LABUHA, Malutline — Program transmigrasi di Desa Jojame, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali mendapat sorotan. Tokoh masyarakat Halsel yang juga mantan anggota DPRD Halsel dari Partai Hanura, Samuel Ongky, menyatakan bahwa program tersebut seharusnya memprioritaskan warga lokal yang sudah berkeluarga namun belum memiliki lahan kebun.
Menurutnya, kondisi lahan di Halmahera Selatan yang semakin terbatas membuat prioritas transmigrasi dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa, dinilai kurang tepat.
“Saya berpendapat program transmigrasi di Desa Jojame seharusnya diperuntukkan bagi warga lokal Halsel yang sudah berkeluarga dan belum punya lahan kebun, agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” ujar Samuel.
Ia menegaskan bahwa warga lokal yang belum memiliki lahan merupakan kelompok yang harus mendapat perhatian pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kalau transmigrasi dari Jawa, saya kurang setuju. Lahan di Halsel semakin sedikit. Sebaiknya fokus pada transmigrasi lokal saja,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mengundang perhatian publik, terutama di tengah wacana pengembangan wilayah dan pemanfaatan lahan bagi masyarakat. Samuel berharap pemerintah dapat meninjau kembali skema transmigrasi agar lebih berpihak pada masyarakat lokal yang membutuhkan lahan untuk bertani maupun berkebun.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah belum memberikan tanggapan terkait pernyataan tersebut.(Red)











Komentar