HALTIM,MALUTLINE— Pengelolaan pelayanan dan fasilitas di Puskesmas Sondo-Sondo, Kecamatan Wasile Selatan, kembali menjadi sorotan. Sejumlah masyarakat mempertanyakan pemanfaatan ambulans puskesmas, transparansi dana jasa pelayanan, hingga pengelolaan dana BOK.
Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat kepada media ini, ambulans Puskesmas Sondo-Sondo diduga tidak digunakan secara optimal untuk menunjang kebutuhan pelayanan kesehatan. Ambulans tersebut disebut lebih sering terparkir di sekitar rumah keluarga Kepala Puskesmas.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada pelayanan rujukan pasien. Masyarakat menyebut, dalam sejumlah kondisi, kebutuhan transportasi rujukan justru menggunakan kendaraan milik masyarakat karena ambulans puskesmas tidak tersedia untuk digunakan.
Selain persoalan ambulans, masyarakat juga menyoroti pengelolaan dana jasa pelayanan yang bersumber dari BPJS. Dana tersebut disebut masuk ke rekening masing-masing petugas, namun pencairannya diduga tidak dilakukan secara rutin setiap bulan dan terkadang tertunda hingga beberapa bulan.
“Dana jasa pelayanan tiba-tiba masuk ke rekening masing-masing petugas. Tetapi pembayarannya sering digantung dan tidak rutin setiap bulan,” demikian keluhan yang disampaikan sumber kepada Malutline.
Sorotan lainnya menyangkut dugaan adanya dana saving dari BOK yang dikelola pihak puskesmas. Masyarakat mempertanyakan peruntukan dana tersebut karena dinilai belum disampaikan secara transparan kepada petugas maupun masyarakat.
Padahal, di sisi lain, sejumlah kebutuhan fasilitas internal puskesmas disebut masih belum terpenuhi. Salah satunya ketersediaan kursi dan tempat duduk bagi petugas. Informasi yang diterima media ini menyebut masih terdapat petugas yang belum memperoleh fasilitas tempat duduk yang memadai.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai perencanaan kebutuhan fasilitas serta pengelolaan anggaran di lingkungan Puskesmas Sondo-Sondo.
Masyarakat berharap Dinas Kesehatan maupun pemerintah daerah melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap pengelolaan pelayanan, pemanfaatan ambulans, dana jasa pelayanan BPJS, serta penggunaan dana BOK di Puskesmas Sondo-Sondo.
Mereka juga meminta agar setiap pengelolaan anggaran pelayanan kesehatan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maupun petugas kesehatan.
Malutline masih berupaya memperoleh klarifikasi dari Kepala Puskesmas Sondo-Sondo, Dinas Kesehatan, serta pihak terkait lainnya mengenai berbagai dugaan tersebut. (Red)

