LABUHA, Malutline – Penurunan drastis kuota haji Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) untuk musim haji 2026 menjadi sorotan publik. Dari kuota sebelumnya sekitar 190 jamaah per tahun, kini daerah tersebut hanya mendapatkan 7 kuota. Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan informasi Kemenag Halsel, 6 calon jamaah berhalangan berangkat, sehingga hanya 1 jamaah yang dipastikan berangkat tahun ini.
Salah satu pemerhati kebijakan publik di Halsel, Santi Yalo, M.Si, ikut memberikan tanggapan menyejukkan di tengah polemik yang berkembang. Melalui unggahan komentar yang beredar luas di media sosial, ia menyebut bahwa ibadah haji bukan hanya urusan angka, tetapi juga soal panggilan Ilahi.
“Ibadah haji itu antara harapan dan panggilan” Dalam komentarnya, Santi Yalo menyampaikan pandangan yang langsung menyita perhatian warganet.
“Ibadah haji itu antara harapan dan panggilan. Dengan adanya regulasi baru—UU 14/2025 dan Permenhaj 6/2025—kita di Halmahera Selatan tahun ini harus menerima kenyataan bahwa kuota turun drastis dari 190 menjadi hanya 7 jamaah. Dari jumlah itu, 6 orang berhalangan, tersisa 1 yang siap berangkat. Berat, tapi ini keputusan yang harus kita terima,” ujarnya.
Regulasi Baru Jadi Faktor Utama Penyesuaian Kuota, Penurunan kuota haji disebut berkaitan dengan kebijakan baru pemerintah pusat yang mengatur pemerataan dan keadilan distribusi jamaah haji di seluruh Indonesia. Penataan ulang ini berdampak besar bagi sejumlah daerah, termasuk Halsel.
Meski demikian, Santi menekankan bahwa keputusan tersebut harus dilihat sebagai bagian dari ketetapan yang membawa pelajaran penting bagi daerah.
Harapan Kuota Tahun Depan Dapat Dipertimbangkan Kembali, Walau menerima keputusan tersebut sebagai hikmah, Santi berharap Pemerintah Daerah dan Kemenag Halsel aktif memperjuangkan kuota tahun berikutnya.
“Semoga ini menjadi hikmah bagi para pengambil kebijakan. Ke depan, kuota Halsel perlu dipertimbangkan lagi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sangat besar untuk menunaikan ibadah haji,” tegasnya.
Warganet Ramai Memberi Dukungan
Unggahan komentar tersebut mendapat respon luas di Facebook. Banyak warga yang mengaku kecewa dengan penurunan kuota, namun mengapresiasi sikap Santi yang menenangkan dan mengajak masyarakat melihat persoalan ini secara bijak. (Red)












Komentar