Oleh :

Hajrin Radja

Penulis Adalah Sebagai Pegawai Negeri Sipil

 

Hari pendaftaran  para calon pemimpin daerah telah selesai. Seluruh komponen masyarakat sudah mengetahui siapa² saja yang akan mengikuti kontestasi pilkada periode 2024-2029. Ajang Pemilukada ini adalah momentum  menuju perubahan yang lebih baik.

Maka sejatinya kesempatan ini harus di manfaatkan dengan baik oleh para calon kepala daerah dan para tim sukses untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.

Hadirkan politik ide dan gagasan serta kesantunan agar masyarakat dapat memahami esensi dari hajatan ini Jika kita menyimak secara seksama peran para calon kepala daerah dalam merubah mindset masyarakat memiliki posisi yang sangat strategi, Baik buruknya pelaksanaan pilkada ini ada pada para calon pemimpin.

Momentum ini menjadi sangat strategi untuk bagaimana setiap calon pemimpin membawa pesan² perubahan kepada masyarakat sehingga dapat menghilangkan politik identitas dan adu domba. Karena pada akhirnya siapapun yang terpilih adalah mereka menjadi representasi dari harapan masyarakat.

Hampir di pastikan bahwa di setiap momentum pilkada selalu memunculkan gesekan yang sering mengarah pada anarkisme. Selain itu pula lembaga pelaksana hajatan ini harus berlaku jujur, Jika komponen-kompone, yang terlibat langsung dalam kegiatan berjalan sesuai dengan tupoksi maka hasil yang di harapkan dapat terwujud dengan baik, Mulailah melakukan perubahan dari diri kita untuk kebaikan yang lebih besar di masa yang akan datang.

TALIABU, www.malutline.com – Viral di media sosial Peria asal Turki ini datang ke Indonesia Demi bertemu sang pujaan hati dan ingin melamarnya diketahui peristiwa tersebut terjadi di Desa walio, kecamatan Tabono, Kabupaten Taliabu, Maluku Utara. (2/9/2024)

Salmiati, Gadis Buton asal Desa walio kecamatan Tabono, Kabupaten Taliabu, Maluku Utara. Ia yang tengah giat belajar bahasa Turki di sebuah kursus, tak menyangka bertemu jodoh lewat dunia Maya.

Atau melalui sebuah forum online untuk pencinta bahasa Turki, salmiati bertemu dengan seorang pemuda tampan asal negara Turki yang sedang belajar bahasa Indonesia, Pertemuan mereka berlanjut ke obrolan pribadi, dan tak lama kemudian, benih-benih cinta mulai tumbuh.

Kisah cinta mereka yang unik menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang. Foto foto wauta dan pemuda Turki yang sedang video Call, saling bertukar pesan romantis dalam bahasa masing-masing.

Tak lama kemudian, pemuda Turki memutuskan untuk terbang ke Indonesia Di Kabupaten Taliabu, Kecamatan Tabono kabupaten Taliabu itu bertemu secara langsung.

Dan informasi yang di himpun Malutline.com Bahwa wanita Asal Tabono Dan Pria asal Turki akan menikah di Bulan September 2024 Viral di media sosial Peria asal Turki ini datang ke Indonesia Demi bertemu sang pujaan hati dan ingin melamarnya diketahui peristiwa tersebut terjadi di Desa walio, kecamatan Tabono, Kabupaten Taliabu, Maluku Utara.

Salmiati, Gadis Buton asal Desa walio kecamatan Tabono, Kabupaten Taliabu, Maluku Utara, Ia yang tengah giat belajar bahasa Turki di sebuah kursus, tak menyangka bertemu jodoh lewat dunia Maya dengan pria tampan yang juga calon suaminya tersebut .

Atau melalui sebuah forum online untuk pencinta bahasa Turki, salmiati bertemu dengan seorang pemuda Turki yang sedang belajar bahasa Indonesia, Pertemuan mereka berlanjut ke obrolan pribadi, dan tak lama kemudian, benih-benih cinta mulai tumbuh.

Kisah cinta mereka yang unik menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang, Foto- foto wauta dan pemuda Turki yang sedang video Call, saling bertukar pesan romantis dalam bahasa masing-masing.

Tak lama kemudian, pemuda Turki memutuskan untuk terbang ke Indonesia Di Kabupaten Taliabu, Kecamatan Tabono bertemu secara langsung.

Dan informasi yang di himpun Malutlain.com Bahwa wanita Asal Tabono Dan Peria asal Turki sudah melangsungkan ijab kabul di rumah perempuan wauta yang  menjadi istri sahnya secara resmi di Bulan September 2024. (Red)

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan mulai ketat, maka PT ADM meluncurkan model terbarunya pada November 2017 lalu dengan ubahan yang signifikan.

Menariknya meskipun eksterior, interior berubah total dan berbagai fitur canggih sudah tertanam pada All New Terios harga jualnya masih sama dengan versi sebelumnya. Seperti diketahui, Terios baru ini sudah dibekali fitur smart keyless, vehicle stability control, around view monitor, dan Hill Start Assist.

Sementara untuk dapur pacunya, Terios baru ini juga memiliki mesin baru yang sama dengan mesin Toyota Avanza yakni, 2NR-VE berkapasitas 1.500 cc yang dapat menyemburkan tenaga 104 daya kuda dan torsi 135 newton meter, dengan pilihan transmisi matik konvensional 4-percepatan dan manual 5-percepatan.

Hingga saat ini, PT Astra Daihatsu Motor belum mengadopsi teknologi continous variable transmission atau CVT pada mobil-mobil yang mereka jual di Indonesia. Padahal, beberapa pabrikan lain sudah mengadopsi teknologi tersebut. Lantas, apa alasan Daihatsu?

Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra mengatakan, CVT akan membuat harga jual mobil Daihatsu menjadi kurang terjangkau. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke depannya Daihatsu juga akan menggunakannya.

“Kami juga ada nanti (mobil Daihatsu di Indonesia). Kalau di Jepang, semua pakai CVT. Tapi, kalau diterapkan untuk pasar Indonesia, harganya bagaimana, cukup (kompetitif) tidak. Kemudian, dari sisi kompetisi bagaimana,” ujarnya di Padang, Sumatera Barat, Jumat 12 Januari 2018.

Ia juga tidak mau berkomentar, apakah mobil Daihatsu pertama yang dijual di Tanah Air dan sudah menganut CVT adalah Sirion. Sebab, Sirion versi Malaysia sudah mengadopsinya.

Selain mobil low cost green car, masyarakat Indonesia kini disajikan beragam model mobil perkotaan. Dari sisi harga, city car umumnya dibanderol lebih mahal daripada LCGC yang saat ini tersedia dalam pilihan model hatchback maupun MPV.

Menurut Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, meski hampir serupa, pihaknya tidak khawatir city car akan tergerus oleh LCGC, mengingat secara dimensi dan harga tidak berbeda jauh.

“Bukan kekhawatiran, masing-masing segmen mobil ini ada pasarnya. Jadi di kami ini city car karena harganya di luar LCGC ada yang beli tetapi memang enggak besar,” kata Amel di Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat ini, kata Amel, penggemar mobil mungil untuk perkotaan di Indonesia masih tetap ada. Apalagi dengan adanya produk-produk baru yang dihadirkan para agen pemegang merek, maka konsumen memiliki pilihan yang beragam.