LABUHA — Terkait insiden pemukulan yang dilakukan oleh oknum sekuriti DPRD Halmahera Selatan (Halsel) bernama Takdir Abdullah terhadap Abdul Azis Lasaibu alias Randu, di dalam ruang SPKT Polres Halsel pada Sabtu lalu, akhirnya mendapatkan klarifikasi dari berbagai pihak.
Peristiwa tersebut disebut terjadi secara spontan dan tanpa perencanaan. Berdasarkan keterangan di lapangan, tindakan pemukulan dilakukan secara refleks oleh pelaku akibat dorongan emosional. Saat kejadian, petugas piket yang tengah duduk di balik meja mediasi tidak sempat mencegah karena posisi antara pelaku dan korban saling berhadapan di ruang mediasi.
“Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Petugas yang ada di lokasi tidak sempat menahan karena posisi mereka berhadapan langsung dengan kedua pihak,” ungkap salah satu sumber di Polres Halsel.
Sementara itu, menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyinggung dugaan intimidasi oleh oknum polisi berinisial Adi, pihak terkait menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kesalahpahaman dalam penulisan berita oleh media Malut Line edisi 13 Oktober 2025.
Dalam klarifikasi terbaru, disebutkan bahwa tidak ada tindakan intimidasi yang dilakukan oleh anggota Polres Halsel tersebut. Adi hanya berupaya membantu proses mediasi agar persoalan antara kedua pihak dapat diselesaikan secara damai dan tidak berlarut.
“Istilah intimidasi yang muncul dalam berita sebelumnya hanyalah kesalahan persepsi waktu konfirmasi. Yang benar, anggota Polres hanya berupaya menengahi agar persoalan diselesaikan secara baik-baik,” ujar salah satu sumber kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Diketahui, persoalan ini bermula dari perjanjian jual beli kayu antara pelaku dengan mertua korban. Namun karena perjanjian tersebut tidak terpenuhi sesuai waktu yang disepakati, timbul kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran.
Beruntung, setelah kejadian pemukulan tersebut, kedua pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan di ruang mediasi Polres Halsel.
“Masalah sudah diselesaikan di meja mediasi saat itu juga. Kedua belah pihak telah sepakat berdamai,” tambah sumber tersebut.
Dengan demikian, pemberitaan sebelumnya tentang adanya dugaan intimidasi oleh oknum polisi dinyatakan tidak benar dan telah diklarifikasi secara resmi oleh pihak terkait. Polres Halsel juga memastikan bahwa insiden ini tidak akan mengganggu proses pelayanan masyarakat di ruang SPKT. (Red)









Komentar