oleh

Mengawali tahun 2026, Kayoa Barat Hadapi Tantangan SJ8 Kolaborasi PDAM dan Dukungan Pemda Jadi Harapan Baru Air Bersih

HALSEL, Malutline – Mengawali tahun 2026, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali dihadapkan pada tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.

Persoalan Sistem Jaringan 8 (SJ8) yang telah mengalami gangguan menahun kini menjadi fokus utama untuk dituntaskan secara serius dan berkelanjutan.

Hal ini di sampaikan oleh Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, Senin (5/01/2026) melalui pesan saluran teleponnya mengatakan bahwa permasalahan SJ8 bukan persoalan baru.

Penyakit sistem yang telah kumat bertahun-tahun membutuhkan penanganan menyeluruh melalui kerja sama tim yang tangguh, solid, dan berorientasi pada solusi jangka panjang.
“Ini bukan pekerjaan mudah, karena persoalannya sudah lama. Tapi dengan kerja tim yang kuat dan komitmen bersama, kami optimistis bisa membedah satu per satu masalah yang ada,” ujar Soleman.

Ia menegaskan, awal tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan total agar sistem air bersih benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya warga Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, yang selama ini masih merasakan keterbatasan layanan.

“Harapan kami, pekerjaan ini bisa cepat selesai dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar,” tambahnya.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan DPRD Dalam kesempatan tersebut, Direktur PDAM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Wakil Bupati, serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kinerja PDAM.

Menurut Soleman, dukungan pemerintah daerah dan DPRD menjadi energi besar bagi PDAM untuk terus bekerja maksimal dalam menuntaskan persoalan air bersih di seluruh wilayah Halmahera Selatan.

“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba, Helmi Umar Muksin dan jajaran, serta DPRD Halsel yang terus memberi dukungan penuh. Ini menjadi motivasi bagi kami di PDAM untuk menuntaskan kebutuhan dasar masyarakat terkait sarana air bersih,” ungkapnya.

Ia menilai, sinergi antara eksekutif, legislatif, dan BUMD seperti PDAM adalah kunci utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Harapan dan Optimisme di Awal Tahun
Dengan adanya dukungan politik dan kebijakan dari pemerintah daerah serta DPRD, PDAM optimistis pembenahan SJ8 dan sistem air bersih lainnya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Masyarakat Kayoa Barat pun menaruh harapan besar agar tahun 2026 menjadi titik balik, di mana persoalan air bersih yang selama ini menghantui kehidupan warga dapat segera diakhiri.

Mengawali tahun dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar rakyat, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama PDAM dan DPRD diharapkan mampu menghadirkan pelayanan air bersih yang layak, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (Bur/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed