, atau masalah manajemen.

Hingga berita ini diturunkan pada hari ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak PDAM Kota Ternate terkait keluhan warga Salero tersebut. Namun, tekanan publik dipastikan akan terus meningkat jika masalah ini tidak segera ditangani.
Krisis air bersih di Salero kini menjadi ujian awal bagi kepemimpinan baru PDAM.

Masyarakat menunggu bukti, bukan sekadar retorika. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin persoalan ini akan berkembang menjadi gejolak sosial yang lebih besar. (Red)

MANADO, Malutline – Di tengah dinamika dunia bisnis yang kian kompetitif, hanya sedikit perusahaan yang mampu menjaga konsistensi sekaligus mempertahankan nilai-nilai fundamentalnya. Atomy menjadi salah satu di antaranya.

Bukan sekadar hadir sebagai entitas bisnis, Atomy kembali membuktikan dirinya sebagai perusahaan yang dibangun di atas prinsip kuat dan komitmen jangka panjang terhadap manusia. Selama empat tahun berturut-turut, Atomy berhasil meraih predikat Great Place To Work, sebuah pengakuan bergengsi yang mencerminkan kualitas lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan berdaya.

Tahun 2026 menjadi momentum yang semakin mengukuhkan posisi Atomy di tingkat global. Sejumlah penghargaan prestisius berhasil diraih, antara lain
Peringkat ke-2 Perusahaan Terbaik untuk Bekerja di Korea Perusahaan Terbaik untuk Ibu Bekerja di Korea Sertifikasi Global ESG Human Rights Management

CEO Paling Dihormati di Korea selama enam tahun berturut-turut Deretan pencapaian ini bukanlah sekadar simbol keberhasilan, melainkan cerminan dari filosofi perusahaan yang menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap pertumbuhan. Atomy tidak hanya mengejar kemajuan bisnis, tetapi juga memastikan bahwa setiap individu di dalamnya tumbuh bersama dalam sistem yang adil dan berkelanjutan.

Di saat banyak perusahaan berlomba meraih keuntungan jangka pendek, Atomy memilih untuk membangun fondasi yang lebih kokoh—mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat integritas, serta menciptakan budaya kerja yang saling mendukung. Pendekatan inilah yang menjadikan Atomy berbeda, sekaligus relevan dalam jangka panjang.

Tak mengherankan jika Atomy terus menarik perhatian dan kepercayaan ribuan orang di berbagai belahan dunia. Perusahaan ini tidak sekadar menawarkan peluang, tetapi juga menghadirkan ruang bagi setiap individu untuk dihargai, dilihat, dan diberdayakan.

Sebagaimana disampaikan oleh Center Leader Sulawesi Utara, Erlyn Panget, Atomy bukan hanya tentang pencapaian, melainkan tentang perjalanan bersama dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik.

Lebih dari sekadar perusahaan, Atomy kini menjelma menjadi sebuah gerakan global—yang berdiri di atas integritas, visi yang jelas, dan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Bagi mereka yang selama ini hanya menyaksikan dari kejauhan, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengambil langkah. Karena ketika sebuah sistem telah terbukti, kredibilitas telah teruji, dan nilai-nilai dijaga dengan konsisten, maka masa depan bukan lagi sekadar harapan—melainkan arah yang pasti.
Atomy, lebih dari sekadar nama. Ini adalah standar baru tentang bagaimana sebuah (red)