HALSEL, Malutline — Peristiwa dugaan pengeroyokan yang menimpa Kepala KUA Kecamatan Bajo, O.N., di Desa Silang, Kecamatan Bacan Barat Selatan, kini menjadi sorotan tajam publik Halmahera Selatan. Bukan hanya karena korbannya adalah pejabat pelayanan keagamaan, tetapi juga karena lokasi kejadian disebut terjadi di dalam rumah Kepala Desa Silang sendiri.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan dengan STLP Nomor: STLP/44/II/2026/SPKT Polres Halsel tertanggal 8 Februari 2026.
Dalam laporan tersebut, tercantum empat nama terduga pelaku Aldi, Amran, Amrin, dan Ajaidin — yang informasinya diketahui merupakan adik kandung Kepala Desa Silang Kejadian dilaporkan berlangsung pada Sabtu malam, 8 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIT. Akibat insiden itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala, sempat tidak sadarkan diri, dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Labuha.

Pertanyaan publik pun bermunculan.
Apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah itu? Mengapa bisa berujung pada dugaan pengeroyokan hingga korban tak sadarkan diri? Hingga saat ini, motif dan kronologi pasti masih dalam penyelidikan polisi.
Isu Visum yang Mengundang Tanda Tanya
Informasi lain yang ikut menyulut perhatian adalah kabar bahwa pihak kepolisian telah datang ke RSUD Labuha membawa surat pengantar visum. Namun, beredar informasi bahwa visum belum dilakukan, yang disebut-sebut karena adanya permintaan agar korban tidak divisum.
Informasi ini belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit maupun pihak terkait, namun sudah terlanjur memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, Kuasa Hukum Tangani Serius dan Transparan Kuasa hukum korban, Fardi Tolangara, SH, meminta agar Polres Halsel menangani perkara ini secara serius.
“Klien kami adalah korban dan masih dirawat. Kami berharap proses hukum berjalan profesional, transparan, dan para terlapor diproses sesuai ketentuan,” tegasnya.
Publik Menunggu Ketegasan Aparat
Kasus ini bukan lagi sekadar persoalan keluarga. Ketika dugaan kekerasan terjadi, melibatkan pejabat publik, dan dilaporkan resmi ke polisi, maka yang dipertaruhkan adalah wibawa hukum di mata masyarakat.
Warga Halsel kini menunggu:
sejauh mana keseriusan aparat mengusut kasus ini, mengingat nama-nama yang disebut memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan desa.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Silang belum memberikan keterangan resmi, dan polisi masih melakukan penyelidikan.
Satu hal yang pasti, peristiwa ini telah mengguncang perhatian publik — dan semua mata kini tertuju pada langkah Polres Halmahera Selatan dalam mengungkap terang-benderang apa yang sebenarnya terjadi di Desa Silang pada Sabtu malam itu. (Red)












Komentar