Labuha, Malutline — Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, resmi memberhentikan Malkam Tendra, SKM, dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Bajo, Kecamatan Botang Lomang. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Halmahera Selatan Nomor: 800/515/2025, yang ditetapkan di Labuha pada 6 November 2025.

Dalam keputusan tersebut, Malkam Tendra diberhentikan dari jabatan lamanya dan ditempatkan sebagai Penata Layanan Operasional pada Puskesmas Loleo Jaya, Kecamatan Kasiruta Timur, terhitung mulai tanggal 7 November 2025.

Langkah mutasi ini dilakukan dengan pertimbangan kepentingan dinas dan tanggung jawab organisasi, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan.

“Bahwa untuk kepentingan dinas dan tanggung jawab, maka perlu menempatkan Pegawai Negeri Sipil demi tercapainya kelancaran pelaksanaan tugas,” bunyi salah satu pertimbangan dalam surat keputusan tersebut.

Dalam keputusan itu juga disebutkan, apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, maka akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Sumber internal di lingkungan Dinas Kesehatan menyebutkan, rotasi pejabat fungsional seperti ini merupakan bagian dari langkah penyegaran organisasi agar pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Kesehatan maupun Malkam Tendra terkait alasan mutasi tersebut.

Keputusan Bupati Bassam Kasuba ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam melakukan penataan struktur aparatur dan peningkatan kinerja pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. (Red)

LABUHA, Malutline – Dalam upaya memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, Aswin Adam, SE., MM, resmi mengikuti kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) di Pusdiklat Penanggulangan Bencana BNPB, Kompleks IPSC, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan yang berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 22 November 2025 ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala BNPB melalui Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, setelah Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, melakukan kunjungan kerja ke BNPB di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kegiatan SDMT diselenggarakan dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto serta pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) Tahun 2020–2044, dengan visi besar menuju Indonesia Tangguh 2045.

“Kegiatan ini khusus diperuntukkan bagi kepala pelaksana BPBD di daerah dengan tingkat risiko bencana tinggi. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas dan profesionalitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana, terutama di daerah rawan seperti Halmahera Selatan,” ujar Aswin Adam.

Menurut Aswin, SDMT bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga pembentukan karakter kepemimpinan yang tanggap, tangkas, dan tangguh. Selama pelatihan, peserta akan memperoleh pendalaman materi tentang manajemen kebencanaan dari berbagai tahap—mulai dari pra bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana.

Lebih lanjut, Aswin berharap hasil dari pelatihan tersebut dapat diterapkan secara nyata di lapangan, terutama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Setelah kegiatan ini, kami berkomitmen untuk menerapkan semua ilmu yang didapat guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana di Halmahera Selatan,” tegasnya.

Pelatihan SDMT ini juga menjadi bagian penting dari strategi nasional peningkatan kapasitas daerah, sejalan dengan semangat BPBD Halmahera Selatan dalam membangun daerah yang tanggap, tangguh, dan tumbuh menghadapi bencana. (Bur)

Halsel, Malutline.com — Sejumlah warga pengguna jasa pengiriman barang di wilayah Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan keluhan terhadap pelayanan salah satu perusahaan ekspedisi ternama, J&T Labuha.

Keluhan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Halmahera Selatan, agar pemerintah daerah memberikan teguran dan pengawasan tegas terhadap pihak ekspedisi tersebut.

Menurut warga, pelayanan J&T Labuha dinilai semakin menurun dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait keterlambatan pengiriman, paket tercecer, hingga kehilangan barang yang kerap terjadi berulang-ulang.

“Kami sebagai pengguna jasa pengiriman barang, khususnya di wilayah Obi, sudah sangat dirugikan. Paket sering hilang, tercecer, dan tidak ada tanggung jawab yang jelas dari pihak J&T Labuha,” tulis perwakilan warga dalam surat tertanggal Minggu, 9 November 2025.

Warga menyebut, masalah ini bukan kali pertama terjadi. Namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pihak ekspedisi untuk memperbaiki pelayanan atau memberikan kompensasi kepada pengguna yang dirugikan.

Minta Bupati Halsel Bertindak Tegas, Dalam surat tersebut, warga mendesak Bupati Halmahera Selatan agar memberikan teguran keras terhadap pihak manajemen J&T Labuha, bahkan mempertimbangkan pencabutan izin operasional apabila tidak ada perbaikan nyata.

“Bila perlu izin operasi J&T di Halmahera Selatan dicabut, karena sudah sangat merugikan pengguna jasa,” tegas pernyataan warga tersebut.

Mereka juga berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja layanan ekspedisi yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan.

Butuh Pengawasan dan Tanggung Jawab, Menurut warga, layanan pengiriman merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Obi yang mengandalkan distribusi barang dari Labuha.

“Kami hanya berharap pelayanan bisa lebih baik, barang sampai tepat waktu, dan jika ada masalah, pihak ekspedisi bertanggung jawab penuh,” harap salah satu pengguna jasa di Obi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak J&T Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut. (Bur)

Halsel, Malutline.com  Sejumlah warga pengguna jasa pengiriman barang di wilayah Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan keluhan terhadap pelayanan salah satu perusahaan ekspedisi ternama, J&T Labuha.

Keluhan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Halmahera Selatan, agar pemerintah daerah memberikan teguran dan pengawasan tegas terhadap pihak ekspedisi tersebut.

Menurut warga, pelayanan J&T Labuha dinilai semakin menurun dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait keterlambatan pengiriman, paket tercecer, hingga kehilangan barang yang kerap terjadi berulang-ulang.

“Kami sebagai pengguna jasa pengiriman barang, khususnya di wilayah Obi, sudah sangat dirugikan. Paket sering hilang, tercecer, dan tidak ada tanggung jawab yang jelas dari pihak J&T Labuha,” tulis perwakilan warga dalam surat tertanggal Minggu, 9 November 2025.

Warga menyebut, masalah ini bukan kali pertama terjadi. Namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pihak ekspedisi untuk memperbaiki pelayanan atau memberikan kompensasi kepada pengguna yang dirugikan.

Minta Bupati Halsel Bertindak Tegas, Dalam surat tersebut, warga mendesak Bupati Halmahera Selatan agar memberikan teguran keras terhadap pihak manajemen J&T Labuha, bahkan mempertimbangkan pencabutan izin operasional apabila tidak ada perbaikan nyata.

“Bila perlu izin operasi J&T di Halmahera Selatan dicabut, karena sudah sangat merugikan pengguna jasa,” tegas pernyataan warga tersebut.

Mereka juga berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja layanan ekspedisi yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan.

Butuh Pengawasan dan Tanggung Jawab, Menurut warga, layanan pengiriman merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Obi yang mengandalkan distribusi barang dari Labuha.

“Kami hanya berharap pelayanan bisa lebih baik, barang sampai tepat waktu, dan jika ada masalah, pihak ekspedisi bertanggung jawab penuh,” harap salah satu pengguna jasa di Obi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak J&T Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut. (Bur)

LABUHA, Malutline.com – Sosok Yaret colling, mantan anggota Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan, mendapat apresiasi khusus dari DR. Hi. Muhammad Kasuba, M.A., tokoh senior yang juga mantan Bupati Halmahera Selatan dua periode.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam momentum kebersamaan keluarga besar Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (IKA-TOGALE) di Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Sabtu (8/11/2025).

Apresiasi dari Tokoh Senior, Dalam sambutannya, Dr. Muhamad Kasuba menilai Yaret Colling sebagai figur muda yang memiliki integritas tinggi dan kiprah nyata di dunia pengawasan pemilu maupun sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, dedikasi Yaret selama menjabat di Bawaslu menjadi contoh bahwa anak muda Tobelo-Galela mampu mengabdi dengan profesionalisme dan kejujuran.

“Saya memberikan penghargaan kepada adinda Yaret colling. Ia adalah sosok muda yang konsisten, bekerja dengan hati, dan menjaga marwah lembaga pengawas pemilu di Halmahera Selatan,” ujar Dr. Kasuba dalam sambutan hangatnya.

Yaret sapaan akrabnya sebagai Teladan dari Generasi Togale, DR. H. Muhamad Kasuba juga menambahkan bahwa Yaret colling mewakili generasi Tobelo-Galela yang adaptif dan beretika — generasi yang mampu membawa semangat Poma Polu ke ranah pengabdian publik.

“Yaret adalah contoh bahwa anak muda Togale tidak hanya bisa berkumpul, tapi juga bisa memberi manfaat bagi daerah. Ia bekerja dengan prinsip, bukan dengan kepentingan,” ungkapnya.

Apresiasi ini bukan sekadar bentuk penghormatan pribadi, melainkan juga pesan moral bagi generasi muda Tobelo-Galela agar terus menjaga etika, profesionalitas, dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.

Jejak Pengabdian di Bawaslu, Selama bertugas sebagai anggota Bawaslu Halmahera Selatan, Yaret colling dikenal aktif mendorong transparansi dan netralitas dalam penyelenggaraan pemilu.
Ia juga turut menginisiasi program sosialisasi kepemiluan di tingkat desa, dengan fokus pada pendidikan politik bagi pemilih pemula dan kelompok marginal.

Langkah-langkah ini membuatnya dikenal luas sebagai pengawas pemilu yang tegas namun komunikatif, serta selalu membuka ruang dialog dengan masyarakat.

“Integritas dan komunikasi publik adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat. Itu yang selalu saya pegang dalam setiap tugas,” kata Yaret Koling dalam perbincangan singkat usai acara.

Yaret menjadiInspirasi Bagi Keluarga Togale, Bagi Dr. Muhammad Kasuba, penghargaan kepada Yaret colling adalah bentuk dukungan nyata terhadap generasi muda Tobelo-Galela yang berani tampil dan memberi kontribusi nyata bagi daerah, “Kita butuh banyak Yaret Koling lain di masa depan – anak muda yang tulus bekerja, jujur, dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan sesaat,” tegasnya.

Momen itu disambut tepuk tangan hangat para hadirin, Bagi keluarga besar IKA-TOGALE, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai Poma Polu – semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial – tak hanya hidup di acara seremonial, tetapi juga nyata dalam kiprah anak-anak muda seperti Yaret Colling.

Menulis Jejak, Menyala Inspirasi, Acara pengukuhan IKA-TOGALE sore itu ditutup dengan refleksi bersama, Di antara senyum dan tawa, ada rasa bangga yang tumbuh – bahwa komunitas Tobelo-Galela telah melahirkan banyak putra-putri terbaik yang bekerja di berbagai bidang, dari pemerintahan, pendidikan, hingga jurnalisme.

Dan di antara mereka, nama Yaret Colling kini disebut sebagai salah satu inspirasi – seseorang yang telah menulis kisah pengabdian dengan tinta ketulusan sehingga di percayakan mengabdikan diri di panwaslu Kabupaten Halmaera selatan dan Berakhir karir di komisi pemilihan umum Daerah (KPUD) Kabupaten Halmahera Selatan, dan pengabdian yaret yang masih tersirat panjang di masa mendatang.

“Apresiasi ini adalah pesan bagi kita semua,” ujar Dr. Muhamad kasuba ayah dari Bupati Halsel Hasan Ali Bassam kasuba dan anggota DPR-RI Fraksi PKS dapil Maluku Utara, Izzudin Al-Qassam Kasuba menutup, “bahwa pengabdian yang jujur akan selalu dihargai, dan integritas adalah warisan terbaik untuk generasi berikutnya.” (red)