TERNATE, Malutline — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mendorong Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate untuk tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat persatuan masyarakat di Maluku Utara.
Hal itu disampaikan Rizal saat mewakili Wali Kota Ternate dalam kegiatan Pelantikan, Pengukuhan, dan Rapat Kerja I Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate Tahun 2026 yang dipimpin Arman Anwar, di Hotel Jati, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Kemandirian, Mewujudkan Kesejahteraan Bersama” itu dihadiri para sesepuh Fagogoru, Pembina Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Ternate Husen Alting, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Ternate Zubair Situmorang, para pengurus, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rizal menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik dan dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar kehormatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, mempererat tali kekeluargaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Ternate, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan dilantik. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, Fagogoru bukan hanya sekadar istilah budaya, melainkan sebuah falsafah hidup yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Halmahera, khususnya wilayah Gam Range yang meliputi Maba, Patani, dan Weda.
Ia menjelaskan, nilai Fagogoru mengandung semangat saling membantu, saling menyayangi, dan saling menolong dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut juga mencerminkan pentingnya persaudaraan, sopan santun, serta penghormatan antarsesama.

“Nilai-nilai Fagogoru sangat relevan dalam kehidupan saat ini, di mana persatuan dan toleransi menjadi kunci menjaga keharmonisan sosial dan stabilitas daerah,” katanya.
Rizal menambahkan, tema kegiatan yang diangkat sangat selaras dengan semangat Fagogoru itu sendiri. Menurutnya, kemandirian tidak hanya dimaknai dalam aspek ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan solidaritas sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, hingga pengembangan kolaborasi yang produktif.
Lebih lanjut, Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun daerah, baik di Kota Ternate maupun wilayah lain di Maluku Utara seperti Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
“Pemerintah mendorong agar kita semua dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah, tidak hanya di Kota Ternate, tetapi juga di Halmahera Tengah maupun Halmahera Timur,” ujarnya.
Rizal juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga pedoman untuk masa depan. Kita ingin Ternate tumbuh tidak hanya secara fisik dan ekonomi, tetapi juga dalam nilai, jati diri, dan kepribadian,” tegasnya.
Ia berharap Rapat Kerja I Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate dapat melahirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat pemberdayaan keluarga, membuka peluang ekonomi kreatif, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Menurut Rizal, Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru memiliki potensi besar sebagai wadah pemersatu masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi di Maluku Utara.
“Semoga Fagogoru dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat persaudaraan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (Bul)