TERNATE, Malutline– Dunia akademik kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Salah satu akademisi Indonesia, Samsu Somadayo, berhasil mengantarkan karya ilmiahnya menembus jurnal internasional bereputasi.
Artikel ilmiah yang berjudul “Explaining the Effects of AI-Based Personalized Learning on STEM Reading Comprehension: A Structural Equation Modeling Approach” dinyatakan conditionally accepted atau diterima bersyarat untuk dipublikasikan pada jurnal internasional International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE).
Kabar tersebut disampaikan melalui surat resmi dari pihak pengelola jurnal yang menyatakan bahwa naskah penelitian tersebut telah melewati proses evaluasi dan penilaian akademik. Sebelum diterbitkan secara resmi, penulis diminta untuk melakukan sejumlah penyempurnaan sesuai masukan dari reviewer.
Penelitian tersebut mengkaji pengaruh pembelajaran personal berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap kemampuan memahami bacaan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM).
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian dan inovasi akademik dari Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat, kajian mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi internasional.
Keberhasilan diterimanya artikel tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran modern yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Selain menjadi kebanggaan bagi penulis, capaian ini juga menjadi motivasi bagi para peneliti dan akademisi lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dengan diterimanya artikel tersebut pada jurnal internasional, Samsu Somadayo dinilai telah menunjukkan komitmen dalam mendorong kemajuan riset pendidikan berbasis teknologi serta memperkuat posisi akademisi Indonesia di kancah internasional. (Red)











Komentar