HALSEL, Malutline — Harapan dan doa terus dipanjatkan keluarga, sahabat, serta masyarakat Halmahera Selatan menyusul tenggelamnya perahu motor yang mengangkut 59 penumpang di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, pada Jumat (23/1/2026) siang.
Hingga Jumat malam, satu penumpang masih dinyatakan hilang, dan upaya pencarian masih terus dilakukan dalam keterbatasan fasilitas.
Penumpang yang belum ditemukan tersebut diketahui bernama Dr. Wildan, S.S., M.Hum, seorang Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Kabar ini menambah duka dan keprihatinan mendalam, khususnya di kalangan akademisi dan mahasiswa yang mengenal sosok almarhum sebagai dosen yang berdedikasi dan rendah hati.
Melalui pesan yang beredar di berbagai grup komunikasi, rekan-rekan korban menyampaikan permohonan doa dan bantuan kepada seluruh masyarakat.
“Mohon doa bapak/ibu. Kami masih mencari satu orang teman. Bila ada kenalan di Basarnas Halmahera Selatan, mohon bantuannya. Teman kami yang belum ditemukan atas nama Pak Wildan (Dosen Sastra Indonesia, FIB Unkhair). Mohon jangan sebarkan informasi hoaks bahwa semua korban telah dievakuasi dan selamat,” tulis salah satu rekan korban.
Hingga pukul 19.36 WIT, warga Desa Bibinoi bersama aparat setempat masih melakukan pencarian secara manual di sekitar lokasi kejadian. Dengan peralatan yang sangat terbatas, warga menyisir perairan dan pesisir pantai, berharap menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Perahu motor nahas tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Babang dengan tujuan Desa Pigaraja. Namun dalam perjalanan, kapal dihantam angin kencang dan gelombang tinggi, hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan sekitar Bibinoi. Kepanikan terjadi di tengah laut ketika para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan alat seadanya.
Dari total 59 penumpang, 57 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara satu korban dinyatakan meninggal dunia, yakni Nurul Nazwa (2 tahun). Kepergian balita tersebut meninggalkan luka mendalam dan isak tangis keluarga yang tak terbendung.
Sementara itu, keberadaan Dr. Wildan hingga kini masih menjadi tanda tanya. Doa terus mengalir dari berbagai pihak agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate sebelumnya menyatakan bahwa tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Meski demikian, kondisi cuaca serta keterbatasan sarana di lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, terutama klaim bahwa seluruh penumpang telah ditemukan. Informasi yang keliru dinilai dapat melukai perasaan keluarga korban serta menghambat koordinasi pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap korban yang hilang masih terus berlangsung. Harapan besar disandarkan pada kerja sama semua pihak, baik aparat, relawan, maupun masyarakat sekitar.
“Semoga Pak Dosen Wildan segera ditemukan dalam keadaan selamat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” tulis doa yang terus bergema di tengah duka.
Musibah ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan pelayaran serta kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Di tengah kesedihan yang menyelimuti, satu harapan masih menyala: korban yang hilang dapat kembali ke pangkuan keluarga. (Haji










Komentar