HALSEL, Malutline – Aktivitas transportasi penumpang di Pelabuhan Speedboat Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, sempat memanas akibat aksi boikot yang dilakukan sejumlah sopir angkutan umum terhadap penumpang tujuan Ternate.
Insiden tersebut terjadi saat para penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Kota Ternate dibuat kebingungan lantaran sopir angkutan meminta seluruh penumpang terlebih dahulu menuju Pelabuhan Babang menggunakan angkutan darat. Kondisi itu memicu keluhan dari masyarakat, terutama penumpang dari luar daerah Maluku Utara yang sedang mengejar jadwal kapal tujuan Manado pada sore hari.
Situasi di lokasi pun sempat memanas hingga terjadi adu mulut antara sopir angkutan umum dan pihak speedboat di area Pelabuhan Kupal. Masing-masing pihak bersikeras mempertahankan pendapat terkait pengangkutan penumpang menuju Ternate.
Sejumlah penumpang mengaku kecewa dengan kondisi tersebut karena dinilai sangat merugikan masyarakat yang sedang dalam perjalanan penting dan memiliki keterbatasan waktu.
“Kami ini bukan hanya penumpang lokal, banyak juga yang dari luar daerah. Ada yang mau lanjut naik kapal ke Manado sore ini, jadi kalau dipaksa harus ke Babang dulu tentu sangat menghambat perjalanan,” ujar salah satu penumpang di lokasi.
Menurut informasi yang dihimpun, para sopir angkutan melakukan aksi tersebut sebagai bentuk tuntutan terkait sistem pengangkutan penumpang menuju pelabuhan penyeberangan. Namun, aksi itu justru berdampak langsung terhadap masyarakat yang hendak melakukan perjalanan antarwilayah.
Sementara itu, suasana di pelabuhan terlihat tegang karena penumpang yang terus berdatangan mulai khawatir tertinggal jadwal keberangkatan speedboat maupun kapal lanjutan menuju Manado dan daerah lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah serta instansi terkait segera turun tangan untuk mencari solusi agar konflik antara sopir angkutan dan pihak transportasi laut tidak terus berulang dan merugikan penumpang.
Warga juga meminta pelayanan transportasi di wilayah Halmahera Selatan dapat berjalan lebih tertib, aman, dan mengutamakan kepentingan masyarakat, terutama bagi penumpang yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak ke Kota Ternate maupun luar daerah. (Red)












Komentar