Maluku Utara, Malutline — Industri kreatif Indonesia Timur kembali menorehkan gebrakan membanggakan. Brand lokal asal Maluku Utara, Tabea Apparel, resmi berkolaborasi dengan penyanyi hiphop Timur yang tengah naik daun, VGT Remco, dalam karya terbaru berjudul “Dalam Kapa” yang dibawakan bersama Oncho Flash. Proyek kolaboratif ini dijadwalkan tayang pada Januari 2026 dan digadang-gadang menjadi simbol kebangkitan kreativitas anak muda Timur di bidang musik dan fashion.
Kolaborasi ini mempertemukan dua kekuatan kreatif dari Indonesia Timur, yakni industri fashion lokal dan musik hiphop, dalam satu karya visual dan musikal yang sarat pesan budaya. Tidak sekadar menghadirkan hiburan, kolaborasi ini mengusung misi besar: mengangkat identitas, sejarah, serta kebanggaan masyarakat Timur ke panggung yang lebih luas.
Dalam video klip lagu “Dalam Kapa”, Tabea Apparel tampil sebagai representasi gaya dan karakter anak muda Timur masa kini. Busana yang dikenakan para musisi tidak hanya menjadi pelengkap visual, tetapi juga medium ekspresi yang menyampaikan nilai-nilai budaya lokal dengan sentuhan modern.
Owner Tabea Apparel, Vitha Adisthya Albugis, bersama M. Raikal S. Gafar, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal memperkenalkan potensi besar Indonesia Timur kepada dunia melalui karya kreatif lintas sektor.
“Ini adalah langkah awal bagaimana kita mengangkat budaya dan sejarah besar dari Timur Indonesia di mata dunia melalui kaos yang ditampilkan dalam video klip lagu ini. Kami ingin fashion lokal bukan hanya dipakai, tetapi juga bercerita,” ujar Vitha.
Ia menambahkan, brand lokal memiliki peran strategis dalam membangun identitas daerah serta menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap produk dalam negeri. Kolaborasi lintas bidang seperti ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi pelaku industri kreatif daerah untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Daya tarik kolaborasi ini semakin kuat dengan hadirnya VGT Remco dan Oncho Flash sebagai representasi musisi hiphop Timur yang tengah digandrungi. Lagu “Dalam Kapa” tidak hanya menawarkan warna musik yang segar, tetapi juga menghadirkan narasi tentang kehidupan, perjalanan, serta jati diri masyarakat Timur yang penuh makna.
Keistimewaan lain dari kolaborasi ini terletak pada desain busana yang digunakan dalam video klip. Di balik tampilan visual bernuansa budaya dan sejarah namun tetap modern, terdapat sentuhan kreatif Risaiakal Saiful, desainer Tabea Apparel. Melalui karyanya, unsur tradisi dipadukan dengan estetika kontemporer, menghadirkan identitas Timur yang kuat namun relevan dengan selera generasi muda.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda Timur tidak kalah dengan daerah lain. Perpaduan musik, fashion, dan budaya diharapkan mampu menginspirasi lahirnya kolaborasi kreatif serupa di berbagai sektor.
Lebih dari sekadar proyek komersial, kolaborasi Tabea Apparel dan VGT Remco membawa pesan motivatif: bahwa karya lokal memiliki nilai besar jika digarap dengan kesungguhan, konsistensi, dan kecintaan terhadap identitas daerah.
“Mari kita sama-sama mendukung brand lokal agar terus berkembang, dan bersama-sama membawa Indonesia Timur naik kelas di bidang fashion dan musik,” ajak M. Raikal S. Gafar.
Dukungan masyarakat terhadap produk lokal dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan industri kreatif daerah. Dengan membeli, memakai, dan mempromosikan karya anak bangsa, masyarakat turut berperan dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Kolaborasi “Dalam Kapa” pun menjadi simbol optimisme baru bagi Indonesia Timur. Bahwa dari timur, lahir karya-karya besar yang mampu bersuara lantang di panggung industri kreatif Indonesia. Dan bahwa masa depan fashion dan musik Timur berada di tangan generasi muda yang berani bermimpi, berani berkarya, dan berani tampil. (Haji)






Komentar