Malut Line

HALSEL, Malutline– Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan mengeluarkan himbauan resmi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca insiden yang terjadi antara warga Desa Silang dan Desa Liaro.

Dalam himbauan yang dirilis oleh Humas Polres Halmahera Selatan tersebut, ditegaskan bahwa situasi terkini di lapangan sudah mulai terkendali dan berangsur kondusif. Aparat keamanan terus melakukan pemantauan serta langkah-langkah preventif guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.

Pihak kepolisian juga menegaskan kepada seluruh masyarakat agar tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di media sosial.

Dalam penegasan tersebut, disebutkan bahwa penyebaran informasi provokatif dapat dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dengan ancaman hukuman pidana hingga 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp1 miliar.

“Situasi saat ini sudah berangsur kondusif, kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga keamanan bersama,” demikian isi pesan yang disampaikan dalam himbauan tersebut.

Lebih lanjut, Polres Halmahera Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuknTidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasinTidak mudah terpancing isu atau kabar yang tidak jelas Tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan

Ajakan ini menjadi penting mengingat dinamika sosial di tengah masyarakat yang rawan dipicu oleh informasi yang tidak akurat, terutama di era digital saat ini.

Dalam pernyataan tegasnya, Polres Halmahera Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir segala bentuk upaya yang dapat memperkeruh situasi dan mengganggu keamanan masyarakat.

“Kami tidak mentolerir setiap upaya yang dapat memperkeruh situasi dan mengganggu keamanan masyarakat,” tegas pihak kepolisian.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kedamaian demi terciptanya wilayah Halmahera Selatan yang aman dan kondusif.

Langkah cepat dan himbauan ini diharapkan mampu meredam potensi konflik lanjutan serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga stabilitas daerah, khususnya pasca insiden yang sempat memicu ketegangan antar warga.

Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan Halmahera Selatan dapat kembali sepenuhnya pulih dan menjalani aktivitas seperti biasa dalam suasana yang damai dan harmonis. (Red)

TERNATE, Malutline – Satuan Brimob Polda Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus memproses oknum anggota berinisial Bripka RD alias Raihan (37) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, PW (36), pada Minggu (22/3/2026).

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Malut, Kombes Pol Handri Wira Suryana, S.I.K., M.A.P., menyatakan pihaknya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam pelanggaran hukum.

“Kami tegaskan tidak akan mentolerir anggota yang membuat masalah. Kasus ini akan terus diproses, dan saat ini Bripka RD sudah dalam penanganan Provos Satuan Brimob Polda Malut,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong agar kasus tersebut diproses secara tuntas serta memastikan perlindungan terhadap korban agar tidak kembali mengalami tindakan serupa.

“Kami tidak akan menutup-nutupi kasus ini. Saya selaku Dansat Brimob Polda Malut memberi atensi agar Bripka RD diproses hingga ke tingkat pemecatan,” tegasnya.

Sebelumnya, Bripka RD alias Raihan dilaporkan diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Pipin Wulandari (36). Akibat kejadian tersebut, korban sempat tidak sadarkan diri dan dilarikan ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk mendapatkan perawatan medis. (Red)

GORONTALO – Puluhan penumpang bus Raja Trans rute Manado–Palu dilaporkan terlantar lebih dari 15 jam di Terminal Tipe A Isimu, Gorontalo, tanpa kejelasan keberangkatan maupun fasilitas yang memadai dari pihak manajemen.

Sejak sekitar pukul 22.00 WITA malam, para penumpang hanya diminta untuk menunggu tanpa kepastian waktu keberangkatan. Hingga siang hari berikutnya, belum ada solusi konkret yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan penumpang. Mereka mengaku tidak mendapatkan fasilitas dasar seperti tempat istirahat atau penginapan, meskipun keterlambatan sudah berlangsung cukup lama.

“Kami hanya disuruh menunggu dan menunggu, tanpa kejelasan. Tidak ada tanggung jawab dari pihak Raja Trans,” ungkap salah satu penumpang dengan nada kecewa.

Situasi semakin memprihatinkan karena di antara penumpang terdapat anak kecil berusia sekitar 3 tahun yang harus menahan lapar sejak malam hingga siang hari. Selain itu, beberapa penumpang diketahui sedang mengejar waktu untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ke daerah lain.

Para penumpang juga menyoroti harga tiket yang telah mengalami kenaikan, namun tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan. Mereka menilai pihak manajemen kurang memperhatikan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Raja Trans terkait penyebab keterlambatan maupun langkah penanganan terhadap penumpang yang terdampak.

Para penumpang berharap adanya itikad baik dari pihak perusahaan untuk segera memberikan solusi, termasuk kejelasan jadwal keberangkatan serta fasilitas yang layak selama masa penantian. (Red)

HALSEL, Malutline – Suasana Ramadhan tahun ini terasa lebih tenang dan penuh kenyamanan bagi masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Ketersediaan air bersih yang lancar dan merata menjadi salah satu faktor utama yang membuat aktivitas ibadah dan kebutuhan sehari-hari warga berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.

Sejak awal bulan suci, masyarakat di berbagai wilayah Halsel mengaku sangat puas dengan pelayanan air bersih yang dinilai meningkat signifikan. Distribusi air yang stabil dari pagi hingga malam hari membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sahur, berbuka puasa, hingga keperluan ibadah seperti wudhu.

“Alhamdulillah, air bersih tahun ini benar-benar lancar. Tidak seperti sebelumnya yang kadang tersendat. Ini sangat membantu kami selama Ramadhan,” ungkap salah satu warga dengan penuh rasa syukur.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen pemerintah daerah bersama pihak terkait dalam memastikan pelayanan publik berjalan maksimal. Masyarakat pun secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Hasan Ali Bassam Kasuba selaku Bupati Halmahera Selatan dan Helmi Umar Muksin yang dinilai serius dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.

Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada Soleman Bobote selaku Direktur PDAM yang dianggap berhasil memimpin pengelolaan dan distribusi air bersih secara optimal selama bulan Ramadhan. Di bawah kepemimpinannya, berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari perbaikan jaringan pipa hingga peningkatan sistem distribusi.

Petugas di lapangan juga dinilai lebih responsif dalam menangani keluhan warga. Setiap gangguan yang muncul dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak berdampak luas. Hal ini menjadi bukti adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak PDAM dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kelancaran pasokan air bersih ini juga memberikan dampak besar terhadap aktivitas sosial dan keagamaan. Masjid-masjid yang dipadati jamaah selama Ramadhan dapat menjalankan kegiatan ibadah dengan nyaman tanpa kekhawatiran kekurangan air. Kondisi ini tentu menambah kekhusyukan dalam beribadah.

Sejumlah tokoh masyarakat berharap capaian positif ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, tetapi dapat terus dipertahankan ke depannya. Mereka menilai, pelayanan air bersih yang baik merupakan kebutuhan dasar yang harus terus dijaga konsistensinya.

“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat. Kami berharap pelayanan seperti ini bisa terus berlanjut, bukan hanya di bulan Ramadhan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Dengan pelayanan yang semakin optimal, masyarakat Halsel kini dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan nyaman. Ketersediaan air bersih yang lancar bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan ketenangan. (Red)

LABUHA, Malutline – Seorang perempuan muda bernama Ade dilaporkan belum kembali ke rumah sejak keluar pada malam hari. Informasi ini pertama kali beredar melalui grup media sosial jual beli di wilayah Labuha dan langsung menjadi perhatian warga setempat.

Dalam unggahan tersebut, pihak keluarga menyampaikan bahwa Ade terakhir kali terlihat keluar rumah dengan mengenakan pakaian seperti pada foto yang beredar. Ia disebut pergi bersama seorang teman perempuan, namun hingga keesokan harinya belum juga kembali, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga.

“Kami mohon bantuan bagi siapa saja yang melihat atau mengetahui keberadaan Ade agar segera menghubungi keluarga,” tulis salah satu anggota keluarga dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima keluarga, Ade sempat terlihat berada di sekitar area Hidayat pada sore hari. Namun, saat pihak keluarga mendatangi lokasi tersebut untuk memastikan, yang bersangkutan уже tidak berada di tempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti keberadaan Ade. Pihak keluarga mengaku telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri dengan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban berada, namun hasilnya masih nihil.

Adapun ciri-ciri Ade sesuai dengan foto yang beredar di antaranya Perempuan muda Menggunakan hijab berwarna hitam Mengenakan pakaian kombinasi hitam dan putih, Membawa tas kecil berwarna hitam
Terakhir terlihat memegang telepon genggam

Kejadian ini pun memicu keprihatinan masyarakat Labuha dan sekitarnya. Warga diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila melihat seseorang dengan ciri-ciri yang dimaksud.

Pihak keluarga berharap adanya kepedulian dari masyarakat luas untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mengarah pada keberadaan Ade.

“Kami sangat berharap Ade segera ditemukan dalam keadaan selamat. Informasi apa pun sangat berarti bagi kami,” ujar pihak keluarga dengan penuh harap.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib terkait laporan kehilangan tersebut. Namun masyarakat diharapkan dapat terus berkoordinasi dan menyebarkan informasi ini sebagai bentuk kepedulian bersama.

Jika Anda memiliki informasi terkait keberadaan Ade, segera hubungi pihak keluarga atau aparat setempat. (Red)