LABUHA, Malutline- — Unggahan Husain Said, mantan anggota DPRD Halmahera Selatan, di media sosial yang menyoroti kondisi jalan rusak di wilayah Desa Indong, Kecamatan Mandioli Utara, menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Dalam postingannya, Husain Said mengeluhkan kondisi akses jalan berlubang dan becek yang setiap hari dilalui oleh guru, siswa, dan warga dari Desa Pelita menuju Desa Indong. Ia menulis bahwa kondisi tersebut telah lama menyulitkan aktivitas warga, terutama tenaga pendidik yang tetap berjuang ke sekolah meski harus menempuh jalan rusak.
Namun, keluhan itu justru mendapat reaksi balik dari warga. Mereka menilai kritik Husain Said terhadap pemerintah saat ini datang terlambat, mengingat dirinya pernah memiliki posisi strategis untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat ketika masih menjabat sebagai anggota DPRD Halmahera Selatan selama dua periode.
“Sekarang baru curhat di media sosial, padahal dulu waktu masih duduk di DPRD, jalan ini tidak pernah disentuh. Di mana mereka waktu punya wewenang dan kesempatan memperjuangkan jalan ini?” ujar salah satu warga Desa Indong dengan nada kecewa.
Tak hanya Husain Said, warga juga menyinggung nama Asnawi Lagalante, yang juga merupakan putra asal Desa Indong dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Halsel dalam periode yang sama. Keduanya disebut tidak mampu memperjuangkan pembangunan jalan Indong–Pelita melalui jalur aspirasi masyarakat.
“Mereka berdua dari kampung ini. Dua periode duduk di DPRD, tapi jalan tetap rusak. Sekarang baru bicara soal kepedulian rakyat,” ungkap warga lainnya.
Menurut warga, kondisi jalan tersebut bukan hanya menyulitkan masyarakat umum, tapi juga mengancam keselamatan guru dan pelajar yang setiap hari melewati jalan penuh lumpur dan lubang besar.
“Kami berharap pemerintah sekarang jangan seperti dulu. Segera bangun jalan ini, karena ini akses utama untuk sekolah dan ekonomi warga,” tambah tokoh masyarakat setempat.
Meski dikritik, beberapa pihak menilai apa yang dilakukan Husain Said di media sosial tetap memiliki nilai positif sebagai bentuk kepedulian dan dorongan moral agar pemerintah saat ini lebih memperhatikan daerah pelosok seperti Mandioli Utara.
“Mungkin beliau sadar, bahwa kritiknya sekarang bisa menjadi pengingat bagi pemimpin saat ini agar lebih cepat bertindak,” kata seorang warga muda di Indong.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan pihak DPRD Halsel belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan kondisi jalan di wilayah Indong–Pelita. Warga berharap, persoalan ini tidak hanya berhenti di media sosial, tetapi ditindaklanjuti dengan pembangunan nyata di lapangan. (Red)











Komentar