LABUHA, Malutline – Seorang perempuan muda bernama Ade dilaporkan belum kembali ke rumah sejak keluar pada malam hari. Informasi ini pertama kali beredar melalui grup media sosial jual beli di wilayah Labuha dan langsung menjadi perhatian warga setempat.

Dalam unggahan tersebut, pihak keluarga menyampaikan bahwa Ade terakhir kali terlihat keluar rumah dengan mengenakan pakaian seperti pada foto yang beredar. Ia disebut pergi bersama seorang teman perempuan, namun hingga keesokan harinya belum juga kembali, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga.

“Kami mohon bantuan bagi siapa saja yang melihat atau mengetahui keberadaan Ade agar segera menghubungi keluarga,” tulis salah satu anggota keluarga dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima keluarga, Ade sempat terlihat berada di sekitar area Hidayat pada sore hari. Namun, saat pihak keluarga mendatangi lokasi tersebut untuk memastikan, yang bersangkutan уже tidak berada di tempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti keberadaan Ade. Pihak keluarga mengaku telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri dengan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban berada, namun hasilnya masih nihil.

Adapun ciri-ciri Ade sesuai dengan foto yang beredar di antaranya Perempuan muda Menggunakan hijab berwarna hitam Mengenakan pakaian kombinasi hitam dan putih, Membawa tas kecil berwarna hitam
Terakhir terlihat memegang telepon genggam

Kejadian ini pun memicu keprihatinan masyarakat Labuha dan sekitarnya. Warga diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila melihat seseorang dengan ciri-ciri yang dimaksud.

Pihak keluarga berharap adanya kepedulian dari masyarakat luas untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mengarah pada keberadaan Ade.

“Kami sangat berharap Ade segera ditemukan dalam keadaan selamat. Informasi apa pun sangat berarti bagi kami,” ujar pihak keluarga dengan penuh harap.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib terkait laporan kehilangan tersebut. Namun masyarakat diharapkan dapat terus berkoordinasi dan menyebarkan informasi ini sebagai bentuk kepedulian bersama.

Jika Anda memiliki informasi terkait keberadaan Ade, segera hubungi pihak keluarga atau aparat setempat. (Red)

HALUT, Malutline – Proyek pembangunan Jembatan Kalipodol (Ake Podol) di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu diduga terbengkalai meski telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Sorotan ini mencuat setelah Front Anti Korupsi Indonesia (FAKI) Provinsi Maluku Utara mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, untuk segera melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut.

FAKI: Proyek Mangkrak, Harus Diusut Tuntas Ketua FAKI Maluku Utara, Dani Haris Purnawan, menegaskan bahwa hingga tahun 2026, progres pembangunan jembatan tersebut belum menunjukkan penyelesaian yang signifikan.

Menurutnya, pekerjaan proyek baru sebatas pembangunan abutment (pondasi penyangga), sementara konstruksi utama jembatan belum dilanjutkan “Proyek ini diduga berjalan sejak tahun anggaran 2023 hingga 2024, tetapi sampai sekarang belum selesai dan terkesan terbengkalai,” tegas Dani, Minggu (21/03/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar, mengingat nilai anggaran proyek mencapai 2,5 miliar rupiah.

Data Proyek: Anggaran Rp2,55 Miliar dari APBD Berdasarkan data pengadaan, proyek tersebut memiliki rincian sebagai berikut: Nama Paket: Pembangunan Jembatan Ake Podol (Bailey) Tender Ulang Kode Lelang: 2504233 Satuan Kerja: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Utara

Sumber Anggaran: APBD Tahun 2022
Nilai Pagu: Rp 2.550.000.000
HPS: Rp 2.550.000.000 Kategori: Pekerjaan Konstruksi Lokasi: Kecamatan Loloda Utara, Halmahera Utara Tahapan Lelang: Tender selesai pada 9 Juni hingga 30 Juni 2022 Meski proses tender telah selesai sejak tahun 2022, hingga kini proyek tersebut belum rampung sepenuhnya.

Diduga Terkait Anggota DPRD
Dalam keterangannya, FAKI juga menyinggung adanya dugaan keterkaitan proyek dengan seorang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai NasDem, Muhammad Gifari Bopeng.

FAKI meminta agar aparat penegak hukum tidak ragu untuk memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk yang diduga memiliki hubungan dengan perusahaan pelaksana proyek.

“Kami mendesak Kejati Maluku Utara segera memanggil dan memeriksa semua pihak terkait, termasuk saudara Muhammad Gifari Bopeng,” ujar Dani.

Klarifikasi Rekanan: Terkendala Anggaran
Sementara itu, pihak rekanan yang dikaitkan dengan proyek tersebut memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi wartawan di kantor NasDem, Kelurahan Kampung Makassar, Kota Ternate.

Ia menyampaikan bahwa proyek tidak dapat dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dari Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Utara pada saat itu. Sisa pekerjaan, kata dia, kemudian dialihkan untuk dilanjutkan oleh Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara.

“Jika dihitung dari volume pekerjaan yang telah kami kerjakan, pemerintah daerah masih memiliki kewajiban pembayaran sekitar Rp 300 juta lebih. Jadi tidak ada kerugian negara,” jelasnya.

Dampak bagi Masyarakat
Mangkraknya proyek ini dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya warga Loloda Utara yang membutuhkan akses jembatan untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Jembatan tersebut sejatinya menjadi penghubung penting antarwilayah, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

FAKI Siap Tempuh Jalur Resmi FAKI Maluku Utara menegaskan akan terus mengawal kasus ini secara serius. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya berencana melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum, kami akan menyampaikan laporan resmi agar kasus ini diusut secara transparan,” tegas Dani.

Kesimpulan Kasus proyek Jembatan Kalipodol kini menjadi perhatian luas publik. Dengan nilai anggaran mencapai Rp 2,55 miliar, masyarakat berharap adanya kejelasan terkait

Progres pekerjaan yang belum selesai
Dugaan keterkaitan pihak tertentu
Transparansi penggunaan anggaran
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas, agar proyek tersebut dapat diselesaikan dan memberikan manfaat nyata bagi warga. (Red)

HALTIM, Malutline – Pengelolaan Dana Desa yawal kecamatan wasilei selatan kabupaten Halmahera Timur Edi pada tahun anggaran 2024 kembali menjadi sorotan masyarakat setempat Pasalnya, sejumlah program dan kegiatan yang tercantum dalam laporan penggunaan anggaran diduga tidak terealisasi di lapangan, sehingga memunculkan dugaan adanya kegiatan fiktif dalam pengelolaan dana desa yang di lakukan kades yawal kecamatan wasilei timur tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, total pagu Dana Desa tahun 2024 mencapai Rp918.956.000 dan seluruhnya telah disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp380.782.400 atau sekitar 41,44 persen, sementara tahap kedua mencapai Rp538.173.600 atau 58,56 persen.

Namun, sejumlah kegiatan yang tercantum dalam rincian penggunaan anggaran tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Beberapa kegiatan di antaranya adalah pemeliharaan jalan desa, bantuan perikanan, peningkatan produksi peternakan, pembangunan sarana posyandu, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Dalam laporan tersebut tercatat anggaran cukup besar dialokasikan untuk pemeliharaan jalan desa sebesar Rp.213.018.591, bantuan perikanan sebesar Rp.108.000.000, serta peningkatan produksi peternakan mencapai Rp105.000.000. Selain itu, terdapat pula anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan desa sebesar Rp.60.670.000, serta berbagai kegiatan lain seperti pelatihan pengelolaan BUM Desa, penyelenggaraan posyandu, hingga program pendidikan nonformal.

Sayangnya, menurut sejumlah warga, sebagian kegiatan tersebut tidak terlihat realisasinya di lapangan. Bahkan ada program yang diduga hanya tercantum dalam laporan anggaran tanpa ada kegiatan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Banyak kegiatan yang tercantum dalam anggaran, tapi di lapangan masyarakat tidak melihat ada pembangunan atau kegiatan tersebut. Ini yang membuat warga mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan dana desa,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan masyarakat terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana desa yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah tersebut. Warga pun berharap adanya audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran desa agar tidak menimbulkan kerugian negara.

Sejumlah pihak juga mendesak Inspektorat Kabupaten Halmahera Timur agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa dan aparat pemerintah desa yang bertanggung jawab atas pengelolaan dana tersebut.

“Inspektorat harus segera melakukan audit dan pemeriksaan. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau kegiatan fiktif, maka harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Dana desa sendiri merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta melibatkan partisipasi masyarakat melalui mekanisme musyawarah desa.

Jika dugaan kegiatan fiktif ini benar terjadi, maka hal tersebut dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan keuangan negara yang dapat merugikan masyarakat desa yang seharusnya mendapatkan manfaat dari program pembangunan tersebut.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan investigasi agar persoalan ini menjadi terang benderang. Selain itu, langkah tegas dari aparat pengawasan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa.

Dengan adanya pemeriksaan dari Inspektorat, diharapkan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, serta jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka aparat penegak hukum diminta untuk menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. (Red)

MANADO, Malutline— Suasana kebahagiaan menyelimuti perayaan ulang tahun ke-17 seorang remaja bernama Catherine putri dari pasangan Charles Ong dan Erlyn Panget Di momen spesial ini, ucapan penuh doa dan harapan terbaik mengalir untuknya, menandai bertambahnya usia sekaligus langkah baru dalam perjalanan hidupnya.

Charles Ong saat di konfirmasi wartawan Sabtu (21/03/2026) mengatakan Perayaan ulang tahun ke-17 putrinya bukan sekadar bertambahnya angka usia, tetapi juga menjadi simbol kedewasaan dan awal dari babak kehidupan yang lebih luas. Catherine dikenal sebagai pribadi yang membawa energi positif, penuh kebaikan, serta mampu memberikan kehangatan bagi orang-orang di sekitarnya.

Ucapan selamat ulang tahun yang disampaikan pun sarat makna, Harapan agar hari istimewa ini membawa kebahagiaan tanpa batas, kejutan indah, serta momen-momen yang membahagiakan hati menjadi doa utama yang mengiringi langkahnya.

“Semoga hari istimewa ini membawa kebahagiaan yang tak terhingga, kesehatan, kesuksesan, serta pencapaian-pencapaian luar biasa di masa depan,” menjadi pesan yang menggambarkan harapan besar untuk Catherine.

Memasuki usia 17 tahun, Catherine diharapkan terus tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan tidak pernah berhenti mengejar impian. Setiap langkah ke depan diyakini akan membuka peluang baru, menghadirkan pengalaman berharga, serta menciptakan kenangan indah yang tak terlupakan.

Perjalanan hidup yang masih panjang menjadi kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan menggapai cita-cita. Dengan semangat, keyakinan, dan dukungan dari orang-orang terdekat, Catherine diyakini mampu meraih masa depan yang gemilang.

Di hari ulang tahunnya, Catherine juga diharapkan dapat menikmati setiap momen dengan penuh rasa syukur, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, serta merasakan hangatnya kebersamaan.

Perayaan ini menjadi pengingat bahwa setiap tahun adalah anugerah, setiap langkah adalah proses, dan setiap impian layak untuk diperjuangkan.

Selamat ulang tahun ke-17, Catherine. Semoga tahun ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh berkah, kebahagiaan, dan kesuksesan. (Red)

TERNATE, Malutline– Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat lebih khusus masyarakat Maluku Utara.

Dalam suasana penuh kehangatan tersebut, dr. Yazzit Mahri, M.Kes, Sp.KJ bersama keluarga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah tahun 2026 kepada seluruh masyarakat, khusunya masyarakat Maluku Utara Ucapan tersebut disampaikan melalui sebuah visual bernuansa Islami yang menampilkan suasana religius dengan latar ornamen masjid, bulan sabit, serta cahaya lampu lentera yang memperkuat kesan damai dan suci.

Dengan balutan busana serba putih yang melambangkan kesucian, dr. Yazzit Mahri bersama pasangan tampak tersenyum hangat sambil mengatupkan kedua tangan sebagai simbol permohonan maaf lahir dan batin.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” menjadi pesan utama yang disampaikan, mengandung makna mendalam tentang harapan diterimanya amal ibadah selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah tahun 2026.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan juga menjadi titik awal untuk kembali kepada fitrah, membersihkan hati dari segala kesalahan, serta memperbaiki hubungan antar sesama. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai ini menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan persatuan.

Sebagai seorang profesional di bidang kesehatan jiwa, dr. Yazzit Mahri juga dikenal memiliki kepedulian terhadap pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Idul Fitri dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memulihkan hubungan emosional, mengurangi beban batin, serta memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Ucapan yang disampaikan ini pun diharapkan tidak hanya menjadi formalitas semata, tetapi benar-benar mampu menyentuh hati masyarakat untuk saling memaafkan, melupakan perbedaan, dan membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, semangat Idul Fitri menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati hadir dari hati yang bersih, hubungan yang harmonis, serta rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan.

Melalui momen suci ini, dr. Yazzit Mahri, M.Kes, Sp.KJ dan keluarga juga mengajak seluruh masyarakat khusunya masyarakat Maluku Utara untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat nilai keimanan, serta bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik ke depan.

Idul Fitri bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama. (Bur)