TERNATE, Malutline – Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, suasana di Kantor Lurah Akehuda, Kecamatan Ternate Selatan, berubah haru dan bangga pada hari ini, Mobil Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, bersama Gubernur Maluku Utara dan Kepala Kanwil Kemenkumham, tampak berjejer di depan kantor kelurahan yang sederhana itu.
Kedatangan rombongan pejabat tinggi negara ini bukan tanpa alasan. Mereka hadir untuk memberikan apresiasi kepada Lurah Akehuda, Farida Saleh, atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mencegah tindak kejahatan serta menyelesaikan berbagai persoalan hukum masyarakat melalui Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang baru saja dibentuk.
Meski Posbankum Kelurahan Akehuda resmi berdiri pada 27 September 2025, namun kiprah dan pengabdian Farida bersama timnya telah dimulai sejak tahun 2022, dengan membantu warga menyelesaikan berbagai masalah hukum secara cepat, adil, dan tanpa biaya besar.
“Impian saya hanya sampai pada tingkat kedatangan Ibu Gubernur Sherly jhoanda Laos Tapi Allah memberi bonus luar biasa — kantor kami didatangi langsung oleh Pak Menteri Hukum dan HAM RI. Ini bukti bahwa kerja tulus tidak pernah sia-sia,” ungkap Lurah Farida Saleh dengan mata berkaca-kaca.
Perjuangan Farida tidak selalu mudah. Ia mengaku sempat mendapat hujatan dan kurang dukungan dari lingkungan terdekat. Namun keyakinannya bahwa “Allah tidak tidur dan keikhlasan akan berbuah kebaikan” menjadi pegangan kuat dalam bekerja.
“Siapa yang bekerja banyak akan mendapat banyak hal, bahkan di luar dugaan. Kami hanya ingin membantu masyarakat agar persoalan hukum bisa selesai di tingkat kelurahan, tanpa harus keluar biaya besar untuk ke pengadilan,” ujarnya.
Inisiatif Posbankum di Kelurahan Akehuda ini kini menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Ternate. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pelayanan hukum yang humanis, dekat dengan rakyat, dan berlandaskan semangat gotong royong.
Kehadiran Menteri Hukum dan HAM RI di Kantor Lurah Akehuda menjadi penghargaan bagi kerja keras, ketulusan, dan komitmen pelayanan publik yang nyata — sebuah pesan bahwa pengabdian yang jujur akan selalu menemukan jalannya sendiri menuju perhatian dan apresiasi. (Red)










Komentar