Jatinangor, Jawa Barat, Malutline— Kepala Desa Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut ambil bagian dalam kegiatan Ret-Ret Kepemimpinan dan Pembinaan Mental yang digelar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.
Kegiatan ini merupakan inisiatif langsung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, di bawah kepemimpinan Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, dan kadis DPMD Halsel M ZAKI A Wahab yang berkomitmen membangun aparatur desa yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa melayani.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta — terdiri dari para camat dan kepala desa se-Kabupaten Halmahera Selatan — mendapatkan berbagai materi dan pembinaan mulai dari penguatan karakter, disiplin kepemimpinan, manajemen pemerintahan desa, hingga semangat pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat.
Kepala Desa Bahu menyebut pengalaman ini sebagai pelajaran yang luar biasa dan sangat berharga.
Menurutnya, kegiatan ret-ret di IPDN bukan sekadar pelatihan, tetapi momentum pembentukan mental dan spiritual bagi para pemimpin desa agar mampu memimpin dengan hati, disiplin, dan tanggung jawab yang tinggi.
“Kami banyak belajar di sini. Tentang kepemimpinan yang melayani, pentingnya kedisiplinan, dan bagaimana menjadi kepala desa yang bukan hanya memimpin, tapi juga mengayomi masyarakat. Jika semua nilai-nilai ini diterapkan di desa, saya yakin Halsel akan jauh lebih maju ke depan,” ujar Kades Bahu dengan penuh semangat.
Program ret-ret ini menjadi terobosan baru yang menegaskan komitmen Bupati Bassam Kasuba dalam membangun mental aparatur pemerintahan yang kuat dan berkarakter, Selain memperkuat kinerja kepala desa, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan etos kerja yang jujur, profesional, dan berjiwa sosial tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan IPDN Jatinangor itu juga diisi dengan latihan fisik, kegiatan refleksi, pembinaan rohani, serta diskusi kepemimpinan yang dipandu langsung oleh instruktur dan pembina berpengalaman dari IPDN.
Para peserta diajak keluar dari zona nyaman, belajar tentang arti pelayanan publik, serta memahami bahwa kemajuan daerah berawal dari desa yang kuat dan pemimpin yang berintegritas.
Kepala Desa Bahu menegaskan bahwa sepulang dari kegiatan ini, dirinya siap menerapkan berbagai pembelajaran di desanya — mulai dari pengelolaan pemerintahan yang lebih transparan, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga penataan pembangunan desa yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami datang ke sini bukan hanya untuk belajar, tapi untuk pulang membawa semangat baru. Ini langkah awal untuk perubahan yang nyata di desa kami,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Halsel berharap seluruh kepala desa mampu menjadi agen perubahan dan teladan bagi masyarakat, sehingga cita-cita menuju Halsel Maju, Berdaya, dan Bermartabat dapat benar-benar terwujud, HALSEL MANYALAAAA! Dari Jatinangor, semangat perubahan itu kembali menyala untuk membangun dari desa. (Red)









Komentar