TERNATE, Malutline — Di balik tenangnya Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Halmahera Selatan, tumbuh seorang gadis muda yang kini siap mengharumkan nama Maluku Utara di pentas dunia. Dialah Maya Dira Suriandi, siswi SMA Negeri 3 Kota Ternate yang baru saja terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang internasional Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025, yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.
Namun, sebelum langkahnya menapaki Negeri Sakura, Maya sudah menorehkan segudang prestasi di tingkat nasional, Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, ia telah meraih tiga medali emas, dua piala juara nasional, enam piagam penghargaan, dan tiga sertifikat nasional dari berbagai ajang Olimpiade IPA, Biologi, dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Saya selalu percaya bahwa anak dari desa pun bisa berprestasi kalau mau berusaha. Semua ini saya persembahkan untuk orang tua dan daerah saya,” tutur Maya dengan mata berbinar.
Sejak duduk di bangku SMP, Maya sudah menunjukkan ketertarikannya pada sains dan kegiatan sosial. Ia dikenal rajin, rendah hati, dan tak segan membantu teman-temannya belajar. Prestasinya yang gemilang membuat pihak sekolah kerap menjadikannya contoh inspiratif bagi siswa lain.
Kini, peluang emas itu datang lagi. Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor 001/I/LOA-JIES/X/2025, Maya resmi ditetapkan sebagai delegasi Indonesia untuk kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.
Di Jepang nanti, Maya akan mengikuti berbagai agenda penting, seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour ke The University of Tokyo, International Volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, dan Entrepreneurship Session, serta kegiatan sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba.
Namun di balik sederet prestasi itu, Maya menghadapi kenyataan berat: biaya keberangkatan sebesar Rp 12.900.000 masih harus ia perjuangkan sendiri.
“Saya sangat berharap dukungan dari Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Saya ingin membawa nama baik sekolah, kota, dan daerah saya di ajang dunia,” ucapnya lirih namun penuh semangat.
Dukungan itu, kata Maya, bukan hanya soal biaya, tapi juga bentuk penghargaan bagi generasi muda yang berjuang menorehkan prestasi dari pelosok daerah, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., turut mengapresiasi semangat Maya.
“Kami bangga ada peserta dari Halmahera Selatan dan sekolah di Ternate. Maya adalah bukti nyata bahwa anak-anak Indonesia Timur punya potensi besar untuk tampil di level global,” ujarnya.
Bagi Maya, kesempatan ke Jepang bukan sekadar perjalanan belajar — tapi juga simbol dari mimpi besar anak desa yang tak pernah menyerah.
“Saya ingin buktikan bahwa dari Ngokomalako pun, kita bisa menembus dunia,” tutupnya dengan senyum penuh harapan.(Red)











Komentar