HALSEL, Malutline — Kesabaran warga Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kian menipis. Camat Bacan Barat Utara, Saiful Hasan, dikeluhkan jarang berada di tempat tugasnya, sehingga pelayanan publik dinilai lumpuh dan berdampak langsung pada urusan administrasi masyarakat.
Pantauan wartawan pada 21 Januari 2026 menguatkan keluhan warga. Kantor camat tampak sepi, sementara masyarakat yang membutuhkan pelayanan terpaksa pulang dengan tangan hampa. Kondisi ini memunculkan kesan kuat bahwa kecamatan tersebut seolah kehilangan sosok pemimpin wilayah.
Salah satu warga Desa Yaba, Yuli, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menuturkan bahwa Camat Bacan Barat Utara sangat jarang berada di wilayah tugas, sehingga urusan administrasi warga kerap terbengkalai.
“Untuk tanda tangan surat saja harus menunggu berminggu-minggu. Bahkan urusan administrasi anak sekolah pun sangat susah. Camat hampir tidak pernah ada,” keluh Yuli.
Menurutnya, ketidakhadiran camat sudah berlangsung lama dan menjadi keluhan umum masyarakat. Ironisnya, camat disebut lebih sering berada di luar wilayah tugasnya.
“Bagaimana mau maju, camatnya saja baru muncul berbulan-bulan sekali. Itu pun paling lama tiga hari sudah menghilang lagi. Lebih sering tinggal di Ternate daripada di wilayah tugasnya sendiri,” ujarnya dengan nada kecewa.
Yuli menambahkan, Desa Yaba yang notabene merupakan desa induk kecamatan justru terlihat tertinggal dibanding desa-desa lain. Minimnya perhatian pimpinan wilayah membuat desa terkesan terabaikan.
“Desa kami seperti tidak punya pemimpin. Kami malu dengan desa tetangga. Padahal ini desa induk kecamatan, tapi rumput dan semak seperti hutan, seolah tidak pernah disentuh pemerintah,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Evi. Ia mengaku hampir selalu mendapatkan jawaban yang sama setiap kali mendatangi kantor camat.
“Pegawai selalu bilang camat tidak ada di tempat. Kalau dinilai sebagai pemimpin, sejauh ini sangat tidak merakyat,” tegas Evi.
Kekecewaan warga kini berubah menjadi kemarahan terbuka. Mereka menilai kepemimpinan Camat Saiful Hasan sudah tidak lagi mencerminkan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
“Kami sudah muak. Apa pemerintah daerah tidak kasihan melihat kondisi masyarakat Bacan Barat Utara?” ujar Evi dengan nada keras.
Warga pun secara tegas mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, agar segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan pelayanan publik di Bacan Barat Utara.
“Kami berharap Pak Bupati segera mencopot Saiful Hasan dari jabatannya sebagai Camat Bacan Barat Utara. Supaya desa kami bisa berubah dan maju seperti desa-desa lain,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Camat Bacan Barat Utara belum memberikan klarifikasi terkait tudingan jarang berada di tempat tugas. Sementara itu, publik menanti sikap tegas Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar pelayanan masyarakat tidak terus menjadi korban kelalaian pejabat wilayah. (Haji/red)







Komentar