Malut Line

HALSEL Malutline — Polemik tunggakan tunjangan perangkat Desa Gaimu, Kecamatan Gane Timur Selatan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Kepala Desa Gaimu, Jemi Masambe, disebut telah mengingkari surat pernyataan yang dibuatnya sendiri pada Januari 2026 terkait pembayaran hak-hak Sekretaris Desa (Sekdes), para kaur, serta jajaran perangkat desa lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam surat pernyataan tersebut Jemi Masambe menyatakan siap melepaskan jabatan sebagai kepala desa apabila tidak mampu melunasi seluruh tunggakan tunjangan perangkat desa hingga batas waktu yang ditentukan, yakni April 2026.

Namun hingga kini, memasuki Mei 2026, tunggakan tersebut disebut belum juga diselesaikan. Bahkan, para perangkat desa mengaku belum menerima pembayaran tunjangan tahun 2026 sama sekali.

Total tunggakan yang disebut mencapai 17 bulan itu menimbulkan keresahan di internal pemerintahan desa. Sejumlah perangkat desa memilih tidak lagi aktif berkantor karena hak-hak mereka belum dipenuhi selama berbulan-bulan.

“Jangan mengharapkan kaur dan jajaran lainnya tetap berkantor kalau hak mereka saja tidak diberikan. Waktu mereka aktif di kantor sampai tujuh bulan pun tidak mendapat operasional. Kalau mereka tetap berkantor tanpa tunjangan, terus mereka mau makan apa,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Warga tersebut juga menyinggung aktivitas kepala desa yang disebut lebih banyak berada di luar desa.

“Jadi jangan salahkan mereka kalau sudah tidak berkantor lagi. Ngana suru dong jaga-jaga kantor di desa baru ngana pigi berkantor di Pulau Widi bagitu,” lanjutnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar pelayanan pemerintahan di Desa Gaimu tidak semakin lumpuh akibat konflik berkepanjangan antara kepala desa dan perangkatnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Gaimu, Jemi Masambe, belum memberikan klarifikasi resmi terkait tunggakan tunjangan maupun isi surat pernyataan yang disebut telah dibuat pada Januari 2026 tersebut.(Red)

TIDORE, Malutline— Pembalap muda asal Maluku Utara, Muzakir M Garwan, berhasil menunjukkan performa impresif pada ajang “Walikota Tidore Cup Race 1 Tahun 2026” yang berlangsung di Sirkuit Selawaring, Kota Tidore Kepulauan.

Rider yang mendapat dukungan sponsor dari Adhyaksa tersebut sukses finis di posisi ketiga pada sesi qualifying kelas bergengsi Sport 2 Tak 135 CC Standar Ex-Rider dan memastikan diri lolos ke babak final road race.

Muzakir tampil penuh percaya diri sejak awal sesi latihan resmi. Dengan tunggangan yang tampil kompetitif di lintasan Selawaring Circuit, ia mampu mencatat waktu 1:00.298 dan mengamankan tiket menuju final bersama para rider papan atas lainnya.

Persaingan di kelas Sport 2 Tak 135 CC berlangsung ketat. Muchdi M Garwan keluar sebagai pencatat waktu tercepat, disusul Izal Jaton di posisi kedua. Namun, keberhasilan Muzakir menembus tiga besar menjadi perhatian tersendiri karena mampu bersaing ketat dengan pembalap senior dan berpengalaman.

Dukungan sponsor Adhyaksa disebut menjadi salah satu motivasi besar bagi Muzakir untuk tampil maksimal di event otomotif terbesar di Tidore tersebut. Kehadiran sponsor lokal juga dinilai penting dalam mendukung perkembangan dunia balap motor di Maluku Utara.

Atmosfer Sirkuit Selawaring sendiri semakin panas menjelang race final. Ratusan penonton diperkirakan kembali memadati area sirkuit untuk menyaksikan pertarungan sengit para rider terbaik yang akan memperebutkan podium juara pada Walikota Tidore Cup Race 1 Tahun 2026.

Muzakir M Garwan pun optimistis dapat memberikan hasil terbaik di partai final dan membawa nama tim serta sponsor Adhyaksa naik ke podium kemenangan.

“Muchdi M. Garwan keluar sebagai waktu tercepat yg juga kakak dari Muzakkir M. Garwan,(Red)

TERNATE, Malutline — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mendorong Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate untuk tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat persatuan masyarakat di Maluku Utara.

Hal itu disampaikan Rizal saat mewakili Wali Kota Ternate dalam kegiatan Pelantikan, Pengukuhan, dan Rapat Kerja I Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate Tahun 2026 yang dipimpin Arman Anwar, di Hotel Jati, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Kemandirian, Mewujudkan Kesejahteraan Bersama” itu dihadiri para sesepuh Fagogoru, Pembina Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Ternate Husen Alting, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Ternate Zubair Situmorang, para pengurus, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rizal menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik dan dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar kehormatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, mempererat tali kekeluargaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Ternate, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan dilantik. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, Fagogoru bukan hanya sekadar istilah budaya, melainkan sebuah falsafah hidup yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Halmahera, khususnya wilayah Gam Range yang meliputi Maba, Patani, dan Weda.

Ia menjelaskan, nilai Fagogoru mengandung semangat saling membantu, saling menyayangi, dan saling menolong dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut juga mencerminkan pentingnya persaudaraan, sopan santun, serta penghormatan antarsesama.

“Nilai-nilai Fagogoru sangat relevan dalam kehidupan saat ini, di mana persatuan dan toleransi menjadi kunci menjaga keharmonisan sosial dan stabilitas daerah,” katanya.

Rizal menambahkan, tema kegiatan yang diangkat sangat selaras dengan semangat Fagogoru itu sendiri. Menurutnya, kemandirian tidak hanya dimaknai dalam aspek ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan solidaritas sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, hingga pengembangan kolaborasi yang produktif.

Lebih lanjut, Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun daerah, baik di Kota Ternate maupun wilayah lain di Maluku Utara seperti Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

“Pemerintah mendorong agar kita semua dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah, tidak hanya di Kota Ternate, tetapi juga di Halmahera Tengah maupun Halmahera Timur,” ujarnya.

Rizal juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga pedoman untuk masa depan. Kita ingin Ternate tumbuh tidak hanya secara fisik dan ekonomi, tetapi juga dalam nilai, jati diri, dan kepribadian,” tegasnya.

Ia berharap Rapat Kerja I Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate dapat melahirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat pemberdayaan keluarga, membuka peluang ekonomi kreatif, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Menurut Rizal, Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru memiliki potensi besar sebagai wadah pemersatu masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi di Maluku Utara.

“Semoga Fagogoru dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat persaudaraan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (Bul)

TERNATE, Malutline — Provinsi Maluku Utara kembali mencatat capaian membanggakan di sektor ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 19,64 persen. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,61 persen.

Meski lebih rendah dibanding capaian tertinggi sebelumnya yang sempat menyentuh angka 39,10 persen, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tetap menempatkan daerah ini sebagai salah satu provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia.

Kuatnya pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tidak lepas dari peran sektor industri pengolahan yang menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 37,09 persen. Selain itu, sektor perdagangan, pertambangan dan penggalian, administrasi pemerintahan, serta pertanian juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah.

Dominasi sektor industri pengolahan menunjukkan bahwa hilirisasi sumber daya alam, khususnya komoditas tambang, mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan nilai tambah ekonomi di daerah.

Salah satu faktor utama yang menjadi kekuatan ekonomi Maluku Utara adalah kekayaan sumber daya nikel. Provinsi ini diketahui menjadi salah satu penghasil nikel terbesar di Indonesia bahkan dunia. Lebih dari 20 persen kebutuhan nikel global disebut berasal dari wilayah Maluku Utara.

Potensi besar tersebut menjadikan Maluku Utara sebagai pusat perhatian investasi nasional maupun internasional, terutama dalam pengembangan industri hilirisasi mineral dan pembangunan kawasan industri berbasis pengolahan nikel.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Sejak memimpin pada Februari 2025, Sherly dinilai berhasil menghadirkan berbagai kebijakan yang mampu mendorong peningkatan investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Kinerja tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri karena dianggap sukses menjadikan potensi sumber daya alam sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi Maluku Utara.

Selain sektor pertambangan dan industri pengolahan, pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat sektor perdagangan dan pertanian agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada industri tambang semata. Langkah tersebut dilakukan guna menciptakan keseimbangan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi menjadi sinyal positif bagi peningkatan investasi dan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia. Namun demikian, pemerintah juga diingatkan agar pertumbuhan tersebut dapat diiringi dengan pemerataan kesejahteraan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perlindungan lingkungan hidup.

Dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 19,64 persen, Maluku Utara kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu daerah dengan perkembangan ekonomi paling pesat di Indonesia.

Pemerintah daerah berharap momentum tersebut dapat terus dijaga untuk memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Bul)

TERNATE, Malutline — Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menghadirkan terobosan baru di sektor pendidikan melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun 2026. Program inovatif yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sherly jhoanda dan Sarbin sehe rsebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, khususnya mereka yang mengalami putus sekolah di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak usia 16 hingga 18 tahun tetap memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala faktor geografis maupun keterbatasan ekonomi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, M.Si, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang terus dilakukan pemerintah daerah demi menciptakan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Maluku Utara.

“Dunia pendidikan di Maluku Utara harus terus bergerak maju. Program Pendidikan Jarak Jauh ini menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal karena kondisi wilayah, ekonomi keluarga, maupun faktor sosial lainnya,” ujarnya.

Program PJJ 2026 hadir setelah keberhasilan sejumlah program pendidikan gratis yang sebelumnya dijalankan pemerintah daerah. Kali ini, fokus utama diarahkan kepada anak-anak putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan secara lebih fleksibel namun tetap terarah dan berkualitas.

Dalam pelaksanaannya, sistem pembelajaran dilakukan melalui dua metode, yakni sinkronus dan asinkronus. Sistem sinkronus memungkinkan peserta didik mengikuti pembelajaran daring secara langsung bersama tenaga pengajar, sementara sistem asinkronus memberikan keleluasaan bagi siswa untuk belajar secara mandiri sesuai kondisi dan waktu yang tersedia.

Pemerintah menilai pendekatan tersebut sangat relevan diterapkan di Maluku Utara yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan tantangan jaringan internet, transportasi, serta keterbatasan fasilitas pendidikan di sejumlah daerah.

Sebagai pusat pelaksanaan program, SMA Negeri 1 Kota Ternate ditunjuk sebagai sekolah induk. Sementara beberapa sekolah mitra turut dilibatkan untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan, di antaranya SMA Negeri 1 Halmahera Utara, SMA Negeri 1 Pulau Morotai, dan SMA Negeri 2 Halmahera Timur.

Kehadiran sekolah mitra tersebut diharapkan mampu membantu proses pendampingan peserta didik di berbagai kabupaten/kota sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga membuka akses pendaftaran melalui berbagai jalur, mulai dari sekolah induk, sekolah mitra, cabang dinas pendidikan, hingga Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Langkah ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi dan layanan pendaftaran tanpa harus mengalami kesulitan administratif.

Program Pendidikan Jarak Jauh 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dianggap menjadi harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah. Banyak pihak menilai program ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.

Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan modern, sistem pembelajaran jarak jauh dinilai menjadi solusi yang adaptif dan inklusif, terutama bagi daerah kepulauan seperti Maluku Utara. Pemerintah berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan jarak dan kondisi ekonomi.

Kadikbud Maluku Utara juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

“Jangan lewatkan kesempatan ini. Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung program ini agar semakin banyak anak-anak Maluku Utara yang kembali mendapatkan hak pendidikannya,” tambahnya.

Melalui Program Pendidikan Jarak Jauh 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan dapat dijangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Langkah ini sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda Maluku Utara yang cerdas, mandiri, dan mampu bersaing di masa depan. (Red)