Malut Line

LABUHA, Malutline – Disiplin aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan UPTD Malaria Center Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menjadi sorotan. Berdasarkan hasil pantauan Malutline, aktivitas pelayanan di kantor tersebut dinilai tidak berjalan optimal karena banyak pegawai yang diduga tidak berada di tempat pada jam kerja.

Dari hasil pantauan media ini, sejumlah ASN dan PPPK terlihat hanya mengikuti apel pagi, kemudian meninggalkan kantor tidak lama setelah apel selesai. Sebagian pegawai baru kembali ke kantor menjelang berakhirnya jam kerja, sekitar pukul 15.30 WIT, sehingga kondisi kantor pada siang hari tampak sepi.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap disiplin pegawai di lingkungan UPTD Malaria Center.

Sejumlah pihak menilai kondisi itu tidak terlepas dari lemahnya pengawasan internal yang menjadi tanggung jawab pimpinan.

Kepala UPTD Malaria Center, Arlan-Diadon, bersama Kepala Tata Usaha (KTU), Erna W. Murad, dinilai perlu memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap ASN maupun PPPK agar mematuhi ketentuan jam kerja sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Malutline, terdapat pegawai yang datang mengikuti apel pagi sekitar pukul 08.00 WIT, kemudian meninggalkan kantor setelah apel selesai. Padahal, setelah waktu istirahat siang, pegawai seharusnya kembali melaksanakan tugas sesuai jadwal kerja. Namun, berdasarkan pantauan media ini, sebagian pegawai baru kembali ke kantor sekitar pukul 15.30 WIT, bahkan ada yang tidak terlihat berada di kantor pada jam kerja siang.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi efektivitas pelayanan publik, mengingat UPTD Malaria Center memiliki peran penting dalam mendukung program pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan penyakit malaria di Kabupaten Halmahera Selatan.

Masyarakat berharap setiap ASN dan PPPK dapat menjalankan tugas secara profesional dengan mematuhi disiplin kerja sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Atas kondisi tersebut, sejumlah pihak mendesak Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen dan kepemimpinan di UPTD Malaria Center.

Evaluasi dinilai penting agar pengawasan terhadap kehadiran pegawai dapat diperketat, budaya disiplin kembali ditegakkan, serta pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal sesuai prinsip pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala UPTD Malaria Center Arlan-Diadon maupun Kepala Tata Usaha Erna W. Murad belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait hasil pantauan tersebut. Malutline masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. (Jais)

LABUHA, Malutline – Pelayanan distribusi air bersih di wilayah seputaran UMK, Kabupaten Halmahera Selatan, untuk sementara dihentikan akibat pipa distribusi berdiameter 110 milimeter mengalami kebocoran atau pecah pada hari ini.

Saat ini, tim teknis PDAM Halmahera Selatan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan agar pasokan air kepada pelanggan dapat kembali normal secepatnya.

Direktur Utama PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas terganggunya pelayanan air bersih.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya di wilayah seputaran UMK, atas terganggunya pelayanan air bersih akibat pipa distribusi 110 mm yang mengalami pecah. Saat ini tim teknis sedang bekerja melakukan perbaikan. Kami berharap proses ini dapat segera selesai sehingga pelayanan dapat kembali normal,” ujar Soleman Bobote.

PDAM Halmahera Selatan mengimbau masyarakat untuk sementara menggunakan persediaan air secara bijak hingga proses perbaikan rampung. Setelah pekerjaan selesai dan jaringan dipastikan berfungsi dengan baik, distribusi air akan kembali dilakukan secara normal. (Red)

MAMUJU, Malutline – Memasuki dunia perguruan tinggi merupakan langkah awal menuju masa depan yang penuh tantangan dan peluang. Menyadari pentingnya pembekalan bagi mahasiswa baru, Institut Kesehatan dan Bisnis (IKB) St. Fatimah Mamuju terus mempersiapkan berbagai program yang bertujuan membangun karakter, wawasan akademik, serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus.

Salah satu tahapan penting yang akan diikuti mahasiswa baru adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi media edukasi untuk memperkenalkan sistem pendidikan tinggi, budaya akademik, tata kelola kampus, serta berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia selama masa perkuliahan.

Melalui PKKMB, mahasiswa akan diperkenalkan dengan visi dan misi institusi, struktur organisasi kampus, hak dan kewajiban mahasiswa, etika akademik, layanan perpustakaan, laboratorium, Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), hingga berbagai organisasi kemahasiswaan yang dapat menjadi wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan kemampuan sosial.

Selain memahami lingkungan kampus, mahasiswa juga dibekali pengetahuan mengenai sistem akademik yang akan dijalani selama menempuh pendidikan. Salah satunya adalah penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS), yaitu proses memilih mata kuliah yang akan diambil setiap semester sesuai kurikulum program studi dengan pendampingan Dosen Pembimbing Akademik (DPA).

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan konsep Satuan Kredit Semester (SKS) sebagai ukuran beban belajar, Kartu Hasil Studi (KHS) yang memuat nilai setiap semester, Indeks Prestasi Semester (IPS) sebagai indikator capaian belajar, serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang menjadi ukuran keberhasilan akademik selama menempuh pendidikan.

Pemahaman terhadap sistem tersebut dinilai penting agar mahasiswa mampu menyusun strategi belajar yang baik, menjaga prestasi akademik, serta mempersiapkan diri untuk memperoleh berbagai kesempatan, seperti beasiswa, program magang, pertukaran mahasiswa, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju juga menanamkan nilai-nilai integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Pihak kampus berharap seluruh mahasiswa baru mampu memanfaatkan masa perkuliahan sebagai proses pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan pengembangan potensi diri secara maksimal.

“Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh nilai yang tinggi, tetapi juga tentang membangun karakter, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan kepada seluruh calon mahasiswa baru.

Dengan berbagai pembekalan tersebut, Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju optimistis dapat melahirkan lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Memasuki gerbang perguruan tinggi bukan sekadar memulai proses belajar di ruang kelas, tetapi juga memulai perjalanan untuk menjadi insan akademik yang berintegritas, inovatif, dan siap mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kemajuan bangsa dan masyarakat. (Red)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Desa (Pemdes) Marabose, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan desa berbasis inovasi. Bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) dan PT Wanatiara Persada, Pemdes Marabose menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mengusung tema pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan kapasitas kelompok tani, serta peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mempertemukan pemerintah desa, dunia akademik, dan sektor industri untuk menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain memberikan sosialisasi pemanfaatan AI bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menghadirkan pembinaan bagi kelompok tani mengenai strategi peningkatan nilai tambah pascapanen, tata kelola administrasi keuangan, serta pengembangan usaha berbasis teknologi digital.

Kepala Desa Marabose, Wusta Sy. Soleman, ST., N.LP., mengatakan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Artificial Intelligence bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi kebutuhan di era digital yang mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, memperluas akses pemasaran, hingga memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Pemanfaatan Artificial Intelligence merupakan sebuah kebutuhan di era digital saat ini. Jika digunakan secara bijak, AI dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas pelayanan desa, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas dan berbasis data,” ujar Wusta.

Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai pemanfaatan AI untuk membantu pencarian literatur, pengembangan ide penelitian, analisis informasi, hingga penyusunan karya ilmiah secara lebih sistematis. Namun demikian, mahasiswa juga diingatkan agar tetap menjunjung tinggi integritas akademik dengan menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis maupun analisis ilmiah. Seluruh informasi yang diperoleh melalui AI harus diverifikasi menggunakan sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, Dr. Suriana AR Mahdi, SE., M.SA., Ak., menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence, harus dimanfaatkan secara positif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi sekaligus mendorong lahirnya inovasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, AI mampu menjadi instrumen yang efektif dalam membantu mahasiswa melakukan penelusuran referensi ilmiah, mengembangkan gagasan penelitian, mengolah data, hingga menyusun karya ilmiah secara lebih sistematis dan efisien. Namun, pemanfaatannya tetap harus berlandaskan etika akademik, kejujuran ilmiah, dan kemampuan berpikir kritis.

“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir mahasiswa, melainkan menjadi alat bantu yang dapat mempercepat proses belajar, penelitian, dan penyusunan karya ilmiah. Mahasiswa tetap harus mampu melakukan analisis secara mandiri serta memverifikasi setiap informasi melalui sumber-sumber ilmiah yang kredibel,” jelas Dr. Suriana.

Ia mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara Pemerintah Desa Marabose, PT Wanatiara Persada, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun sebagai bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran akademisi di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memberikan materi sosialisasi, tetapi juga menjadi jembatan antara hasil penelitian kampus dengan kebutuhan riil masyarakat sehingga berbagai inovasi dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan. Dengan demikian masyarakat memperoleh manfaat nyata dari perkembangan teknologi, sementara mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, kelompok tani binaan PT Wanatiara Persada memperoleh pembinaan mengenai strategi meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui pengelolaan pascapanen yang lebih baik, tata kelola administrasi dan keuangan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jaringan pemasaran produk lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Marabose berharap kolaborasi yang telah dibangun tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang mampu menghadirkan berbagai inovasi di sektor pertanian, perikanan, UMKM, kewirausahaan, pendidikan, hingga transformasi digital desa.

Ia optimistis sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan dunia usaha akan melahirkan berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan percepatan pembangunan desa.

“Kami berharap Desa Marabose dapat menjadi desa percontohan dalam penerapan teknologi digital berbasis kolaborasi. Dengan dukungan perguruan tinggi dan dunia usaha, kami yakin akan lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Wusta.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Desa Marabose, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, serta PT Wanatiara Persada menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia industri merupakan kunci penting dalam membangun desa yang modern, inovatif, dan berdaya saing. Pemanfaatan Artificial Intelligence diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat transformasi ekonomi masyarakat sekaligus mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan berintegritas menghadapi tantangan era digital. (Red)

SOFIFI, Malutline – Upaya mempercepat pembangunan pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara terus digenjot. Dukungan terhadap semboyan “Sofifi Rumah Kita” kembali mendapat angin segar setelah rencana pembangunan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara dan markas Kodam baru mulai dipersiapkan untuk direalisasikan pada tahun depan.

Kehadiran dua fasilitas strategis tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Sofifi sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik di Maluku Utara. Selama ini, Sofifi yang telah ditetapkan sebagai ibu kota provinsi masih terus berproses melengkapi berbagai infrastruktur pendukung agar aktivitas pemerintahan berjalan lebih optimal.

Pembangunan kantor Kejati Maluku Utara dan Kodam baru tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan kawasan ibu kota provinsi.

Dengan hadirnya institusi strategis tersebut, Sofifi diharapkan semakin berkembang sebagai kawasan pemerintahan, keamanan, ekonomi, serta pusat pertumbuhan baru di Maluku Utara.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong pengembangan Sofifi melalui pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pelayanan pemerintahan sekaligus pintu gerbang pembangunan di wilayah Maluku Utara.

Sejumlah kalangan menilai pembangunan kantor pemerintahan vertikal seperti Kejati dan Kodam akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari terbukanya peluang ekonomi, meningkatnya aktivitas jasa, hingga bertambahnya kepercayaan investor terhadap perkembangan Sofifi.

“Sofifi bukan hanya sebagai simbol ibu kota provinsi, tetapi harus menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan pembangunan Maluku Utara,” menjadi harapan banyak pihak agar percepatan pembangunan terus berjalan.

Meski demikian, pembangunan fasilitas besar tersebut juga diharapkan tetap diikuti dengan peningkatan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transportasi, jaringan telekomunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pembangunan.

Dengan masuknya proyek strategis Kejati Maluku Utara dan Kodam baru, harapan menjadikan Sofifi sebagai rumah bersama masyarakat Maluku Utara semakin terbuka lebar. (Red)