Malutline.com Kata-kata ini tampak sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam.
Pohon yang tidak berbuah tidak akan menarik perhatian siapa pun;
tak ada yang repot melemparinya.
Namun, ketika pohon itu mulai berbuah lebat — dari hasil karya, kebaikan, atau prestasi seseorang — barulah tangan-tangan mulai melempar batu.
Bukan karena pohon itu bersalah, melainkan karena ia memberi manfaat dan menonjol di antara yang lain.
Dalam kehidupan, semakin besar kontribusimu, semakin banyak pula mata yang memperhatikanmu — termasuk mata yang iri, tidak suka, atau salah paham.
Kritik dan serangan sering kali bukan tanda kegagalan,
melainkan bukti bahwa apa yang kamu lakukan berarti.
Orang tidak akan menggugat sesuatu yang tidak penting;
mereka hanya menggugat hal yang berpengaruh.
Karena itu, jangan biarkan “batu-batu” itu mematahkan semangatmu.
Jadikan setiap lemparan sebagai pengingat bahwa kamu sedang berbuah —
bahwa kerja kerasmu mulai terlihat.
Pohon yang berbuah tidak membalas dengan batu;
ia tetap menunduk dan memberi.
Begitu pula jiwa yang matang:
ia tidak membalas kebencian dengan amarah,
melainkan dengan kesabaran dan keluhuran hati.
Tanda bahwa kamu sedang berada di jalan yang benar
bukanlah ketika semua orang memujimu,
melainkan ketika kamu tetap tenang meski dilempari batu karena buah yang kamu hasilkan.
#Semangat 💪💪
✍️ Hajirin Radja








Komentar