oleh

Ambulans Puskesmas Pulau Makian Sempat Angkut Guru, Tak Lama Kemudian Disebut Rusak Saat Pasien Gawat Darurat Butuh Rujukan

-Berita, Halsel-212 views

HALSEL, Malutline – Pelayanan rujukan pasien gawat darurat di wilayah kerja Puskesmas Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan keterangan yang dihimpun, ambulans puskesmas tersebut sekitar pukul 11.00 WIT digunakan untuk menjemput seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Sangapati, Kecamatan Pulau Makian, yang dilaporkan terjatuh di dalam ruang kelas.

Namun, sekitar satu jam setelah ambulans tersebut digunakan untuk mengangkut guru itu, kendaraan yang sama disebut mengalami gangguan ketika keluarga pasien lain membutuhkan bantuan untuk membawa pasien dalam kondisi gawat darurat menuju fasilitas kesehatan.

Pasien tersebut dilaporkan terkapar tak berdaya di atas body atau bak perahu di pinggir pantai kawasan Bodi, sembari menunggu transportasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menurut informasi yang diterima Malutline, keluarga pasien kemudian meminta bantuan ambulans Puskesmas Pulau Makian. Akan tetapi, pihak puskesmas menyampaikan bahwa kendaraan tersebut sedang mengalami gangguan dan tidak memungkinkan untuk melewati jalan menanjak.

Kondisi itu membuat keluarga pasien harus mencari kendaraan alternatif berupa mobil L300. Proses pencarian kendaraan pengganti tersebut disebut memakan waktu berjam-jam, sementara pasien membutuhkan penanganan medis segera.

Pasien akhirnya dibawa menuju rumah sakit dalam kondisi yang dilaporkan semakin memburuk. Pasien kemudian dirujuk ke RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Perbedaan Keterangan soal Kondisi Ambulans Jadi Sorotan

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai kondisi sebenarnya dari ambulans Puskesmas Pulau Makian, terutama karena menurut keterangan yang diterima, kendaraan tersebut masih digunakan untuk menjemput seorang guru di Desa Sangapati sekitar pukul 11.00 WIT.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pulau Makian, Amirudin Alim, sebelumnya menyampaikan kepada wartawan bahwa ambulans mengalami masalah dan pihaknya sedang memanggil seseorang untuk memeriksa kendaraan tersebut.

“Ya, Saudara, kebetulan ambulans ada masalah. Sekarang ini ada panggil orang untuk melihat,” demikian tanggapan Amirudin melalui pesan yang diterima wartawan.

Keterangan mengenai gangguan kendaraan juga disampaikan sopir ambulans melalui pesan kepada pihak puskesmas.

“Assalamualaikum, izin Pak Kapus dan Ibu KTU. Untuk sementara ambulans kurang normal. Kalau berjalan, dia tersendat-sendat. Tadi bawa pasien dua orang juga jalannya tidak normal, apalagi naik tanjakan, itu tidak bisa. Mohon pengertiannya,” demikian isi pesan sopir ambulans.

Keterangan tersebut menunjukkan adanya klaim gangguan teknis pada kendaraan. Namun, waktu pasti kerusakan terjadi, tingkat kerusakan, serta apakah kendaraan benar-benar tidak dapat digunakan untuk mengevakuasi pasien masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penjelasan resmi pihak terkait.

Jika benar ambulans mengalami kerusakan, persoalan berikutnya adalah langkah alternatif yang disiapkan pihak puskesmas agar pasien gawat darurat tidak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan transportasi medis.

Dinkes Halsel Diminta Menelusuri Kronologi

Peristiwa ini perlu mendapat perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, terutama untuk menelusuri kronologi penggunaan ambulans, kondisi kendaraan setelah menjemput guru di Desa Sangapati, serta respons petugas ketika menerima permintaan bantuan bagi pasien yang terkapar di kawasan Bodi.

Dinas Kesehatan juga perlu memastikan apakah tersedia kendaraan pengganti atau mekanisme rujukan darurat ketika ambulans utama mengalami gangguan.

Dalam pelayanan kegawatdaruratan, keterbatasan armada dan kondisi geografis tidak boleh dibiarkan tanpa solusi alternatif. Koordinasi antara puskesmas, tenaga medis, keluarga pasien, dan fasilitas rujukan menjadi penting untuk mempercepat penanganan.

Meski pasien tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah dirujuk ke Ternate, penyebab pasti kematian dan kemungkinan keterkaitannya dengan keterlambatan transportasi belum dapat disimpulkan tanpa keterangan medis dan penelusuran lebih lanjut. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed